Home / Budaya / Perlunya Remaja Memahami Filosofi Wayang

Perlunya Remaja Memahami Filosofi Wayang

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Stigma yang mengatakan bahwa Wayang hanya tontonan bagi kaum tua tak selamanya benar. Pergelaran Wayang Wong (orang) bertajuk Mahabandhana yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), setidaknya membuktikan betapa antusiasnya para remaja menyaksikan pertunjukan Wayang yang dikemas Tri Ardhika Production.

Auditorium Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) berkapasitas 472 tempat duduk; 395 di bagian bawah dan 77 buah di bagian atas penuh sesak dengan ratusan pelajar dan mahasiswa. Diantaranya dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 57, 13, 25 Jakarta, Global Internasional, mahasiwa Institut Kesenian Jakarta, UNJ Universitas Negeri Jakarta, dan dari Universitas Indraprasta Jakarta.

Para pelajar dan mahasiswa tersebut tak hanya penuh empati menyaksikan pergelaran berdurasi lebih dari dua jam tersebut. Melainkan mereka sangat antusias mempercakapkannya pada sesi diskusi yang memang diplotting waktunya oleh penyelenggara. Pergelaran sekaligus menjadi panggung apresiasi seni dan budaya bagi ratusan pelajar dan mahasiswa.

Pertunjukan seperti ini seharusnya kerap digelar untuk memberi keseimbangan bagi masyarakat, khususnya remaja. Dari segi gagasan pergelaran Wayang Wong ini patut diberi apresiasi. immaterial oriented. Memberi penalaran tak terbatas. Di tengah zaman yang tengah terperosok pada amoralisasi estetik.

Dalam pertunjukan ini, tidak hanya para pelajar dan mahasiswa yang ikut menyaksikan, para duta besar pun ikut menyaksikan keindahan seni wayang wong, seperti Duta Besar Tunisia  H. E. Mr. Mourad Belhassen dan dan Mrs.Belhassen, Duta Besar Kerajaan Thailand Mr. Vutty Vutisant , dan Mrs.Vutisant, serta Duta Besar Polandia Lbegniew Wilinski.

Sejumlah pejabat kementerian dan para pemerhati seni dan budaya dari berbagai organisasi pewayangan juga ikut menyaksikan. Dari kementerian antara lain; Menteri Pekerjaan Umum Indonesia DR. (HC) Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Dari organisasi pewayangan, antara lain;Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI), Asosiasi Sekretariat Wayang ASEAN, dan dari Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI).

Pergelaran Mahabandhana, merupakan kolaborasi  para seniman dari grup Wayang Wong Sriwedari dari Surakarta. Sebuah grup kesenian tradisionil legendaris yang sudah ada sejak tahun 1910. Mahabandhana  melibatkan tak kurang dari 150 seniman tradisi dari Surakarta, Yogyakarta, Semarang,  dan Jakarta. Didukung para bintang panggung dari Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Yogyakarta. Diantaranya; Agus Prasetyo berperan sebagai Raden Pandu yang juga bertindak sebagai sutradara, Wahyu Santoso Prabowo, S.Kar., M.S berperan sebagai Prabu Kresnadipayana, Ali Marsudi, S.Sn  berperan sebagai PrabuKunthiboja, dan Eny Sulistyowati SPd,SE sebagai Produser dan juga berperan sebagai Dewi Kunthi.

Seni wayang merupakan media perenungan, penuh filosofis, spiritual, dan pemikiran kontekstual. Pertunjukan wayang merupakan hiburan berwujud tontonan yang mengandung tuntunan untuk memahami tatanan. Seni Wayang banyak mengandung nilai-nilai luhur. Oleh karena itu, perlunya remaja memahami filosofi Wayang. Dengan menyaksikan pertunjukan wayang kita dapat melihat berbagai ekspresi dimunculkan lewat perhelatan kebudayaan. Ekspresi dibuka dengan gemuruh tetabuhan musik yang ditata master musik dunia, Dedek Wahyudi. Komposer yang sudah melalang-buana ke berbagai negara dengan karyanya berbasis seni tradisi.

Pergelaran ini bagai dititahkan sebagai radar untuk menangkap getaran kosmologis yang bergerak di sekeliling kita. Memberi impresi, dan kesan mendalam, tentang jagad alam raya. Tentang geo-politika, sosialita, upaya pelestarian, pengembangan, dan pewarisan nilai estetik dan benda-benda artistik dalam korpus keyakinan maupun sensus budaya.

Sumber :

jurnas.com

About admin

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *