Home / Serba-Serbi / Sebagian Besar Kecoa Bukan Hama

Sebagian Besar Kecoa Bukan Hama

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Sebagaimana yang umum prasangkakan, kecoa adalah hama yang menyebalkan, jorok, pemulung abadi yang tidak terpengaruh radiasi. Kita akan merasa lebih baik jika hidup tanpa mereka. Namun, pada kenyataanya terdapat hampir 5.000 spesies kecoa di dunia ini dan hanya sekitar 30 jenis yang memiliki kecenderungan mirip hama. Kecoa merupakan kelompok serangga terbatas yang memperlihatkan keragaman bentuk yang menakjubkan.

edisi_12_kecoak-jelekKurang dari 1% dari 4.800 spesies kecoa yang diketahui tidaklah mengganggu manusia, tetapi hanya sedikit dari kita yang memberikan kesempatan kepada 99% sisanya. Ini sangat tidak adil, kata Beccaloni, kurator serangga orthopteroid di Natural History Museum, London, Inggris. Dia menekankan jumlah spesies kecoa sama dengan mamalia. Jadi meremehkan kecoa, berdasarkan ketidaksukaan kita terhadap 30 spesies “seperti memandang semua mamalia memuakkan sama seperti tikus. Ada yang memahami pandangan dari Beccaloni, tetapi tetap tidak yakinkarena mamalia sangatlah beragam.

Menurut Beccaloni, kecoa hidup dalam habitat yang sangat beragam. Kecoa dapat ditemukan di semua benua, kecuali Antartika, dari hutan tropis sampai padang pasir. Namun keberadaan kecoa paling banyak ditemukan di daerah tropis, berada di tempat yang rendah dengan suhu tinggi. Meskipun demikian, ada juga spesies kecoa yang mampu bertahan di keadaan ekstrem. Eupolyphaga everestiana adalah jenis kecoa yang hidup di Mount Everest pada ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut. Karena hidup di lingkungan yang sangat beragam, tidak mengherankan jika bentuk dan ukuran kecoapun juga beragam.

Spesies terkecil dalam catatan adalah kecoa semut yang hidup di sarang semut pemakan daun di Amerika Utara. Hanya sepanjang beberapa milimeter, semakin terlihat kerdil jika dibandingkan tuan rumahnya. Sementara Megaloblatta blaberoides memiliki rentangan sayap lebih 18 cm. Yang lebih besar lagi kecoa burrowing raksasa dari Queensland, Australia. Serangga tanpa sayap ini panjangnya 8 cm dan beratnya 30 g. Kecoa yang dapat memenuhi telapak tangan ini kedengarannya menakutkan. Tetapi mereka sebenarnya tidak mengacuhkan manusia. “Kecoa badak raksasa hanya memakan kulit pohon dan daun mati,” kata Beccaloni.

Kebanyakan kecoa menjalakan peran ekologi sejenis, memakan bahan organik yang rusak sehingga menyediakan nutrien bagi organisma lainnya. “Terdapat sejumlah isyarat bahwa arti penting ekologi (kecoa) sangatlah besar,” kata Beccaloni. Bagi kebanyakan spesies, bahkan bagi sejumlah manusia, kecoa adalah makanan kecil yang populer. Ini membantu menjelaskan mengapa banyak kecoa menemukan cara untuk mencegah dimangsa. Kecoa pisang (Panchlora) melakukan kamuflase menjadi hijau agar membaur dengan lingkungannya.

Kecoa genus Perisphaerus dapat menjadi bola mirip armadillo. Spesies Prosoplecta berevolusi menjadi warna merah hitam yang tidak menarik seperti ladybird. Agar mendapatkan bentuk bundar, sayap belakangnya menggulung di bagian ujung “seperti payung”. Sejumlah spesies dapat menembakkan cairan seperti kecoa kutu Pasifik. Yang lainnya, seperti kecoa Madagascan, mengeluarkan suara ketika diganggu untuk mengusir pemangsa.

“Kecoa adalah salah satu kelompok, jika tidak yang paling beragam dari semua kelompok serangga, dalam kaitan dengan biologi reproduksinya,” kata Beccaloni. Karenanya kecoa menemukan berbagai cara untuk menghasilkan lebih banyak kecoa.

Sejumlah spesies sepertinya sama sekali parthogenetic berkembang baik tanpa hubungan seksual. Betina mengeluarkan tiruannya tanpa bantuan jantan atau hubungan seksual. Pada yang lainnya, betina dapat menjalankan peran seksual atau aseksual bergantung kepada keadaan. Meskipun demikian pada sebagian besar spesies betina menghasilkan kantung telur. Sebagian meninggalkannya begitu saja, sementara yang lainnya mengerami telur di dalam kantung di tubuhnya, mirip dengan melahirkan kecoa muda. Kecoa kumbang Pasifik sama sekali tidak meninggalkan telurnya. Betina menaruh telur langsung ke kantung. Dia memelihara mereka dengan memberikan cairan mirip susu – “protein kaya energi paling banyak nutrien yang pernah ditemukan,” menurut Beccaloni – sebelum melahirkan kecoa muda.

Jika ini seperti pernah didengar sebelumnya, yah memang sudah seharusnya. “Ini adalah keadaan yang sangat mirip dengan plasenta mamalia,” kata Beccaloni. Sebagai contoh, induk Thorax porcellana membawa bayinya di bawah sayap depan. Ini kedengarannya indah, sampai Anda mengetahui bahwa rahang bawah tajam mereka menyedot darah. “Mereka seperti vampire kecil,” kaya Beccaloni.

Karena begitu banyaknya adaptasi yang terjadi, tidaklah mengejutkan jika kecoa dapat selamat dari ledakan nuiklir. Tetapi toleransi terhadap radiasi adalah satu hal yang tidak mereka miliki. “Sebagian besar adalah mitos perkotaan,” kata Beccaloni. Manusia biasanya langsung meninggal jika terkena dosis sebesar 10 Grays. “Kecoa hanya sekitar lima kali, lebih imun,” kata Beccaloni. Sepertinya ini membuat kagum, tetapi ini sebenarnya berarti mereka “berada di bagian bawah toleransi radiasi di antara serangga,” katanya. Spesies lain dapat tetap hidup pada tingkat lebih dari sepuluh kalinya. (bbc/sw)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *