Home / Nasional / Reaksi Warga Jambi Bila Puncak Gunung Kerinci Diberi Nama Puncak Jokowi
Hamparan perkebunan teh di kaki Gunung Kerinci

Reaksi Warga Jambi Bila Puncak Gunung Kerinci Diberi Nama Puncak Jokowi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Jambi – Selama ini Gunung Kerinci disebut juga dengan nama Puncak Indrapura yang berarti atapnya Sumatera. Ini wajar karena gunung yang berstatus Gunung Api tertinggi di Indonesia ini merupakan titik puncak tertinggi di Sumatera. Gunung ini juga masuk dalam tujuh gunung tertinggi di Indonesia.

Gunung Kerinci terletak di bagian barat Provinsi Jambi. Gunung ini dikelilingi lebatnya hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan habitat harimau dan badak Sumatera. Dari Puncak Kerinci, pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, hingga Bengkulu. Bahkan, Samudra Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas.

Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat Danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat Gunung Tujuh dengan kawah indah yang hampir tak tersentuh. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada 2009.

Sejumlah warga dan tokoh masyarakat Jambi kompak menolak wacana atas usulan pemberian nama puncak Gunung Kerinci sebagai Puncak Joko Widodo (Jokowi). Sebab, pemberian nama itu dinilai ada unsur politis. Selain itu, pemberian nama atas puncak gunung api tertinggi di Indonesia itu justru akan menuai perpecahan di kalangan masyarakat.

Apalagi, rencana atas pemberian nama itu justru dimotori oleh beberapa tokoh masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

“Padahal wilayah Gunung Kerinci sebagian besar itu ada di Jambi di Kabupaten Kerinci. Kami warga Kerinci menolak atas rencana itu,” ujar Agung, salah seorang warga sekaligus salah satu pegiat lingkungan di Kerinci saat dihubungi, Sabtu (17/2/2018).

Menurut dia, Gunung Kerinci setinggi 3805 Mdpl adalah ikon pariwisata yang besar. Sehingga tidak elok apabila namanya diubah menjadi Puncak Joko Widodo. “Nanti akan dikoordinasikan bersama para pegiat dan pencinta alam di Kerinci. Kami keras menolak rencana itu. Itu tidak baik untuk sektor pariwisata,” ucap Agung menegaskan.

Sikap penolakan juga dikatakan salah satu anggota DPRD Provinsi Jambi, Bustami Yahya. Menurut dia, pemberian nama dalam konteks pariwisata tidak dibenarkan dengan pemberian nama politis.

Jalan berkelok, pegunungan yang menghampar diselingi udara berkabut nan dingin menjadi pemandangan indah di kawasan Gunung Kerinci yang tak banyak ditemukan di daerah lain.

Dari sejumlah sumber media lokal di Sumatera Barat, ide pemberian nama Puncak Joko Widodo itu muncul saat gelaran Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2018 lalu. Saat itu, Presiden Jokowi hadir langsung dalam acara tahunan itu. Saat itu lah sejumlah pegiat wisata Kerinci didukung sejumlah tokoh menyampaikan wacana tersebut. Apalagi, baru saja membuka jalur pendakian baru menuju puncak Gunung Kerinci dari Solok Selatan.

Dikutip dari laman radiotemansejati.com, wacana tersebut didukung oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irwan Afriadi ketika menghadiri pelepasan pendakian perdana Gunung Kerinci via Solok Selatan di daerah Bangun Rejo, Kamis, 15 Februari 2018.

“Ini merupakan bentuk apresiasi kita kepada beliau (Jokowi). Pada waktu acara HPN beliau melakukan promosi yang sangat luar biasa di depan 26 Duta Besar Negara Luar, banyak Menteri, dan dihadiri oleh ratusan Media Lokal, Nasional dan Internasional,” ujar Irwan.

Selain itu, kata dia, Jokowi juga pernah melakukan pendakian kerinci pada tahun 1983, dan hal tersebut sangat berkesan bagi beliau. Terlebih waktu itu Jokowi melalui Solok Selatan untuk sampai di Kresik Tuo, nama daerah di Kabupaten Kerinci.

“Ini baru usulan dan pelang namanya kita akan letakkan di puncak Kerinci 3805 Mdpl, kalau beliau setuju ya Alhamdulillah, kalau tidak setuju nanti akan kami turunkan kembali,” imbuhnya.

Masih menurut laman radiotemansejati.com, ternyata bukan hanya puncak Gunung Kerinci yang diberi nama baru. Lokasi perkemahan pada ketinggian 3.200 mdpl di Gunung Kerinci juga akan diberi nama. Nama diambil dari nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya.

“Kami mengusulkan tempat perkemahan terakhir pada ketinggian 3.200 mdpl diberikan nama Camping Siti Nurbaya. Sebagai apresiasi atas besarnya perhatian menteri untuk pembukaan jalur tersebut,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Kawasan Strategis dan Destinasi Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Selatan, Aig Wadenko.

Selain nama Siti Nurbaya, ternyata masih ada 11 nama lagi yang akan digunakan sebagai tempat perkemahan sepanjang jalur pendakian 14,2 kilometer. Nama-nama tersebut dinilai berperan penting dalam pembukaan jalur baru menuju puncak Kerinci.

“Wabup (Solok Selatan) juga sangat mendukung penamaan tersebut, akan mudah diingat,” ucap Aig. (BS/lvi)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Menyapa Kota Bandung dari Gunung Batu Lembang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bandung – Lembang terkenal sebagai tujuan wisata bagi para pengunjung Kota Bandung. Meski jaraknya cukup jauh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *