Home / Peristiwa / Permasalahan Lahan Menjadi Kendala Utama Pimpinan BP Batam
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

Permasalahan Lahan Menjadi Kendala Utama Pimpinan BP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Permasalahan lahan menjadi kendala utama yang dihadapi para pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam 100 hari memimpin bahkan dalam satu hari 10 surat masuk ke Direktorat Lahan untuk mempertanyakan perihal tersebut.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Kamis, mengatakan lahan bukan hanya menyangkut investasi tapi berkaitan dengan masalah sosial. Menurutnya di Batam banyaknya ditemukan lahan tidur dan pemukiman liar sehingga sulit ketika hendak dialokasikan kepada investor.

“Kita komitmen untuk menyelesaikannya, tidak hanya lahan ataupun regulasi investasi tapi persoalan lainnya,” katanya. Khusus lahan katanya itu sudah menjadi permaslaahnsejak belasan tahun lalu, sehingga tidak mudah untuk diselesaikan dalam waktu 100 hari.

Lukita mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan lahan tidur pihaknya masih melakukan perbaikan data base untuk mengetahui siapa saja pemiliknya sebelum melakukan pemanggilan untuk dievaluasi ulang.

Dalam Perka Nomor 27 Tahun 2017 tentang penyenggaraan pengalokasian lahan yang merupakan revisi dari Perka Nomor 10 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan administrasi lahan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap lahan tidak produktif.

“Sudah delapan yang kita panggil dari jumlah itu dua perusahaan sudah komitmen akan membangun, sedangkan empat perusahaan masih dalam proses menyiapkan bisnis plan pembangunan dan dua lagi lahannya kita cabut karena menyatakan tidak sanggup untuk membangun,” kata Lukita.

Bersama Pemkot Batam pihaknya akan bersama-sama menyelesaikan persamasalahan-permasalahan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena tanpa ada kerja sama dengan stakeholder Lukita mengaku sulit untuk membangun Batam.

Guna menyelesaikan permasalahan warga yang menetap di rumah liar Baloi Kolam pihaknya telah menyediakan kavling untuk merelokasi masyarakat di lokasi tersebut. Dalam program kerja BP Batam pihaknya ingin mencari solusi terbaik, bukan menyelesaikan secara langsung.

“Kita tahu ada ribuan masyarakat Batam yang tinggal di Baloi Kolam, jadi ini bukan sekadar masalah lahan tapi juga ada masalah sosial yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Mengenai kampung tua pada tahap awal pihaknya sudah mengeluarkan surat keputusan penyelesaian Kampung Tua Sadai dan 240 kepala keluarga akan diikutsertakan dalam progam nasional pengurusan sertifikat gratis.

Dengan syarat melakukan pembayaran uang wajib tahunan (UWT) dan pihaknya akan menindaklanjutinya untuk didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional (BPN). (Ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *