Home / Nasional / Upaya Makar dan Pendudukan Gedung MPR di Aksi 212
Gerakan Selamatkan NKRI akan gelar aksi di Gedung MPR, Jakarta

Upaya Makar dan Pendudukan Gedung MPR di Aksi 212

“Upaya makar dan pendudukan gedung MPR dalam aksi damai tanggal 2 Desember 2016 akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan terhadap seluruh tersangka.”

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Jakarta – Saat ini POLRI telah melakukan penangkapan terhadap sepuluh tokoh Gerakan Selamatkan NKRI yang diduga merencanakan aksi makar dengan menduduki gedung Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR). Rencanaya aksi tersebut akan dilaksanakan oleh Gerakan Selamatkan NKRI usai dilaksanakan doa bersama dalam Aksi Bela Islam III di Monas hari ini, Jumat, 2 Desember 2016. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, tak membantah hal tersebut. Namun ia mengatakan, kemungkinan tersebut masih dicocokkan dengan hasil pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung.

“Kaitan-kaitan itu yang nanti akan kami temukan dalam pemeriksaannya, apakah nyata dalam garis merahnya atau garis putus-putus,” ujar Rikwanto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Desember 2016.

Diketahui, Gerakan Selamatkan NKRI yang akan dilakukan oleh Rachmawati Soekarnoputri cs berencana akan melakukan aksi di gedung MPR. Tujuannya, meminta MPR agar segera menggelar sidang istimewa untuk mengembalikan konstitusi pada UUD 1945. Untuk melangsungkan aksi tersebut, keduanya sepakat untuk tidak ikut dalam aksi 212. Meski demikian, Rikwanto enggan menjelaskan kepastian dari makar yang telah disiapkan kesepuluh orang tersebut. Menurutnya, penjelasan secara rinci dari pemufakatan jahat tersebut akan disampaikan pada Sabtu 3 Desember besok.

“Kami masih kroscek apapun yang kami dapat dari pemeriksaan itu. Jadi, belum bisa disampaikan ke media soal barang bukti, hasil yang kami dapatkan dari pemeriksaan,” katanya menambahkan.

Namun, lebih lanjut Rikwanto menyampaikan lagi bahwa penyidik telah memiliki bukti yang cukup untuk melakukan penangkapan. Aksi Bela Islam III yang digelar hari ini bisa saja dijadikan momen untuk melakukan pergerakan.

“Yang jelas pertama penyidik cukup mengumpulkan bukti-bukti yang ada, kedua bisa jadi momen ini digunakan (untuk lakukan pemufakatan jahat). Namun kita tunggu hasil pemeriksaannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menangkap sepuluh orang terkait dugaan adanya pemufakatan jahat untuk upaya makar. Saat ini, kesepuluh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Tujuh orang yang telah ditangkap karena diduga akan melakukan aksi makar menduduki gedung MPR tersebut diantaranya yaitu Eko Suryo Sanjoyo, Brigjen (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas. Mereka akan dijerat dengan Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP tentang Pemufakatan Jahat. Sementara, Ahmad Dhani dijerat dengan Pasal 207 KUHP terkait penghinaan terhadap penguasa. Sedangkan untuk dua orang lainnya yaitu Jamran dan Rizal Kobar dikenakan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga  Salam Redaksi - Kerjasama Penyidik Polri Dan Ppns Jangan Saling Mengabaikan

Polri Pastikan Status Penahanan Rachmawati Cs dalam 1×24 Jam

Sepuluh orang tersangka kasus dugaan makar dan pelanggaran Undang-Undang ITE kini masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Setelah 1×24 jam pemeriksaan, penyidik baru akan memutuskan proses hukum lanjutan terkait adanya penahanan atau tidak.

“Sekarang masih berlangsung pemeriksaan di Mako Brimob. Kemudian besok pagi kita akan sampaikan hasil pemeriksaan tersebut setelah 1×24 jam. Nanti akan ditentukan ditahan atau tidak,” kata Rikwanto kepada wartawan.

Rikwanto juga berharap, penyidik dapat merampungkan pemeriksaan kesepuluh orang tersebut. Diharapkan dengan hitungan mundur selama 1×24 jam tersebut mudah-mudahan penyidik bisa menyimpulkan semuanya hasil pemeriksaan tersebut pada tengah malam nanti atau dini hari nanti. Terkait lama waktu penyidikan, itu pun tergantung kepada tenggat awal dari pemeriksaan yang bersangkutan. Sebab, ada di antara ke-10 orang tersangka itu yang baru mau diperiksa setelah pengacara yang ditunjuk datang mendampingi.

“Kepada mereka ada yang belum sempat diperiksa karena menunggu pengacara dan ada juga yang sudah diperiksa. Ada beberapa yang akan kita tangkap, baru bisa diperiksa melewati siang karena masih menunggu pengacara. Ada hambatan juga,” kata Rikwanto.

Rikwanto berjanji, pihaknya akan segera menyampaikan hasil pemeriksaan secepat mungkin. Dapat dipastikan pihaknya akan dapat menyampaikan hasil dari pemeriksaannya besok pada pagi hari jam 09.00 WIB atau 10.00 WIB pagi.

(mus-v/sw)**

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Menyapa Kota Bandung dari Gunung Batu Lembang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bandung – Lembang terkenal sebagai tujuan wisata bagi para pengunjung Kota Bandung. Meski jaraknya cukup jauh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *