Home / Info Cerdas / Tanjung Harapan – Bagian 2
Tanjung Harapan (Cape of Good Hope)

Tanjung Harapan – Bagian 2

Misteri Tanjung Harapan

Kawasan perairan ini bernama Tanjung Harapan atau juga di kenal sebutan Tanjung Badai di Afrika Selatan, selama ratusan tahun sudah banyak kapal besar yang tenggelam di sini, bagi para pelaut perairan Tanjung Harapan merupakan daerah yang di anggap berbahaya karena tanpa sebab tiba-tiba sering terjadi gelombang raksasa yang tingginya dapat mencapai 30 meter, padahal saat itu laut sedang tenang kemudian gelombang itu akan membentuk rongga yang sangat besar. Menurut para ilmuan ombak mematikan yang mereka sebut sebagai Gelombang Sulitan itu merupakan gabungan dari 2 ombak. Sebenarnya fenomena ombak ini biasa terjadi di lautan tetapi area tanjung harapan merupakan perairan yang paling berbahaya di banding dengan Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik.

Tanjung Harapan atau yang biasa disebut Tanjung Badai. Di Tanjung Harapan ini banyak kapal yang mengalami kerusakan dan akhirnya tenggelam di dasar laut Tanjung Harapan ini. Diduga tenggelamnya banyak kapal dari zaman dahulu ini akibat adanya ombak yang mematikan sehingga banyak kapal yang tidak bisa menghindarinya. Ombak ini dipercayai menjadi ombak yang sangat berbahaya di lautan karena ombak di Tanjung Harapan ini adalah ombak yang terdiri dari ombak panas dan dingin yang menjadi satu sehingga menimbulkan ombak yang tinggi yang mampu menyapu apa saja di atasnya.

Oleh karena itu hingga kini masih banyak kapal tenggelam yang belum ditemukan bangkainya karena diduga telah rusak menjadi berkeping-keping saat di hantam ombak di Tanjung Harapan ini. Oleh karena itu, banyak pelayar yang menghindari rute Tanjung Harapan ini dan lebih memilih untuk menempuh jarak yang lebih jauh lagi.

Baca Juga  Sir Joseph Wilson Swan, Penemu Lampu Pertama Sebelum Thomas A. Edison

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *