Home / Peristiwa / Tarif Listrik Batam 6 Ampere Turun 15 Persen
Ilustrasi.

Tarif Listrik Batam 6 Ampere Turun 15 Persen

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kenaikan tarif listrik Batam golongan rumah tangga sebesar 45 persen untuk tagihan Juni mendatang, dibatalkan Gubernur Kepri. Tarif untuk golongan R1 1.300 VA (6 ampere) turun dari kenaikan tahap awal 30 persen menjadi 15 persen, sedangkan R1 2.200 VA (10 Ampere) tetap 30 persen.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri Amjon mengatakan, penurunan tarif listrik Batam ini dilakukan untuk mengabulkan tuntutan masyarakat. Meski demikian, pihaknya juga mempertimbangkan keberlangsungan operasional PLN Batam ke depannya.

“Ibarat menarik rambut dalam tepung, rambut tak putus, tepung tak berserak. Artinya, Pergub (Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2017) tetap kita pertahankan, keinginan masyarakat menurunkan dari 45 persen menjadi 15 persen kita setujui tahun ini,” katanya usai menemui massa yang berunjukrasa di halaman Kantor Wali Kota Batam, Rabu (24/5).

Sebelumnya, PLN Batam memberlakukan tarif listrik baru sesuai Pergub Kepri Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tarif Listrik Batam. Pelanggan rumah tangga R1 dengan daya 1.300 dan 2.200 VA tarifnya naik 30 persen untuk pemakaian Maret tagihan April dan naik 15 persen lagi dengan menyesuaikan kondisi perekonomian masyarakat. Sementara untuk golongan rumah tangga R2 dengan daya 3.500 VA dan sosial S3 dengan daya 200 kVA keatas naik sekaligus.

Amjon menjelaskan, kenaikan tarif listrik 30 persen yang sebelumnya diterapkan, otomatis berubah menjadi 15 persen untuk pemakaian bulan ini atau penagihan Juni. Saat ini, tarif dasar listrik nasional Rp1.467. Sedangkan tarif listrik Batam sebagaimana usulan gubernur adalah Rp1.352 dengan estimasi keuntungan 2,8 persen. Namun usulan itu kini batal dan tarif listrik Batam di angka Rp1.070.

“Saya belum hitung keuntungannya. Yang jelas listrik tidak padam dan masyarakat bisa bayar. Itu saja dulu,” katanya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menegaskan, dirinya akan terus berpihak ke masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan warga Batam. Menurutnya, kenaikan tarif listrik Batam tak berpihak ke masyarakat di saat perekonomian Batam anjlok.

“Saya sudah janji pada diri saya sendiri bahwa saya tidak pernah berhenti (berjuang) agar listrik turun,” tegasnya saat menerima keluhan masyarakat Batam.

Rudi menjelaskan, jika keinginan masyarakat tak dikabulkan, maka demo tak akan berakhir. Untuk mengabulkan tuntutan masyarakat, sepenuhnya ada di tangan gubernur, karena kewenangan ESDM sudah dialihkan dari kota ke provinsi sesuai undang-undang tentang pemerintahan daerah.

“Yang menyangkut ini pasti saya hantam, apalagi PLN. Hari ini bukan wewenang saya, ini wewenang provinsi. Tapi ini rakyat siapa, ini rakyat wali kota,” ujarnya.

Rudi menegaskan, fungsi gubernur adalah untuk menjalin koordinasi dengan pemerintah tingkat II seperti kabupaten/kota. Sehingga apapun menyangkut kepentingan masyarakat Batam, harus dibicarakan terlebih dahulu.

“Gaji sekarang Rp3 juta, listrik naik, ekonomi jatuh. Kenaikan ini dipaksakan,” katanya.

Sekretaris PLN Batam, Samsul Bahri mengaku sudah menerima revisi petunjuk teknis dari Pemprov Kepri. Sesuai revisi, kenaikan tarif listrik Batam 30 persen yang sudah diberlakukan sejak dua bulan terakhir akan diturunkan menjadi 15 persen hanya untuk golongan 6 ampere.

“Ini untuk pemakaian Mei atau pembayaran Juni. Kalau pemakaian Maret dan April tetap 30 persen. Sementara tarif golongan R1 2200 VA (10 ampere) tetap naik 30 persen,” katanya.

Naik Tiga Tahap

Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan, besaran kenaikan tarif listrik Batam tetap 45 persen, tidak ada perubahan. Namun, kenaikan itu dibagi dalam tahapan dengan masing-masing tahapan naik 15 persen.

“Tentunya dengan diberlakukan tiga tahap akan meringankan beban masyarakat Batam yang saat ini perekonomiannya tengah terpuruk,” kata Rudy di Tanjungpinang, kemarin.

Selain meringankan masyarakat Batam, jelasnya, PLN Batam juga akan tetap bisa beroperasi dengan normal. Dan untuk kenaikan tahap kedua dan ketiga harus diperhitungkan betul waktunya.

Menurutnya, dalam pembahasan sebenarnya DPRD Kepri telah merekomendasikan ke gubernur agar kenaikan tarif listrik Batam sebesar 45 persen itu diberlakukan tiga tahap. Pertimbangannya agar tidak memberatkan masyarakat.

“Saya yakni gubernur pada saat mengambil kebijakan pertama itu sudah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan melihat keadaan PLN dan kondisi masyarakat Batam,” jelasnya.

Anggota DPRD Kepri lainnya, Taba Iskandar mengatakan, terkait ini memang gubernur sepertinya tidak mengindahkan usulan atau masukan dari hasil pembahasan DPRD Kepri dan Bank Indonesia (BI) yang menyarankan agar pemberlakukan kenaikan tarif listrik Batam dilakukan bertahap dan tidak memberatkan masyarakat.

“Memang gubernur memberlakukannya secara bertahap dua kali, namun tahap pertama 30 persen tentu memberatkan masyarakat Batam yang perekonomiannya tengah lesu,” jelasnya.

Apabila gubernur, tambahnya, memberlakukan dalam Pergub itu langsung tiga tahap dan besarannya pas, dipastikan masyarakat Batam akan menerimanya.

“Tentu dengan naik 30 persen di tahap pertama, masyarakat sangat terbebani dan keberatan. Sehingga timbul aksi demo menolak kenaikan tarif listrik Batam itu,” ujarnya.

Gubernur juga jangan gamang, seolah tidak ada ketegasan terkait tarif listrik Batam ini. Di mana sebelumnya mengatakan akan merevisi Pergub saat menghadapi pendemo, tetapi selang beberapa hari menyatakan tidak akan merevisinya. Tentunya masyarakat merasa dibohongi.

“Bila tegas menyampaikannya bahwa tarif listrik Batam tetap 45 persen, namun akan dilakukan perubahan pemberlakuannya, tentunya masyarakat tidak merasa dibohongi. Sebab, tanggapan masyarakat apabila dilakukan revisi pergub tersebut tentunya akan ada perubahan angka kenaikan tersebut,” jelasnya.

Seharusnya, kata politisi senior partai Golkar ini, gubernur saat akan mengatakan kepada masyarakat terkait kebijakannya itu dilakukan dulu kajian dan mempelajarinya dulu.

“Harus konsisten pemimpin itu. Bila naik katakan tetap naik dengan jujur. Terangkan dan beri pemahaman kepada masyarakat kenapa ini harus naik. Sebab, DPRD juga menetapkan dengan merekomendasikan tarif listrik Batam kepada gubernur itu telah melakukan kajian mendalam,” tambahnya.

Taba mengatakan, saat ini ekonomi masyarakat tengah sulit dan bukan hanya masyarakat Kepri saja, tetapi kesulitan ekonomi ini dirasakan menyeluruh di Indonesia. Tentunya ini harus ada jalan keluarnya, jangan mengatasi masalah justru timbul permasalahan baru.

“Terkait tarif listrik Batam ini, harusnya buka saja ke masyarakat. Bagaimana hitung-hitungannya apakah benar PLN mengalami krisis keuangan dan akan kolaps bila tidak dinaikkan. Buka saja ke publik dan katakan sejujurnya walau itu pahit,” tegasnya. (sb)

About admin

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *