Home / Pendidikan / SMKN 2 Batam, Nofrizal : Kami Tidak Memberlakukan Pemantapan

SMKN 2 Batam, Nofrizal : Kami Tidak Memberlakukan Pemantapan

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam  Bagi siswa kelas akhir, tambahan bimbingan belajar (bimbel) sangat diperlukan untuk persiapan menghadapi UN. Pihak sekolah umumnya menghimbau kepada wali murid agar memberikan persiapan pada putra putrinya dengan mengikuti program bimbel di luar sekolah.

Dan itu juga dilakukan oleh SMKN 2 Batam, yang menganjurkan para orang tua siswanya memberikan bimbel di luar, namun justru para orang tua mengeluhkan tingginya biaya bimbel di luar tersebut.

“Wali murid justru minta kepada sekolah agar memberikan bimbel kepada anak-anaknya melalui program pemantapan, sehingga tahun lalu kami mengadakan pemantapan pada siswa kelas XII sebesar Rp. 800.000, tapi untuk tahun ini kami tidak lagi memberlakukan pemantapan, silahkan cari bimbel di luar saja,” tegas Nofrizal, kepsek SMKN 2 Batam kepada Hangtuah Pos yang menemuinya rabu (21/9) terkait pengaduan salah satu wali murid siswanya tentang dikenainya biaya Rp. 850.000 untuk pemantapan tahun ini.

Nofrizal mengaku cukup kesal dengan pengaduan wali murid kepada sejumlah media massa bahwa pihak sekolah seolah mengambil keuntungan dari program pemantapan tersebut. “Tahun lalu ada pemantapan itupun justru wali murid yang meminta ke pihak sekolah agar diadakan, bahkan kami ada persetujuan hitam di atas putih kalau mereka yang minta adanya pemantapan,” sergahnya.

Oleh karena itu, ia selaku kepsek menegaskan untuk tahun ini siswa mencari tambahan bimbel dari luar. “Kita akan kumpulkan para orang tua siswa nanti hari sabtu (24/9) untuk menegaskan kembali perihal ini. Bila orang tua bersikukuh meminta pihak sekolah memberikan pemantapan, kami akan berlakukan sama seperti tahun lalu, harus ada persetujuan dari pihak orang tua siswa hitam di atas putih agar kami tidak dipersalahkan lagi, tahun ini saya belum ada perintah pemberlakuan pemantapan, kalau ada siswa ngomong begitu, asal bunyi saja dia,” sergah Nofrizal, sembari mengatakan pula bahwa agar bila ada keluhan apapun, wali murid harus menghubungi pihak sekolah secara langsung. “Bahkan masalah pemberian ijazah siswa tahun lalu, ijazah tetap diberikan walau tidak diberikan uang pemantapan asalkan wali murid datang ke sekolah untuk mengklarifikasi bahwa mereka tak sanggup bayar, dan ijazah diberikan,” ujar Nofrizal.

Baca Juga  Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB Kepsek)

Vita Marthina, waka kurikulum SMKN 2 Batam menambahi bahwa ijazah sedang diproses penyelesaiannya. “Kami tidak ada menahan-nahan ijazah siswa, saat ini sedang dalam proses penyelesaian, yang sudah selesai sudah kami berikan,” tutupnya. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *