Home / Politik / Sejarah Freeport Dan Permainan Geopolitik Amerika Terhadap Indonesia

Sejarah Freeport Dan Permainan Geopolitik Amerika Terhadap Indonesia

HANGTUAHNEWS.CO.ID, BATAM – Ketika tahun 1960, geologist Freeport memberikan konfirmasi kepada penemuan belanda  akan kekayaan deposit Ertberg perunggu dan emas, yang terkenal dengan nama Grasberg mine dialam yang sangat kasar dan pemukiman didalam  pegunungan Jayawijaya di wilayah Belanda New Guinea. Setelah tahun 1966, berdiri Freeport Indonesia, Inc. Negosiasi subsidi kontrak dengan pemerintah Indonesia kepada deposit pengembang Ertberg, didalam studi kelayakan, perkiraan geologist freeport menyatakan total 33 juta ton biji terdapat sekitar 2,5% perunggu. Ertberg merupakan tambang emas terbesar dunia yang pernah diketemukan. Kontruksi pertambangan dibuka  mulai bulan mei 1970 dan di pertengahan 1973 operasional pertambangan dibuka sepenuhnya. Kantor di Bechtel, di awal proyek kontraktor dinamakan mine development di Ertberg” Termasuk proyek pengembangan terberat yang pernah di buat ”termasuk pembangunan 101 km akses jalan dan kontruksi terbesar di dunia aerial tramway. Tramways digunakan untuk memindahkan orang dan supply biji emas.

Tahun 1970 perusahaan itu berganti nama dengan Freeport Mineral Company yang merupakan refleksi dari kebijakan produsen mineral campuran. Pada tahun 1981 Freeport Mineral Company bergabung dengan McMoRan Oil and Gas Company. McMoRan Oil and Gas Company didirikan pada tahun 1967 oleh tiga orang, William Kennon McWilliam Jr(Mc), James Robert (Jim Bob) Moffet(Mo) yang keduanya adalah seorang geologist petroleum dan Byron McLean Rankin Jr(Ran), seorang spesialis perijinan tanah dan operasi penjualan. Freeport merupakan pertambangan emas dan tembaga terbesar dunia dengan penghasilan sekitar 2,3 milyar dolar amerika pertahun atau sekitar 305 trilyun rupiah

Para pemegang saham Freeport :

  1. Freeport-McMoRan Copper and Gold (USA) 81,28 %
  2. Pemerintah Indonesia 9,36%
  3. PT.Indocopper Investama 9,36 %

Bahan bahan tambang yang di hasilkan : tembaga, emas, silver, molybdenum, rhenium.

Baca Juga  Freeport Diberi Izin Ekspor Sementara, Ini Alasannya

Namun ketika kita menilik Undang undang dasar 1954 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi : bumi dan air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat , lalu pertanyaan yang muncul dibenak saya dikemanakan larinya hasil tambang Emas terbesar di dunia itu dan mengapa hanya dinikmati oleh bangsa asing dan bukan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Belum mampukah anak negri ini mencetak ahli ahli pertambangan? Mengapa  presiden Joko Widodo juga tidak berhasil menasionalisasikan Freeport ketangan Negara? begitu kuatkah  Amerika dalam mengendalikan kebijakan kebijakan strategis indonesia. Lalu, benarkah NKRI ini sudah merdeka jika kenyataannya kebijakan strategisnya masih dikuasai oleh bangsa asing?

About admin

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *