Home / Peristiwa / Prof. DR. Arief Hidayat. S.H. M.S : Melanggar Kode Etik, Ketua MK Harus Mundur!!!

Prof. DR. Arief Hidayat. S.H. M.S : Melanggar Kode Etik, Ketua MK Harus Mundur!!!

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Dewan Etik Mahkamah Konstitusi menjatuhkan hukuman teguran lisan kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. DR. Arief Hidayat. Hukuman tersebut dijatuhkan Dewan Etik karena Arief Hidayat telah melanggar kode etik prinsip keempat tentang Kepantasan dan Kesopanan dalam penerapan butir 8 yang berbunyi:

“Hakim Konstitusi dilarang memanfaatkan atau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memanfaatkan wibawa Mahkamah bagi kepentingan pribadi Hakim Konstitusi atau anggota keluarganya, atau siapapun juga.”

Sanksi ini dijatuhkan setelah beredar memo/katebelece yang ditulis oleh Arief Hidayat sebagai Ketua MK kepada Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Widyo Pramono. Dalam memo tersebut, Arief Hidayat menitipkan saudaranya Zainur Rochman, SH yang merupakan Jaksa pada Kejaksaan Negeri Trenggalek dengan jabatan Kasi Perdata dengan pangkat Penata Muda IIIC untuk dibina dan dijadikan anak kepada Jampidsus.

Perbuatan tersebut tentu mencoreng wajah Mahkamah Konstitusi sebagai the guardian of constitution. MK yang sedang berupaya mengembalikan kepercayaan publik paska kasus korupsi yang melibatkan mantan Hakim Konstitusi Akil Mochtar, kembali dinodai dengan perilaku tercela Ketua MK. Selain itu juga perbuatan tersebut telah menciderai rasa keadilan masyarakat yang selama ini berjuang menghapus praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Indonesia.

Tidak hanya itu, bahkan Arief Hidayat telah melakukan kebohongan publik. Dirinya membantah di media massa dengan mengatakan “Saya sama sekali tidak pernah meminta tolong”. Padahal dalam pemeriksaan oleh Dewan Etik Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat sendiri mengakui dengan sadar menulis dan mengirim memo/katebelece tersebut.

Apa yang dilakukan Arief Hidayat sebagai Ketua MK, tergolong perbuatan yang sangat tercela dan melanggar moral dan etika. Dengan perbuatan tersebut Arief Hidayat telah mengkhianati sumpah dan janji jabatannya sebagai seorang Hakim Konstitusi sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi.

Seorang Hakim Konstitusi adalah seorang Negarawan. Dan seorang Negarawan tidak akan pernah mengkhianati sumpah dan janji jabatannya, apalagi memanfaatkan posisinya untuk kepentingan dan keuntungannya pribadi. Perbuatan yang dilakukan Arief Hidayat tak pantas dilakukan oleh seorang Negarawan. Terlebih lagi untuk menjadi seorang Hakim Konstitusi haruslah memiliki integritas yang tinggi tanpa cela.

Perbuatan Arief Hidayat bukan hanya tak mencerminkan sikap seorang Negarawan tapi juga menunjukan minimnya integritas pribadinya, maka ia tidak lagi memenuhi kualifikasi sebagai seorang Hakim Konstitusi.

 

About admin

Lihat Juga

Pasien RSUD-EF Bisa Daftar Lewat SMS dan Daring

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pasien RSUD Embung Fatimah (RSUD-EF) kini bisa mendaftar melalui pesan singkat (SMS) dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *