Home / EkBis / Volitile Food Mendorong Terjadinya Inflasi
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra.

Volitile Food Mendorong Terjadinya Inflasi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Bank Indonesia mencatat kenaikan harga beras dan bayam memicu inflasi Indeks Harga Konsumen Provinsi Kepulauan Riau pada Januari 2018.

“Inflasi Januari didorong inflasi “volatile food”, terutama akibat kenaikan harga beras dan kelompok inti yang disumbang oleh kenaikan upah tukang bukan mandor,” kata Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kepri, Senin.

Inflasi IHK Kepri pada Januari mencapai 0,88 persen (mtm) meningkat dibandingkan inflasi bulan lalu 0,73 persen (mtm) atau 4,19 persen (yoy). Secara tahunan inflasi IHK Kepri tercatat 4,19 persen juga lebih tinggi dari bulan sebelumnya 4,02 persen (yoy). Beras mencatat inflasi sebesar 6,14 persen (mtm), sedangkan bayam inflasi 11,74 persen (mtm). Menurut dia, peningkatan harga beras disebabkan kenaikan harga di daerah pemasok seperti Cipinang.

Berdasarkan pantauan PIHPS, harga beras di Jakarta pada Januari meningkat 8,95 persen, Sumsel meningkat 1,29 persen dan Jawa Timur 5,85 persen. Sedangkan kenaikan harga bayam diperkirakan sebagai dampak dari tingginya curah hujan, yang memicu gagal panen pada Januari 2018. Dari kelompok inti, inflasi disumbang oleh kenaikan upah tukang bukan mandor dan emas perhiasan. Kelompok inti mencatatkan inflasi 0,41 persen mtm, lebih tinggi dibnding bulan sebelumnya, sebesar 0,16 persen mtm.

“Upah tukang bukan mandor mencatatkan inflasi 7,00 persen (mtm) dengan andil 0,14 persen (mtm), sedangkan emas perhiasan mencatatkan inflasi 2,97 persen (mtm) dengan andil 0,03 oersen (mtm),” katanya.

Menurut dia, kenaikan upah bukan mandor merupakan dampak dari penyesuaian tarif yang dilakukan awal tahun.

“Kenaikan harga emas perhiasan diperkirakan sebagai dampak dari kenaikan harga emas dunia,” kata dia.

Sementara kelompok administered prices mencatatkan deflasi 0,61 persen (mtm), dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi 0,79 persen (mtm). Deflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh penurunan tarif angkutan udara.

“Penurunan tarif angkutan udara merupakan dampak dari telah berlalunya perayaan Natal dan Tahun Baru yang membuat permintaan kembali normal,” kata Gusti. (Ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Discovering Resources Tertarik Menginvestasikan USD 10 Juta di Kota Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Perusahaan asal Tiongkok Discovering Resources menyatakan minatnya dan akan menanamkan modalnya sebesar USD10 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *