Home / Pendidikan / Tunjangan Guru di Kepri Naik, Kecuali Batam dan Anambas
Seorang guru SMAN 18 Batam sedang mendidik siswanya.

Tunjangan Guru di Kepri Naik, Kecuali Batam dan Anambas

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjung Pinang – Tahun 2018 ini, seluruh guru dan tenaga kependidikan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN SMA sederajat di Provinsi Kepri dinaikkan tunjangannya kecuali di Batam dan Anambas. Sedangkan di lima kabupaten/kota dinaikkan. Untuk Batam dan Anambas tidak dilakukan kenaikan tunjangan lantaran dinilai sudah tinggi. Tunjangan kepala sekolah, pengawas maupun pegawai termasuk guru honor dinaikkan bervariasi. Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) didampingi anggota Komisi IV DPRD Kepri Dr Yusrizal, pada Selasa (6/3) kemarin di Tanjungpinang.

”Penambahan penghasilan ini berlaku sejak 2018. Kecuali Batam dan Anambas, yang memang penghasilannya per bulan sudah cukup besar, berbeda dengan kabupaten, kota lainnya,” terang Teddy kepada wartawan.

Teddy memaparkan, untuk kabupaten/kota yang mendapatkan tambahan penghasilannya, terdiri dari Kabupaten Natuna, Karimun, Bintan, Tanjungpinang, dan Lingga. Tentu saja, pembagian penghasilan ini berdasarkan golongan dan kepangkatan yang mereka emban saat ini. Seperti Karimun tunjangan kepsek dan pengawas dari sebelumnya rata-rata Rp 2,7 juta naik menjadi Rp 3,5 juta per bulan atau naik Rp 750 ribu sebulan. Penghasilan ini luar gaji guru golongan I sampai IV rata-rata di atas Rp 1,2 juta sampai Rp 2,7 juta.

Hal ini senada dengan pendapatan guru di Kabupaten Lingga. Sedangkan Kota Tanjungpinang, pendapatan per bulan yang diterima guru ASN mulai dari pengawas dan kepsek Rp 3,5 juta. Sedangkan guru berdasarkan golongan kepangkatan, naik rata-rata Rp 1,6 juta sampai Rp 2,7 juta. Sedangkan Kabupaten Natuna dihitung berdasarkan wilayah seperti Bunguran Timur, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, dan Timur Laut. Tunjangan pengawas dan kepsek Rp 3,5 juta. Sedangkan golongan satu sampai tiga Rp 2,5 juta. Golongan IV naik menjadi Rp 2,8 juta dari sebelumnya Rp 2,7 juta.

Berbeda dengan wilayah Bunguran Barat, Utara, Pulau Tiga untuk tunjangankepsek dan pengawas Rp 3,5 juta. Sedangkan berdasarkan golongan satu naik sebelumnya Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,4 juta. Sedangkan golongan dua sampai golongan IV naik menjadi Rp 2,7 juta.

Berbeda dengan Pulau Subi, Midai, Serasan, Serasan Timur juga mengalami kenaikan. Tunjangan pengawas dan kepsek Rp 3,5 juta, dan untuk golongan I sampai IV rata-rata Rp 1,7 juta sampai Rp 2,7 juta. Tak jauh berbeda dengan kabupaten lainnya, guru-guru di wilayah Bintan juga merasakan nasib yang sama. Mulai dari kepsek sampai pengawas bergaji rata-rata Rp 3,5 juta. Sedangkan berdasarkan golongan I sampai IV rata-rata Rp 1,3 juta sampai Rp 2,7 juta.

Berbeda dengan wilayah Mantang, Teluk Bintan, Bintan pesisir, guru golongan I sampai IV menerima tunjangan rata-rata Rp 1,5 juta, sebelumnya hanya Rp 1,2 juta. Sedangkan golongan III dan IV rata-rata Rp 2,5 sampai Rp 2,7 juta. Sedangkan Tambelan tunjangan yangditerima guru golongan I sampai IV rata-rata Rp 1,7 juta sampai Rp 2,7 juta. Sebelumnya hanya Rp 1,2 juta sampai Rp 2,5 juta.

Sebagai informasi, gaji guru ASN di Kota Batam serta Anambas mulai dari pengawas, kepsek sampai guru golongan satu hingga IV sudah di atas rata-rata. Sehingga Pemprov dan DPRD belum melakukan rencana kenaikan sesuai standar yang dibuat di 2018. Untuk gaji guru ASN di Kota Batam, mulai dari pengawas sampai Kepsek rata-rata Rp Rp 3,5 juta. Sedangkan gaji guru berdasarkan golongan rata-rata Rp 1,2 juta sampai Rp 2,7 juta.

Berbeda dengan Kabupaten Anambas gaji Kepsek pengawas dan guru berdasarkan golongan I sampai IV rata-rata di atas Rp 2,7 juta sampai Rp 5,7 juta. Hanya saja tunjangan yang diberikan selama ini, berbeda antar kecamatan. Hal ini karena pertimbangan letak dan geografis wilayah. Seperti misalnya di Jemaja, Siantan Timur, Palmatak, dan Siantan tengah rata-rata diatas Rp 3,3 juta sampai Rp 6,2 juta.

”Kita sudah membuat kesepakatan ini bersama Pemprov Kepri, TAPD dan Disdik. Bagi daerah hinterland, sengaja 2018 ini kita samakan dengan kabupaten kota lainnya, kecuali Anambas dan Kota Batam,” tambah Politikus Golkar Kepri tersebut.

Sebagai informasi bahwa sejauh ini, berdasarkan data di Komisi IV DPRD Kepri jumlah guru ASN dan non ASN berkisar 2.300 orang. Di luar non ASN sekitar 1.900 orang.

”Kita tidak mau lagi gaji guru di kabupaten kota setelah peralihan ke provinsi masih ada yang di bawah Rp 1 juta, sama dengan gaji yang dibayarkan komite sekolah selama ini,” timpal dr Yusrizal.

Kenaikan tunjangan guru ASN dan nonASN ini sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepri No.15 tahun 2018 tentang Tambahan Penghasilan Prestasi Kerja dan Kondisi Kerja Pengawas, Guru dan Tenaga Kependidikan Aparatur Sipil Negara pada SMAN / SMKN / SLBN Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2018. Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kepri, Arifin Nasir menuturkan, gaji para guru honorer tingkat SMA sederajat di Kepri akan naik dari sebelumnya Rp 1 juta nantinya menjadi Rp 2 juta per bulan. Dituturkannya, gaji para guru honorer rencananya akan diberikan Maret ini setelah adanya tanda tangan kontrak.

”Mudah-muhan Maret ini guru honorer sudah gajian. Minggu ini jadwalkan tandangan kontrak dulu,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (6/3).

Arifin menuturkan, dengan jumlah guru 2.500 yang tersebar di kabupaten-kota, maka tandatangannya bergantian. Ini belum termasuk honorer di tata usaha dan lainnya. Untuk Tanjungpinang dan Bintan akan disamakan. Sedangkan kabupaten-kota lainnya nantinya disusun.

”Minggu ini masih proses tanda tangan, sebagai acuan pemberian gaji,” ungkapnya singkat. (desi-suhardi)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *