Home / Pendidikan / Rudi : TKI di Malaysia dan Singapura Harus Memiliki Skill
Foto Bersama Pengurus FKJP kota batam

Rudi : TKI di Malaysia dan Singapura Harus Memiliki Skill

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Demi upaya agar rakyat Indonesia umumnya dan masyarakat Batam khususnya yang berniat bekerja di luar negeri bisa memiliki skill yang mampu bersaing dengan tenaga kerja asing, Kementerian Tenaga Kerja Pusat bersama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam menggelar seminar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemagangan sekaligus pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) kota batam 2017-2020, yang berlangsung di vista hotel, jumat (27/10/17), dimana pelaksanaannya digelar selama 3 hari dari tanggal 26-28 oktober 2017.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Batam H. Muhammad Rudi, SE, MM, Kadisnaker Rudi Sakyakirti, SH. MH, Narasumber Staf Ahli bidang kerjasama internasional kementerian tenaga kerja Abdul Wahab Bangkona, direktur bina pemagangan kementerian tenaga kerja Drs. Asep Gunawan, ST. MM, Yanuar Dahlan, Abdi utomo, DR. Muhammad Gita, ketua Kadin kota batam Jadi Rajaguguk, kadisperindag Zarefriadi, ketua FKJP Ir. Sahat Sagala, dan para pelaku usaha kota Batam dan beberapa kepsek SMK kota Batam peserta seminar yang berjumlah 156 orang.

Dalam sambutannya, Rudi Sakyakirti mengharapkan agar dengan adanya Program Bimtek Pemagangan mampu untuk mencetak SDM yang dimaui oleh pasar industri, khususnya yang berada diluar negeri. Sedangkan Abdul Wahab dalam sambutannya mengatakan, informasi yang maju harus disesuaikan dengan skill yang maju juga, sehingga perlu adanya pelatihan/pemagangan yang lebih intens untuk kualitas SDM yang mumpuni. Dan kualitas dari SDM tidak datang tiba-tiba, sehingga perlu adanya wadah untuk menggodok skill (candradimukanya pendidikan dan pelatihan), pemagangan harus mengikuti standar industri sebagai standar kompetensi. Dan pastinya instrumen yang dipakai untuk melihat kesuksesan suatu pemagangan adalah hasil kerja nyata dari SDM tersebut.

Ia menyatakan rasa gembiranya telah beberapa kali berhasil membawa beberapa orang tenaga kerja untuk magang ke jepang dan akhirnya memiliki skill yang diinginkan pasar industri. Untuk itu dikatakannya pemagangan merupakan mobilisasi tenaga kerja yang diminati dibanyak negara, sehingga ia berharap walikota batam membackup program BLK yang hendak digagas di kota Batam.

“Supaya kekayaan sumber daya alam agar bisa diberdayakan demi kesejahteraan rakyatnya, dengan kemampuan skill rakyat itu sendiri,” imbuhnya.

Dilanjutkan dengan sambutan Walikota Batam Muhammad Rudi, bahwa sekarang ini dengan keberadaan kepala BP Batam yang baru, Lukita Dinarsyah tuwo, mereka bisa saling bersatu dan bekerjasama serta ia sangat mengharapkan dukungan semua pihak baik pengusaha maupun masyarakat Batam untuk saling berupaya memajukan kembali perekonomian di Batam sebesar 7% dalam kurun waktu 2 tahun. Untuk itu dalam kapasitasnya, Rudi menegaskan perlunya regulasi yang jelas untuk suatu kewenangan wilayah kerja, agar tak saling tumpang tindih sehingga menghambat jalannya kemajuan pembangunan. Itupun yang diinginkannya nantinya pada kepemimpinan kepala BP Batam baru, dalam hal birokrasi tidak perlu berbelit-belit, apa yang diberikan kepada satu daerah harus disesuaikan dengan keperluannya. Rudi juga menginformasikan bahwa akan segera di buka line penerbangan langsung dari korea ke kota Batam.

Yang perlu dibenahi saat ini adalah masalah lahan dan pelabuhan. Bahkan masalah adanya pendirian BLK itupun karena masalah lahan yang tak jelas perijinannya. Oleh karena itu ia meminta Rudi Sakyakirti untuk segera membuat surat untuk BP Batam guna menyikapi pengadaan lahan bagi pembangunan BLK, serta di bukanya penampungan khusus tenaga kerja di pelabuhan yang sering dilewati keluar masuk para tenaga kerja yang hendak ke Malaysia maupun Singapura, agar di penampungan tersebut para calon tenaga kerja bisa dibina dan akhirnya memiliki skill sehingga bekerja di Malaysia maupun Singapura tidak hanya menjadi buruh kasar.

“Pak Wahab, alhamdulilah sudah berhasil membawa tenaga kerja magang ke jepang, namun jika dibandingkan dengan jumlah seluruh masyarakat indonesia, itu masih sangat sedikit, yang paling banyak adalah yang ke malaysia, Singapura dan hongkong hanya jadi buruh kasar, ” kata Rudi.

Untuk itu ia juga mengajak para Kepala Sekolah SMK Kota Batam untuk ikut menempa para siswanya memiliki skill yang dimaui pasar industri baik lokal maupun luar negeri. Dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) kota batam periode 2017-2020 oleh walikota Batam, penyematan pin FKJP serta penandatanganan MOU pemerintah kota Batam dengan perusahaan pemagangan tahun 2018 yang disaksikan oleh walikota Batam, direktur bina pemagangan dan kadisnaker Kota Batam. (dianHP/editor:yd)

 

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *