Home / Daerah / Batam / PHRI dan ASPI Batam Meminta Kenaikan Pajak Ditunda

PHRI dan ASPI Batam Meminta Kenaikan Pajak Ditunda

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pengusaha di bidang pariwisata, seperti Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Spa Indonesia (ASPI) mendatangi DPRD Batam. Para pengusaha di bidang pariwisata mengaku jika mereka kesulitan dari penghasilan, baik spa dan tingkat hunian. Sehingga disebut, untuk bertahan saja sudah syukur.

Permintaan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman, Senin (26/3) setelah sebelumnya menerima perwakilan PHRI dan ASPI. Pengusaha melalui DPRD Batam, meminta agar kenaikan pajak yang sudah diberlakukan, ditunda. ”Kami sudah menerima secara resmi. Yang menjadi perhatian kami, apa yang disampaikan mereka. Mereka bilang, bertahan saja sudah syukur,” kata Hendra.

Pengusaha disebutkan akan sangat bersyukur jika pajak tidak naik. Sehingga, pengusaha minta agar pajak tidak naik dulu atau dilakukan penundaan. Mereka meminta pemerintah melakukan penundaan dengan pertimbangan kondisi ekonomi tingkat hunian hotel serta kunjungan ke spa. ”Mereka meminta, agar pemerintah mempertimbangkan kondisi yang ada. Mereka meminta sampai kondisi pulih, baru pajak naik,” bebernya.

Disebutkan, keluhan dan permintaan pengelola spa dipertimbangkan, karena menjadi salah satu destinasi pariwisata di Batam saat ini. Walau disebutkan, dalam jenjang elemen parawisata, spa termaksud dibawah hotel, restoran. ”Tapi sistem yang sekarang, spa merupakan salah satu destinasi. Jadi permintaan mereka untuk menunda, menjadi pertimbangan,” ujar dia.

Selain itu, baik PHRI dan pengusaha spa berharap agar kegiatan parawisata tingkat internasional diperbanyak. Terlebih dinilai, tingkat hunian hotel juga turun sekitar 50 persen. ”Mereka berharap, agar event-event internasional dilakukan di Batam. Jadi, PHRI minta dukungan pemerintah juga,” imbuhnya.

Terkait dengan permintaan ini, Komisi II DPRD Batam akan menindaklanjuti. Dimana, untuk mengetahui objektivitas itu, DPRD Batam akan meminta tanggapan dari Pemko Batam melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam. ”Sehingga informasi yang diterima berimbang sebelum dikeluarkan rekomendasi, apakah menunda atau tidak,” tegas Hendra.

Berangkat dari masukan dan konfirmasi ke BP2RD, maka DPRD nantinya akan mengambil keputusan. ”Prinsipnya kita sudah menerima laporan keberatan dan menjadi beban terhadap kelangsungan Spa. BP2RD penting, karena mereka yang tahu kondisi dipajak, berapa tertagih. Ini penting, karena harus hari-hati, biar tidak terjadi defisit dan mengganggu pembangunan,” harapnya.

Kedepan, dinilai jika ada perubahan atas kenaikan pajak, yang paling mungkin, penundaan tanpa mengubah Perda. Dimana, untuk revisi Perda, butuh waktu panjang. ”Jadi kita melihat kemungkinan ditunda. Tapi harus ada kesepakatan eksekutif dan legislatif,” imbuhnya mengakhiri.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan, dibutuhkan permintaan tertulis, untuk bisa melakukan penundaan pemberlakuan kenaikan pajak. Permintaan tertulis juga penting agar pihaknya punya dasar untuk menyampaikan ke DPRD Batam. Pertimbangan DPRD penting, karena yang sahkan perda adalah DPRD.

Sebelum ada permintaan, maka pajak yang naik tetap diberlakukan. Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengatakan, penyesuaian pajak itu, terjadi kenaikan sebagaimana diatur dalam Perda tentang pajak daerah, nomor 7 Tahun 2017.

Sesuai dengan perubahan Perda yang dilakukan, ada perubahan pada nilai pajak parkir dari 20 persen naik jadi 25 persen. Sementara pajak reklame dari 15 naik jadi 20 persen. Pajak reklame rokok dan minuman beralkohol menjadi 25 persen. Pajak hiburan seperti untuk permainan biliar dan golf, naik dari 10 persen naik menjadi 15 persen dan lainnya.(martua-tpp)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *