Home / Serba-Serbi / Seminar Nasional Penegakan Hukum Lingkungan
Dirjen Gakkum kementerian lingkungan hidup RI Drs. Rasio Ridho Sani, M. Com, MPM memberikan sambutan dalam pembukaan seminar nasional penegakan hukum lingkungan dan gerakan penanaman sejuta pohon di Kepri selasa (28/2) lalu.

Seminar Nasional Penegakan Hukum Lingkungan

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Menyikapi masalah-masalah umum yang berkaitan dengan lingkungan hidup akhir-akhir ini, seperti illegal fishing, reklamasi daerah, pembakaran hutan dan masih banyak lagi, menjadikan laskar melayu bersatu dan KPLHI provinsi Kepri bersama mengajak pemerintah kota Batam dan Kepri mulai mendobrak semangat penegakan hukum lingkungan serta menggelar aksi penanaman sejuta pohon untuk provinsi Kepri dengan menggelar seminar nasional, selasa (28/2), bertempat di Gedung LAM Batam Centre.

Dihadiri oleh Dirjen Gakkum kementerian lingkungan hidup RI Drs. Rasio Ridho Sani, M. Com, MPM, pembicara Prof. DR. Asep Warlan Yusuf, SH.MH, Panglima besar laskar melayu Letjen TNI (Purn) datuk Srilela Setia Negara H. Syarwan Hamid, kepala dewan pembina KPLHI Laksamana pertama TNI Dr. Endy Samsuhari, S.Pd, M.MPd, M. Excel, ketum KLPHI Iwan Setiawan Frahaneta, wakil walikota Tanjungpinang mewakili gubernur Kepri, juga kepala dinas BLH Yeri Supriyatna.

Adapun dalam sambutan pembukaan seminar, selain masalah illegal fishing, reklamasi daerah maupun pembakaran hutan, Ridho Sani juga menyinggung masalah penebangan pohon mangrove yang ada di Karimun serta peternakan babi yang ada di dam Duriangkang, sehingga kepada Hangtuah Pos sebelum seminar yang digelar usai makan siang, Endy Samsuhari secara gamblang menjelaskan dengan banyaknya permasalahan lingkungan hidup tersebut itulah timbul gagasan menggelar seminar tersebut, mengacu kepada UU Lingkungan Hidup nomor 32 tahun 2009 untuk menjaga dan memelihara darat, laut dan udara di NKRI ini demi kesejahteraan bersama didasarkan pada UUD 1945.

Endy Samsuhari, pembina KPLHI saat wawancara dengan Hangtuah Pos sebelum seminar.

“Banyaknya masalah lingkungan hidup ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah khususnya, para pengelola lingkungan dan juga pemilik industri, sehingga digelarlah seminar ini, di Kepri sudah pernah digelar seminar semacam ini tahun 2016 lalu, harapannya setelah seminar ini akan ada aksi nyata dari pemerintah khususnya di kota Batam ini dan juga pemerintah daerah agar betul-betul menegakkan hukum lingkungan hidup berkaitan dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan, yang membuat terjadinya bencana alam akibat perbuatan orang-orang yang tak bertanggungjawab, membenahi mana yang legal dan mana yang ilegal, demi masa depan anak cucu kita lebih baik dalam hal lingkungan hidup yang sehat,” urai Endy.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus DPW LMB Kepri dan Pengurus DPD LMB Kab/Kota se-Kepri

Sebelum seminar, digelar aksi penanaman bibit pohon di depan gedung LAM Batam Centre oleh para undangan dan narasumber seminar menandakan aksi penanaman sejuta pohon di wilayah Kepri secara simbolis. (dian)

Rangkaian aksi tanam bibit pohon di depan gedung LAM sebagai penandaan aksi penanaman sejuta pohon di Kepri secara simbolis dan wawancara khusus.

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Pemkab Bintan Menargetkan Seluruh Desa Memiliki BU di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menargetkan seluruh desa memiliki Badan Usaha Milik Desa pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *