Home / Pendidikan / Sekolah di Pulau Berhala Tidak Memiliki Gedung
Gedung PAUD tempat Siswa SMP Negeri 1 Singsel menumpang.

Sekolah di Pulau Berhala Tidak Memiliki Gedung

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Lingga – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Desa Berhala, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga sudah tujuh tahun didirikan namun masih menumpang di gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena tidak memiliki bangunan sendiri.

“Selama tujuh tahun kami menumpang di gedung PAUD, karna sekolah ini berdiri tanpa bangunan sekolah,” kata Afrida Kartika, Kepala SMP Negeri 1 Singkep Selatan.

Selain menumpang di gedung PAUD siswa/siswi di Pulau Berhala ini juga berpindah-pindah menumpang di Sekolah Dasar dan sekarang kembali menumpang di gedung PAUD. Dampak belum tertata dengan baiknya sekolah-sekolah di pulau berhala serta minimnya fasilitas membuat anak-anak di Desa Berhala lebih memilih melanjutkan sekolah di kota bagi mereka yang mampu ketimbang harus sekolah di Pulau Berhala.

SMP Negeri 1 Singkep Selatan Pulau Berhala Desa Berhala saat ini memiliki 13 orang siswa dengan rincian lima orang dikelas tujuh, empat orang dikelas delapan dan empat orang di kelas sembilan. Sekolah ini dibantu enam orang tenaga pendidik dan kependidikan dimana empat orangnya merupakan guru ASN (Aparatur Sipil Negara) dan dua orang guru honor komite sekolah.

“Saya sangat berharap selama masih dipercaya menjadi kepala sekolah, saat ini gedung PAUD yang dibangun desa itu kami bagi tiga ruangan, untuk RKB dan Majelis guru, bayangkan saja gedung sekecil itu,” imbuhnya.

SMP Negeri 1 Singkep Selatan ini merupakan satu-satunya sekolah di perbatasan yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah, selain itu mengingat sekolah tersebut adalah sekolah negeri pihak sekolah juga mengharapkan agar dua orang guru honor komite di Sekolah tersebut dapat diangkat menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) kabupaten.

Melihat letak geografis pulau berhala yang merupakan pulau terluar di Provinsi Kepri serta berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Tanjabtim sudah selayaknya sekolah mereka dibangun untuk kepentingan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah. Meskipun dibangun selayaknya sekolah lainnya dengan fasilitas yang mumpuni harapan mereka cuku dibangun gedung sederhana satu untuk majelis guru dan satu untuk RKB (Ruang Kelas Belajar) saja sudah cukup.

Menanggapi hal tersebut Abdul Gani Atan Leman yang kebetulan menggelar reses di Desa tersbeut mengatakan akan berupaya menyampaikan hal ini kepada pemerintah daerah khususnya dinas terkait, namun hal tersebut tentu membutuhkan proses yang cukup panjang mengingat jumlah siswa di sekolah tersebut tidak begitu banyak.

” Dilihat dari jumlah siswa memang tidak banyak tapi dilihat dari letak geografis dan pulau perbatasan, hal ini sudah selayaknya dibangun oleh pemerintah,” sebutnya. (Ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

UN 2018 Diikuti 15.380 Siswa SMP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pekan depan siswa kelas IX SMP akan menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan data Dinas Pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *