Home / EkBis / Penyebab Bank Indonesia Sulit Turunkan Suku Bunga Lagi

Penyebab Bank Indonesia Sulit Turunkan Suku Bunga Lagi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Jakarta – Pada tanggal 30 november 2016 yang lalu sejumlah kalangan memprediksi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menaikan tingkat suku bunga acuannya di akhir tahun 2016 ini. Keputusan yang diambil oleh The Fed tersebut semakin menguat, usai Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS.

Mantan Menteri Keuangan, Muhammad Chatib Basri, memperkirakan apabila The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga tahun depan, bukan tidak mungkin akan mendorong keluarnya arus modal asing dari sejumlah negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Investor akan melihat trennya suku bunga The Fed akan naik terus atau tidak. Apakah keputusannya bukan hanya desember, tapi akan terus atau tidak.

Chatib memandang, keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga secara bertahap tahun 2017 depan, seiring dengan arah kebijakan ekonomi yang bakal diterapkan oleh Trump saat menduduki Gedung Putih awal tahun depan. Misalnya rencana Trump, yang akan melakukan ekspansi fiskal, dalam rangka menggenjot pembangunan infrastruktur AS. Ini tentu akan memberikan pengaruh pada laju inflasi di negeri Paman Sam tersebut. Masih menurutnya Muhammad Chatib Basri, para pelaku pasar saat ini telah mengantisipasi terjadinya kenaikan suku bunga, dengan mengalihkan modalnya ke safe haven. Inilah yang menjadi alasan dalam beberapa hari terakhir terfluktuasinya nilai tukar rupiah.

Saat ini, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) berencana akan menaikan suku bunga secara bertahap pada tahun 2017 mendatang. Bank Indonesia kemudian memandang kondisi tersebut akan menyulitkan pihaknya untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate yang saat ini diposisi di level 4,75 persen. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, mengungkapkan saat ini arah suku bunga internasional berada pada tren kenaikan, terlebih lagi setelah The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya secara bertahap tahun depan.

Baca Juga  Menunggu Rapat BI, Rupiah Melemah Ke 13.180 per Dolar AS

Mirza Adityaswara juga mengatakan bahwa saat ini Bank Indonesia kesulitan untuk menurunkan suku bunga karena Bank Indonesia membutuhkan valuta asing masuk ke Indonesia. Jika suku bunga The Fed mengalami kenaikan sebanyak tiga kali, maka hal tersebut merupakan respons dari Presiden terpilih AS Donald Trump untuk mengantisipasi kenaikan inflasi dan rencana kenaikan upah buruh.

Kalau Amerika Serikat menaikan upah, maka bunga SUN (Surat Utang Negara) AS akan naik. Karena, bunga SUN naik, suku bunga kebijakan AS, Fed Fund Rate juga naik. Dengan demikian sulit bagi Bank Indonesia untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate, terlebih lagi sejak 2014 bank sentral sudah memiliki ruang menurunkan suku bunga.

“Menurunkan suku bunga sudah lima kali. Bank Indonesia melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM) Primer sudah dua kali.” lanjut Mirza Adityaswara pada hari jum’at di Jakarta, 16 Desember 2016. (vv/editor:sw)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Data Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menggembirakan di Triwulan Pertama

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Batam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *