Home / Pendidikan / USBN 2018 Bisa Digelar Menggukan Komputer dan Bisa Juga Berbasis Kertas

USBN 2018 Bisa Digelar Menggukan Komputer dan Bisa Juga Berbasis Kertas

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tg Pinang – Untuk USBN, akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada, Senin (19/3) nanti. UNBK akan digelar selama tujuh hari. Namun, mata pelajaran yang diujikan di USBN jumlahnya berbeda antara sekolah yang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2016 dengan sekolah yang menerapkan Kurikulum Tahun 2013 (K-13).

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Drs Atmadinata MP.d mengatakan, untuk sekolah yang menerapkan KTSP ada 9 mata pelajaran yang di-USBN-kan. Sedangkan sekolah yang menerapkan K-13 ada 10 mata pelajaran yang di-USBN-kan. Atmadinata menjelaskan, USBN bisa digelar menggunakan komputer, bisa juga berbasis kertas.

”Tidak dipaksakan. Tergantung tersedianya sarana prasarana di sekolah itu,” ujar Atmadinata, Kamis (1/3).

Di Kepri, yang menggunakan komputer saat USBN yakni beberapa sekolah di Batam dan Tanjungpinang. Sedangkan Bintan, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas masih berbasis kertas. Dijelaskannya, ada pun soal-soal USBN 75-80 persen lokal dan 20-25 persen dari pusat. Soal dari pusat sudah dikirim ke server daerah dan sebagian sudah merakitnya di daerah.

Kepala SMAN 2 Tanjungpinang Encik Abdul Hajar yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Tanjungpinang, pihak sedang sibuk bersama guru-guru merakit soal USBN.

”Saya belum bisa bergerak, kami sedang sibuk merakit soal bersama guru-guru,” ujar Encik singkat via ponselnya, kemarin.

Atmadinata menambahkan, soal USBN kemungkinan besar tidak sama antar kabupaten/kota di Kepri. Karena yang menyusun soal ini adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) masing-masing kabupaten/kota.

”Namun, mereka menyusun soal-soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah disiapkan pihak Kemendikbud. Jadi, soal itu tidak boleh lari dari kisi-kisi tersebut. Soal bisa beda, namun tetap sesuai kisi-kisi itu. Itulah makanya standar nasional. Meski ujian sekolah, namun standar nasional karena kisi-kisi sama dan 20-25 persen soalnya dari pusat,” tambahnya.

Kisi-kisi ini sudah dikirim ke daerah sebulan lalu. Guru di masing-masing yang melakukan pembahasan soal-soal atau pemantapan pun sudah ada alur yang jelas saat mengajar, yakni kisi-kisi tersebut.

Kemudian, yang mengawasi siswa saat ujian nanti adalah pihak sekolah, bukan guru dari sekolah lain. Yang memeriksa jawaban siswa pun dari pihak sekolah juga. Ia menegaskan, hasil USBN inilah yang menjadi penentu utama kelulusan siswa, bukan Ujian Nasional (UN). Namun, mengikuti UN tetap wajib. Ada lima syarat untuk lulus yakni, sudah mengikuti semua mata pelajaran, memiliki raport Semester V, lulus USBN, berkelakuan baik minimal nilai B dan wajib mengikuti Ujian Nasional.

Standar nilai kelulusan USBN tidak ditentukan pusat. Kewenangan penuh diserahkan ke masing-masing sekolah. Sehingga, standar kelulusan itu bisa sama atau beda masing-masing sekolah.

”Kan tidak mungkin sama standar kelulusan SMA 1 Batam dengan SMA 1 Bunguran misalnya. Dari segi fasilitas saja sudah beda. Ini kewenangan sekolah yang menentukannya,” ungkapnya.

Adapun yang menentukan standar kelulusan itu adalah kepala sekolah dan guru-guru. Orangtua siswa tidak dilibatkan. Ditambahkannya, soal USBN ada 40 pilihan ganda dan 5 soal esai. Kecuali untuk mata pelajaran Matematika, soal pilihan ganda 30 dan esai 5 soal.

(martinus-tp)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Gubernur Nurdin : MTQ Harus Bisa Membumikan Alquran

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Lingga – Salah satu yang terpenting dari pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) adalah bisa membumikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *