Home / EkBis / Sekretaris Daerah Kepualauan Riau Minta TPID Bekerja Dengan Baik
TS Arif Fadillah saat membuka High Level Meeting Rapat TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Prov. Kepulauan Riau, di Rupatama Lantai 4 dompak, Senin (8/5).

Sekretaris Daerah Kepualauan Riau Minta TPID Bekerja Dengan Baik

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah provinsi Kepri H. TS Arif Fadillah meminta agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bisa bekerja dengan baik dan maksimal, apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan dan hari raya idul fitri. Hal tersebut Arif sampaikan saat membuka High Level Meeting Rapat TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Prov. Kepulauan Riau, di Rupatama Lantai 4 dompak, Senin (8/5).

“Ini agar menjadi perhatian khusus pemerintah karena menyambut bulan ramadhan dan lebaran sebentar lagi, kepada setiap tim TPID yang telah di bentuk di masing-masing kabupaten dan kota segera menyampaikan data kebutuhan persediaan barang serta kendala dalam pemenuhannya,” ujar Arif.

Dilanjutkan Arif bahwa Pemerintah Daerah harus berfikir keras untuk mengantisipasi pelonjakan permintaan serta kenyamanan dalam beribadah di bulan Ramadhan dengan memperhatikan beberapa hal seperti terjaganya listrik, transportasi pengangkutan bahan-bahan pokok menjelang ramadhan dan lebaran.

Arif juga meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyurati ASDP agar menambahkan angkutan laut yaitu kapal roro dalam penyaluran barang ke daerah-daerah di Kepri. Dan untuk setiap OPD yang ditunjuk, seperti Disperindag agar segera menyurati dan membuat Nota dinas kepada masing-masing dinas terkait dalam persiapan menyambut bulan ramadhan.

“Untuk menetralkan dan menyeimbangkan harga pasar pemerintah akan membuat program pasar murah, kita yakin dengan adanya pasar murah akan meredakan harga yang melambung tinggi menjelang ramadhan dan lebaran,” lanjut arif.

Selanjutnya sambung Arif, Pemprov akan mengadakan rapat khusus menjelang lebaran nanti dengan gubernur yang di hadiri bupati dan walikota se-Kepri yang nantinya akan membahas beberapa hal seperti Media Cetak dan elektronik dalam penyebaran informasi, kebutuhan pokok, serta kebijakan-kebijakan apa yang harus dilakukan dalam pasukan Minyak dan gas serta Pengaruh listrik dalam bulan Ramadhan serta lebaran.

Sementara itu, Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar mengatakan Sejauh ini pasokan di Kepri aman selama bulan Ramadhan namun ada kecendrungan inflasi pada bulan Mei, Juni dan Juli. Namun untuk 4 bulan kedepan Panusunan Siregar Memastikan kebutuhan bahan pokok tercukupi.

“Inflasi Kepri selama 4 bulan terakhir mencapai 0.44 persen diharapkan 8 bulan kedepan harus menahan inflasi secara rata-rata dibawah 0.45 persen. Semoga dengan adanya data-data paparan yang disampaikan kepala BPS tentang inflasi di kepri, semoga pihak provinsi mempersiapkan semua sebelum Ramadhan. Jangan sampai bahan pokok tak ada di bulan Ramadhan dan itu akan menjadikan inflasi di Kepri,” ujarnya.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menurunkan inflasi Perlunya perlakuan terhadap tersedianya ayam ras, kangkung, bayam, beras, cabe merah, cabe rawit, daging sapi, kacang panjang, emas, serta angkutan udara menjelang mudik, ini untuk menurunkan inflasi di Batam dan juga Tanjungpinang.

“Ini merupakan keuntungan Kepri karena inflasi di Kepri ini rendah daripada inflasi nasional, investor akan melirik inflasi yg stabil, apabila inflasi terjaga kemasukan Kepri akan bertambah,” ujar Panusunan.

Dalam pada itu, Gusti Raizal Eka Kepala BI juga menambahkan agar angkutan-angkutan udara maupun laut perlu dilakukan pemantauan, jangan sampai kebutuhan angkatan laut berkurang dan itu bisa menjadikan peningkatan harga.

“Pemerintah pusat meminta Dengan adanya konfirmasi dan komunikasi tiap-tiap daerah ini bisa menghindari kekurangan menjelang Ramadhan, pemerintah juga menyampaikan jika bahan pokok cukup tentunya masalah distribusi juga perlu diperhatikan. Khusus kebutuhan pokok diluar daerah, perlunya bantuan dari dinas perhubungan, dan beacukai dalam proses pendistribusiannya. Beberapa hal juga perlu di perhatikan, yaitu implementasi kebutuhan pokok, program pemerintah dan permasalahan optimalisasi barang-barang holtikultura di kepri,” ujar Gusti.

Kesimpulan dari rapat ini, Kepri agar bisa menahan inflasi dalam bulan puasa dan lebaran, perlunya koordinasi antara TPID kabupaten kota agar tahu langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan. (kepriprov)

About admin

Lihat Juga

BPIH Batam Ditetapkan Sebesar Rp 32 Juta di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) untuk embarkasi Batam ditetapkan sebesar Rp 32.456.450. Besaran biaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *