Home / Nasional / Sungai Citarum Perlahan Harum

Sungai Citarum Perlahan Harum

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Jakarta – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III Siliwangi, Kolonel Arh Desi Ariyanto mengatakan, progam ‘Citarum Harum’ yang digalakkan Presiden Jokowi, membuat masyarat di sekitar sungai terpanjang di Jawa Barat itu berubah dan mengedepankan tata lingkungan.

Dia menuturkan, kini masyarakat sudah mengubah pola hidup mereka demi merawat lingkungan tempat tinggal mereka. Di mana pola bertani yang selama ini dilakukan mengedepankan aspek ekonomi hasil pertanian, namun kali ini mengedepankan aspek ekologi.

“Permasalahan di hulu itu kan hutan gundul dan masyarakat kebanyakan kerja jadi buruh tani perkebunan kentang. Sekarang mereka sudah mulai sadar bahwa hal itu akan merugikan,” ujar Desi dalam keterangannya, Rabu (25/4/2018).

Dia mengungkapkan, kini para petani di sekitar Citarum mulai menanam buah-buahan, kopi dan tanaman berbatang keras lainnya. Keinginan mengubah komoditas pertanian ini juga difasilitasi oleh Satgas Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Citarum dengan menyediakan bibit.

“Kita akomodir mereka ingin tanam apa. Misalnya buah-buahan, kita wadahin juga, siapkan bibitnya, dan sudah ribuan pohon ditanam. Jadi tidak nanam lagi sayuran yang tidak punya kekuatan ekologis atau menahan longsor,” ungkap Desi.

Dia menyadari, perubahan komoditas pertanian ini tidak akan langsung berdampak bagi lingkungan sekitar Citarum. Namun, satu langkah yang membuat para petani menjadi mandiri.

“Tapi ke depannya mereka sudah mandiri dalam bertani, dan setidaknya kini sudah tidak lagi jadi buruh,” kata Desi.

Sementara itu, terkait limbah, masih kata dia, masyarakat sudah diedukasi, sehingga tumbuh kesadaran untuk tidak membuangnya sembarangan. Hal ini sangat penting mengingat akhir tahun 2017, Tim Survei Kodam III Siliwangi mencatat sebanyak 20.462 ton sampah organik dan anorganik dibuang ke Sungai Citarum. Tinja manusia 35,5 ton per hari dan kotoran ternak 56 ton per hari. Bahkan menurutnya, Satgas Citarum sudah menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di dekat permukiman warga.

“Kenapa banyak sampah di Citarum? Ternyata mereka bingung mau dibuang kemana. Tempat sampah penuh. Ini yang dibetulkan Satgas Citarum. Setelah sosialisasi, akhirnya di beberapa tempat dibuat TPS sementara,” jelas Desi.

Untuk pengelolaan sampah sementara, lanjut dia, Satgas Citarum memberikan kepercayaan Babinkamtibnas dan Babinsa setempat menjadi penanggungjawab bank sampah. (lvi)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Menyapa Kota Bandung dari Gunung Batu Lembang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bandung – Lembang terkenal sebagai tujuan wisata bagi para pengunjung Kota Bandung. Meski jaraknya cukup jauh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *