Home / Peristiwa / Tragedi Tenggelamnya Kapal Pengangkut TKI Ilegal di Perairan Nongsa
Ilustrasi Kapal Tenggelam

Tragedi Tenggelamnya Kapal Pengangkut TKI Ilegal di Perairan Nongsa

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebuah kapal membawa puluhan TKI dari Malaysia tenggelam di perairan Nongsa, Batam, Rabu (1/11/2016) pagi. Kapal itu adalah berjenis speedboat bermesin 200 PK X 4. Hingga saat ini, para petugas masih melakukan pencarian korban yang belum ditemukan.

Korban tewas yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara, Nongsa dengan beberapa ambulance baik itu dari pihak kepolisian, Tim SAR, Pustu, dan Jasa Raharja. Ambulance tersebut bergantian datang dengan membawa kantung jenazah menuju RS Bhayangkara. Bahkan, karena banyaknya korban yang meninggal tersebut hingga melampaui kapasitas kamar mayat. Pihak kepolisian pun tengah membuat tenda sementara untuk menampung mayat-mayat tersebut.

Sementara korban yang selamat, sebagian dirawat di RS Bhayangkara dan sebagian berada di posko keselamatan dan kesehatan yang dibuka di kawasan Tanjung Memban, Nongsa, Batam. Tampak raut wajah para korban letih, kusam, dan sedih. Bahkan, tak sedikit korban yang terlihat termenung pasca selamat dari musibah yang luar biasa itu.

Kapolda Kepri Brigjend Pol Sam Budigusdian menjelaskan, penemuan jenazah secara bertahap. “Hari pertama meninggal dunia yang kita temukan 18 orang. Hari kedua 3 orang laki-laki, dan ketiga atau hari ini sampai jam 11.00 WIB ditemukan 33 orang lagi,” ujarnya saat konferensi pers di RS Bhayangkara, Jumat (4/11/2016) siang.

Berdasarkan keterangan korban yang selamat, jumlah penumpang sekitar 101 orang dengan rincian, 98 penumpang dan tiga ABK. Setelah ditemukan, total 54 jenazah korban meninggal dunia, lalu 41 orang yang selamat (termasuk satu ABK yang masih melarikan diri), maka jumlah korban yang telah ditemukan total 95 orang. “Jadi korban selamat dan meninggal dunia total 95 orang. Terdiri dari 77 laki-laki, 16 perempuan, dan 2 anak-anak. Sehingga sisa korban yang belum ditemukan ada 6 orang lagi,” ucapnya.

Adapun dari 54 jenazah yang ditemukan, korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi sebanyak 12 orang, dimana satu diantaranya telah diambil oleh keluarga untuk disemayamkan di Punggur, Batam.

Diduga penyebab kapal tenggelam dikarenakan adanya pungutan uang yang harus dibayarkan para TKI sebelum masuk ke Pelabuhan Tikut Tanjung Bembang, Nongsa, Batam, setelah sebelumnya membayar uang sekitar Rp 5 juta per orang untuk bisa pulang ke Indonesia melalui Batam dari Johor, Malaysia.

Dari pengakuan para TKI kepada penyidik di Polda Kepri, penarikan uang tersebut yang membuat mereka sempat ribut di atas kapal. Kapolda Kepri Brigjen Sambudi Gusdian mengatakan, saat dipungut biaya di atas kapal, para TKI ribut dan kapal sempat oleng. Kemudian, tekong kapal meminta para TKI untuk turun sementara jarak dari bibir pantai masih sekitar satu mil.

Saat meminta TKI turun, tekong itu salah prediksi. Dikira tekong, lokasi penurunan para TKI itu sudah dangkal ternyata air masih tinggi karena sedang pasang naik. Ditambah lagi, ombak sedang kencang dan membuat kapal terbalik. Korban mulai panik. Setelah kapal terbalik mereka mencoba menyelamatkan diri masing-masing.

Beberapa dari mereka yang bisa berenang membantu menyelamatkan teman-teman yang lain. Namun karena lamanya bantuan, satu persatu mereka terpencar sampai mereka diselamatkan oleh seorang nelayan. “Mereka memang sempat turun di tengah laut, namun salah prediksi, air pasang dan dalam,” tambah Sam.

Mengenai kronologinya, jelas Kapolda, awalnya Dodi pemilik kapal yang berdiam di Batam mendapat order dari Sukri salah satu tekong dari Malaysia untuk mengangkut penumpang. Bersama Herman dan Darius, Dodi kemudian berangkat menjemput ke pelabuhan Tembakai, Johor Bahru, Malaysia.

Usai kecelakaan Dodi langsung diamankan polisi, sementara Herman kabur dan Darius hilang bersama korban lain. Atas kejadian itu polisi juga sudah menetapkan Dodi pemilik kapal sebagai tersangka. “Tersangka baru satu, yang lainnya masih kami dalami untuk mempertanggung jawabkan insiden ini,” ujar Kapolda. (rg)

About admin

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *