Home / EkBis / Target Berat Pemerintah Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Depan
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Wismana Adi Suryabrata (foto:net)

Target Berat Pemerintah Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Tahun Depan

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Jakarta -Upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun depan di angka 5,4 persen tidak semudah yang dipikirkan. Tahun politik, serta penyatuan visi misi antara pemerintah pusat dan daerah adalah sejumlah tantangan yang harus dihadapi pemerintah untuk mencapai target tersebut. Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede menilai, target pertumbuhan ekonomi yang disepakati pemerintah tahun depan masih realistis, tanpa menghilangkan rasa optimisme. Proyeksi tersebut pun diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi para pelaku usaha.

“Optimis, tapi masih realistis dibandingkan beberapa tahun yang lalu,” kata Josua, di Jakarta, Kamis 26 Oktober 2017.

Josua tak memungkiri, keyakinan pemerintah mematok angka pertumbuhan 5,4 persen memang sejalan dengan kondisi sejumlah indikator, salah satunya ekonomi makro nasional yang mulai membaik. Namun, ada beberapa hal yang tetap perlu diwaspadai pemerintah.

“Mulai tahun depan itu sudah ada Pilkada dan Pilpres, dan ini bisa menahan dunia usaha untuk melakukan ekspansi, dan menurunkan sentimen bisnis dan minat investasi,” katanya.

Perpaduan visi dan misi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah jelang tahun politik pun menjadi tantangan tersendiri. Menurut Josua, tanpa adanya harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sulit untuk mengejar target di level tersebut.

“Jangan Presiden visinya A, pemerintah daerah maunya Z. Harus satu visi, terutama dari sisi belanja. Sekarang anggaran daerah masih parkir di BPD. Sehingga tidak efektif, dan mengena di sektor riil,” jelasnya

Pembangunan di sektor infrastruktur masih membutuhkan banyak biaya.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencatat, dampak pembangunan infrastruktur pada tahun ini dan tahun depan masing-masing bisa mencapai 1,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Realisasi tersebut, berasal dari pembangunan konstruksi dan biaya operasional pada tahun tersebut. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Wismana Adi Suryabrata, mengungkapkan, apabila semua proyek yang ditargetkan konstruksi tahun ini dan tahun depan bisa berjalan dengan optimal, maka dampak terhadap produk domestik bruto secara total bisa mencapai 1,5 persen.

“Kalau hitung-hitungan sederhana, kontribusi dari alokasi kita (APBN) untuk konstruksi sekitar satu persen. Alokasi untuk operasional, itu sekitar 0,3-0,5 persen. Kalau bisa terlaksana semua, bisa 1,5 persen,” kata Wismana, di Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.

Wismana menjelaskan, kontribusi tersebut bisa saja semakin bertambah di masa depan, seiring dengan minat investasi yang masuk ke Indonesia. Kas keuangan negara yang selama ini digelontorkan untuk mempercepat pembangunan, diharapkan dapat mengundang investasi masuk ke sejumlah proyek.

“Jadi arahnya diharapkan, dari membangun, nanti bisa mendorong investasi. Jadi pertama, multiplier effect pada tahun tersebut akan ada, kedua tentu dalam jangka panjang akan lebih besar,” ujarnya.

Menurut Wismana, dampak pembangunan tersebut pun bisa saja bergeser ke tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan progres proyek pembangunan. Namun pada akhirnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir bisa menjadi penopang perekonomian ke depan.

“Jadi ada efek langsung, dan efek jangka menengah. Kalau ada leg-nya, dia akan mendorong investasi pada tahun berikutnya,” ujarnya. (viva)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

BI dan Uniba Bekerjasama Dalam Mengembangkan SDM

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Bank Indonesia bekerjasama dengan Universitas Batam untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *