Home / Nasional / Waspada Isu Hoax Penculikan dan Penjualan Organ Tubuh Anak

Waspada Isu Hoax Penculikan dan Penjualan Organ Tubuh Anak

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Masyarakat di sejumlah daerah dibuat resah oleh pemberitaan dan informasi yang tersebar media sosial maupun pesan berantai layanan pesan singkat tentang isu penculikan anak yang berbuntut penjualan organ tubuh.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menegaskan informasi itu merupakan berita bohong alias hoax. Menurut Tito, isu itu sengaja disebar oleh oknum tak bertanggung jawab untuk meresahkan warga.

“Apalagi sekarang ini masa Pilkada. Ini untuk menakuti masyarakat. Saya selaku pimpinan kepolisian tegas mengatakan itu hoax,” ujar Tito.

Di sejumlah wilayah, aparat penegak hukum dan pemerintah daerah telah melancarkan imbauan agar masyarakat tidak resah dengan beredarnya kabar bohong tersebut.

Di Lhokseumawe, Aceh, aparat kepolisian resor berkeliling kota menyampaikan seruan agar masyarakat tidak menggubris isu soal penculikan anak untuk dijual organ tubuhnya.

Imbauan itu disampaikan personel Polres Lhokseumawe dengan berkeliling kota menggunakan alat pengeras suara di atas mobil.

Diberitakan Antara, imbaun disampaikan di lokasi-lokasi keramaian seperti pusat pertokoan dan pusat pasar, serta di sekitar area sekolah-sekolah, dengan tujuan masyarakat dapat mengetahui dan merasa nyaman terhadap isu yang belum jelas kebenarannya itu.

Di Jawa Timur, kepolisian daerah setempat meminta masyarakat tenang dan tidak terprovokasi terkait penculikan anak yang kemudian hendak diambil organ dalamnya. Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, imbauan itu disampaikan agar kejadian di Madura beberapa hari terakhir tak lagi terulang.

Di Sumenep, Madura, dikabarkan tiga orang gila korban bulan-bulanan warga yang terprovokasi oleh isu penculikan anak. Warga beramai-ramai menangkap tiga orang gila itu ke polisi karena dikhawatirkan sebagai pelaku penculikan anak.

“Ini adalah bukti, semakin masyarakat terprovokasi, semakin terbentuk opini seakan-akan isu penculikan ini adalah benar,” ujar Barung.

Baca Juga  Apa Itu Hoax?

Di Lebak, Banten, tokoh masyarakat Oji Santani turut angkat suara. Dia meminta warga agar mewaspadai isu penculikan anak yang kini kian tersebar di berbagai daerah.

Orang tua di Lebak kini semakin awas menjaga dan mengawasi anak-anaknya karena takut buah hati mereka jadi korban penculikan. Hal itu dipicu oleh isu penculikan siswi madrasah di Kampung Salahur, Rangkasbitung, yang membuat geger warga.

Meski kebenaran tentang isu tersebut belum terbukti, Oji tetap meminta masyarakat tetap waspada. “Kami berharap orang tua mengawasi dan menjaga anak-anaknya, terutama yang di bawah usia remaja agar tidak menjadi korban penculikan,” kata Oji.

Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kepolisian Sektor Bawang menyebarkan stiker untuk meredam isu penculikan anak dan penjualan organ tubuh. Stiker itu berisi imbauan agar siswa, guru, dan orang tua tidak resah terhadap isu penculikan yang kadung menyebar di masyarakat maupun media sosial.

“Pembagian dan penempelan stiker ini akan terus dilakukan ke sekolah-sekolah, balai desa, dan seluruh lapisan masyarakat,” kata Kepala Polsek Bawang Ajun Komisaris Polisi Sutardiyana di Banjarnegara.

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Barat Dani Gautama menyatakan, beredarnya isu hoax telah memperkeruh informasi di masyarakat karena sulit untuk membedakan benar dan salah. Dia berharap seluruh lapisan masyarakat tidak sembarangan menerima apalagi menyebar sebuah kabar yang belum diketahui kebenarannya.

“Apabila ada suatu berita tertentu, jangan langsung disebar ulang melalui WA (whatssapp) atau BBM (blackberry messenger), kita cek dulu,” katanya. (cnn)

About admin

Lihat Juga

Menyapa Kota Bandung dari Gunung Batu Lembang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bandung – Lembang terkenal sebagai tujuan wisata bagi para pengunjung Kota Bandung. Meski jaraknya cukup jauh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *