Home / EkBis / Tax Amnesty Indonesia Paling Sukses Dalam Sejarah

Tax Amnesty Indonesia Paling Sukses Dalam Sejarah

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Jakarta – Meskipun dikritik oleh banyak pihak, tax amnesty di Indonesia ternyata jauh lebih berhasil jika dibandingkan dengan negara lain. Pada periode pertama tax amnesty yang berlangsung Agustus hingga Oktober 2016. Indonesia berhasil mencapai uang tebusan Rp97,2 triliun, deklarasi harta mencapai Rp4.500 triliun dan repatriasi yang mencapai Rp 137 triliun.

Mengutip data Lamudi, Jakarta, Jumat (16/12/2016), angka ini lebih baik jika dibandingkan dengan pencapaian program tax amnesty yang dilakukan di banyak negara, contohnya seperti India yang mencapai Rp1,4 triliun, Afrika Selatan Rp2,8 triliun, Chile Rp20,7 triliun dan Spanyol Rp15,5 triliun.

Dana yang dibawa pulang ke Indonesia harus dalam bentuk instrumen investasi tertentu setidaknya dalam 3 tahun terakhir, sebuah aturan yang dinilai kurang menarik dan memberikan ketegangan dalam negeri serta ketidakpastian global.

Skema tersebut juga berlaku bagi WNA yang bekerja di Indonesia dan tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam setahun. Peraturan ini diberlakukan karena ada kemungkinan seseorang lupa untuk melaporkan semua aset yang dimiliki. Amnesti akan membebaskan seseorang dari kelalaian pajaknya di masa lalu dan program ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk negara mengklaim aset pajak serta membuat pajak penghasilan yang diperoleh di luar negeri menjadi 3%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan bahwa ada sekitar Rp11,400 triliun aset Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini mengendap di luar negeri, nilai ini lebih besar dari PDB Indonesia tahun 2015. Menkeu juga menambahkan, bahwa dengan tambahan penghasilan pajak sebesar Rp1 triliun, pemerintah bisa menggaji sekitar 9.400 guru atau 10.000 polisi. Uang tersebut juga bisa didistribusikan ke 550.000 UKM.

Lamudi portal properti global, melihat adanya lonjakan permintaan dari WNA dalam mencari investasi untuk dana repatriasi mereka. Namun, program ini juga masih memiliki kekurangan. Bank mengatakan bahwa banyak pengusaha menguber tarif repatriasi terendah, yaitu sebesar 2%. (oz)

Baca Juga  Hari Terakhir "Tax Amnesty," Ini Curahan Hati Sri Mulyani

About admin

Lihat Juga

Data Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menggembirakan di Triwulan Pertama

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Batam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *