Home / Peristiwa / Penyelundupan Handphone

Penyelundupan Handphone

HANGTUAHNEWS.CO.ID, BATAM – Ketua LSM Barelang Yusril Koto, “Kalau nggak main mata dengan oknum komandan patroli (KOPA) BC di laut, tidak bakal lolos kapal muatan barang mewah ilegal lewat di perairan Kepri”. Mengangkut barang-barang mewah apalagi bernilai miliaran rupiah tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan keluar Batam, hal mustahil bisa lolos kapal yang mengangkut sekitar 13000 unit handphone dari Batam yang diselundupkan ke Pekanbaru, Riau, bernilai Rp 6 miliar, belasan ribu handphone itu dan dilengkapi jajaran dipola-dipolair Polda Riau di perairan Sungai Siak.

Karena banyak” hantu” di laut, sebutan biasa digunakan para penyuluh barang-barang ilegal, yang paling ditakuti oleh para penyuluh yang biasa melintasi perairan tujuan Guntung, Tembilahan, Pekanbaru, dan Dumai adalah petugas patroli BC di laut. Ada Ada petugas BC Ada 2 petugas BC yang biasa hilir mudik berpatroli di laut perairan kepulauan Riau yakni BC Batam dan BC Tanjung Balai Karimun. Petugas BC itu menggunakan kapal patroli yang cukup canggih dan bisa mendeksi apakah kapal yang diintai dalam perjalanan di laut bermuatan atau kosong dan petugas BC itu lebih pintar dari para penyelundup, tahu isi muatan dan diletakkan dimana saja barang-barang ilegal disembunyikan di dalam kapal, jangankan kapal yang bermuatan apa saja dan di mana saja diletakkan oleh para penyelundup, mesin aja petugas BC di laut itu pasti tahu.

Biasanya petugas BC menempatkan seseorang atau beberapa orang yang ditunjuk dan dibayar untuk menjadi informan atau mata-mata di setiap pelabuhan di Batam, jadi apapun muatan isi kapal, baik jenis jumlah, maupun di mana saja diletakkan barang-barang itu maka petugas BC yang menunggu dan menjadikan TO (Target Operation) kapal itu di laut pasti mengetahui karena sudah diberitahu oleh informannya yang kadang-kadang informan itu juga ikut sekali-sekaligus menjadi pekerja bongkar muat atau berada di sekitar Pelabuhan itu. Nah untuk mengangkut barang barang mewah dalam nilai miliaran rupiah itu dibutuhkan koordinasi terlebih dahulu untuk bisa meneruskan ke luar wilayah Pabean Batam.

Baca Juga  Jaksa Tuntut Ringan Nahkoda Kapal Penyeludup Sembako 17 September 2016

Biasanya pemilik barang menyerahkan kepada pemilik kapal untuk urusan koordinasi di laut. Tidak cukup “hantu” laut perlu dikoordinasikan tapi urusan itu tidak serumit dan semua hal untuk mengkondisikan ”hantu” di laut. Soal kondisi di darat dan di pelabuhan itu lebih muda dibanding soal kondisi di laut, dana koordinasi di laut untuk mengangkut HP ke luar wilayah Pabean Batam bisa dihitung per unit kapal dan juga diperlukan penempatan oknum di kapal sebagai pengawalan dan diperkirakan dengan angka yang cukup fantastis jika keamanan di darat, di pelabuhan muat dan “hantu” di laut sudah dikondisikan.

Biasanya pemilik kapal atau tekong berkordinasi terlebih dahulu dengan oknum komandan Patrol di laut Hari apa dan jam berapa kapal bisa lepas tali tambang dan berangkat, “hantu” laut itu biasanya memberitahukan dan memerintahkan untuk hidupkan mesin dan beberapa saat lepas kendali dan berangkat, jika ini sudah berjalan maka “hantu” laut akan menghindar dari di mana kapal itu melalui hingga melintasi perairan Kepri. (spd)

About admin

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *