Home / Info Cerdas / Tanjung Harapan – Bagian 1

Tanjung Harapan – Bagian 1

APA ITU TANJUNG HARAPAN?

Tanjung Harapan (Inggris: Cape of Good Hope, Afrikaans: Kaap die Goeie Hoop, Belanda: Kaap de Goede Hoop, Portugis: Cabo da Boa Esperança) adalah sebuah tanjung bebatuan yang terletak di pantai yang menghadap Samudera Atlantik di Afrika Selatan. Banyak salah paham yang menyatakan bahwa Tanjung Harapan adalah ujung paling selatan dari Benua Afrika, namun sebenarnya ujung selatan dari Benua Afrika ada pada tempat yang berada 150 km ke arah tenggara bernama Tanjung Agulhas. Kesalah pahaman tersebut diyakini bermula karena Tanjung Harapan merupakan titik geografi penting bagi para pelayar Portugis yang ingin berlayar menuju belahan dunia timur.

Tanjung Harapan sendiri adalah di sudut selatan-barat dari Tanjung Peninsula, sekitar 2,3 kilometer (1,4 mil) barat dan sedikit di sebelah selatan Cape Point di pojok selatan-timur. Sedangkan Cape Town adalah sekitar 50 kilometer ke utara Cape, dalam Table Bay di ujung utara semenanjung. Semenanjung membentuk batas barat False Bay. Secara geologis, batuan ditemukan di dua tanjung, dan memang lebih banyak dari semenanjung, merupakan bagian dari Table Mountain Group, dan terbentuk dari jenis yang sama dari batupasir sebagai Table Mountain itu sendiri. Kedua Tanjung Harapan dan Cape Point menawarkan pemandangan spektakuler, seluruh bagian selatan Semenanjung Cape adalah liar, kasar, indah dan umumnya taman nasional yang belum terjamah.

PENGERTIAN TANJUNG HARAPAN

Tanjung Harapan atau Cape of Good Hope, terletak di sebelah selatan Benua Afrika. Tanjung ini ditemukan oleh Bartolomeus Diaz pada tahun 1487. Karena di daerah ini ia sering dilanda badai, ia menamakannya “Tanjung Badai”. Tetapi raja Portugal, Joau, menamakannya “Tanjung Harapan”, sesuai dengan harapan Joau untuk menguasai kekayaan Negeri Timur yang berupa rempah-rempah, porselen, sutera dan keramik, baik yang berasal dari Cina maupun India. Selain itu ia juga berharap dapat mengkristenkan seluruh penduduk Afrika, dengan cara menduduki Afrika. Dalam benaknya terbayang betapa mudahnya upaya pengkristenan ini kalau saja ia dapat menghubungi Prester John, seorang raja kristen kaya raya dan berkekuasaan luar biasa, yang pada satu saat bertempat tinggal di Asia dan pada saat lain di Afrika. Legenda ini berkembang dan dipercaya banyak orang pada abad ke 12 hingga 16.

Baca Juga  Peristiwa 10 November

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Pemkab Bintan Menargetkan Seluruh Desa Memiliki BU di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menargetkan seluruh desa memiliki Badan Usaha Milik Desa pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *