Home / Wisata / Sultan Muayatsyah, Nissan Makamnya Dipahat Dari Batu Laut
Makam Sultan Abdullah Muayatsyah di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (foto:net)

Sultan Muayatsyah, Nissan Makamnya Dipahat Dari Batu Laut

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bintan – Makan Sultan Abdullah Muayatsyah terletak di Desa Batu Lepuk, Kecamatan Tambelan dan termasuk wilayah Kabupaten Bintan.  Pulau Tambelan ini juga sempat menjadi Pusat Pemerintahan kesultanan Johor tepatnya tahun 1623. Sultan Abdullah Muayatsyah merupakan sulatan Johor IV yang memerintah tahun 1615-1623. Makam tersebut sampai saat ini sudah dua kali dipugar.

Pada pemugaran pertama dengan melakukan pemindahan makam. Menurut Zainudin, tokoh warga Tambelan makam pertama berada di dekat hulu sungai Desa Batu Lepuk. Namun karena ahli waris khawatir makam tersebut akan hilang karena abrasi air laut, makam kemudian dipindah kedataran yang agak tinggi seperti saat ini. Yaitu tak jauh dari SD Negeri 003 Tambelan. Mantan Ketua Dewan Kehormatan Lembaga Adat Melayu (LAM) Tambelan ini juga menjelaskan makam sultan ini memiliki batu nisan yang terbuat dari batu laut yang dipahat. Dibatu nisan ini juga terdapat prasasti tulisan nama sulatan dengan ejaan Arab Melayu. Menurutnya yang menulis nama di nisan tersebut ialan Sultan Mansur, yang juga masih kerabat kesultanan Johor.

Kemudian pemugaran kedua dilakukan sekitar tahun 2.000-an Alvian menjabat sebagai Camat Tambelan. Pemugaran kedua dilakukan dalam bentuk pembangunan komplek pemakaman. Selanjutnya Pemkab Bintan memasang papan plang bahwa makam tersebut merupakan benda situs sejarah dan benda cagar budaya di komplek makam itu. Makam ini sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya saat kita masih bergabung dengan Provinsi Riau. Menurut Zainudin dulu ada dana pemeliharaan makam ini yang diberikan Batu Sangkar.

Selain letaknya jauh dan memakan waktu lama untuk mencapai Tambelan, merurut Zainudin ceritanya duplikat makam sultan Abdullah Muayatsyah juga telah dibangun di Johor.

Kondisi makam saat ini tidak begitu terawat. Namun begitu bangunan komplek makam masih kokoh dan bagus. Hanya saja sekitaran komplek makam terlihat kotor. Rumput liar juga sudah tumbuh di beberapa sisi komplek pemakaman. Menurut beberapa warga, gotong-royong membersihkan makam tetap dilakukan warga namun tidak rutin hanya saat menjelang hari besar, seperti hari raya Idul Fitri. Itu karena warga sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.

Bagaimana makam Sultan Johor IV ini bisa berada di Tambelan. Banyak versi kisah yang dituturkan masyarakat setempat. Namun versi yang paling masyhur di kalangan warga menuturkan bahwa Sultan Johor IV tersbut sampai ke Tambelan karena tekanan dari kerajaan Aceh yang saat itu di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda. (tb/editor:yd)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Perwakilan Kepri Mendapat Penghargaan di AKBN

HANGTUAHNEWS.CO.ID,  Bintan – Sanggar Seni Sang Nila Utama Kabupaten Bintan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *