Home / Budaya / Pentingnya Mengetahui Sejarah Imperium Melayu Lebih dalam Bagi Warga Batam dan Kepri
Pembekalan sejarah imperium budaya melayu yang dihadiri para undangan dan petinggi kota batam dan kepri, sabtu (5/8/17).

Pentingnya Mengetahui Sejarah Imperium Melayu Lebih dalam Bagi Warga Batam dan Kepri

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Melestarikan dan menjunjung tinggi budaya negeri harus senantiasa ditumbuhkan, sehingga apapun kondisi dan terpaan pengaruh zaman tak menggoyahkan nilai-nilai luhur nenek moyang sebagai bentuk jati diri suatu negeri tetap kokoh terjaga.

Hal itu yang melandasi pembekalan sejarah imperium melayu oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, yang berlangsung di gedung LAM Batam Centre, dengan tema menengok kembali sejarah kejayaan kesultanan melayu Riau, Lingga , Johor, Pahang, sabtu (5/8/17).

Hadir ketua umum dan pembina LAM kota Batam dt. Drs. H. Nyat Kadir, wakil walikota Batam Amsakar Achmad, S. Sos, Msi, ketum MUI kota Batam H. Usman Ahmad, anggota DPRD kota Batam Ria Saptarika, anggota DPRD Provinsi Kepri Ma’az Ismail, perkumpulan dari berbagai golongan seperti gagak hitam, hulubalang, perwakilan Dapil Nasdem, ketua dewan pendidikan Sudirman Dianto, pengawas sekolah, perwakilan kepsek dan guru kota Batam, perwakilan dari Dei Serdang, dengan narasumber dt. DR. H. Abdul Malik, MPd, FKIP universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, LAM provinsi Kepri.

Dalam sambutannya, dt. Nyat Kadir mengatakan bahwa pengetahuan tentang budaya melayu ini sangat penting apalagi di dunia pendidikan agar siswa mengetahui pasti tentang sejarah budaya imperium melayu, sebagai contoh kampung tua yang ia resmikan adalah merupakan cagar budaya dan sejarah dari satu tempat.

Dan dalam kesempatan sambutannya sebelum membuka pembekalan, Amsakar meminta agar dewan pendidikan mengkhususkan tentang pengetahuan budaya melayu ke dalam muatan lokal pembelajaran di setiap sekolah di Batam sehingga budaya melayu bisa diterapkan sejak dini kepada anak didik sebagai jati diri generasi penerus bangsa.

Di lain kesempatan, ketua dewan pendidikan Sudirman Dianto mengatakan dewan pendidikan akan mendorong pemerintah kota Batam atau disdik untuk menjadikan budaya adat melayu sebagai kurikulum muatan lokal wajib setiap penyelenggara pendidikan sesuai dengan tingkatan jenjang pendidikan.

Dewan pendidikan sendiri sebenarnya sudah lama ingin bekerjasama dengan LAM dengan pendidikan sebagai operasionalnya untuk melahirkan sebuah keputusan pendidikan yang berupa kurikulum khusus terkait budaya melayu, dengan diberlakukannya ekskul Budaya Adat Melayu (BAM) atau muatan lokal.

“Khususnya di Batam, semua sekolah wajib mewariskan kepada peserta didik hal-hal yang berkaitan dengan budaya melayu, apalagi kedepannya Batam akan diarahkan kepada pariwisata maka pengenalan akan budaya diperkokoh agar tidak terkontaminasi dengan budaya luar. Dalam hal kebijakan tentunya kami mendorong agar disdik menjadikan sebuah keputusan pendidikan agar budaya melayu masuk kurikulum dengan cara ekskul atau muatan lokal. Anak didik memang harus dikenalkan sejak dini baik kebudayaan nusantara maupun budaya melayu, dimana budaya melayu sebagai payung negeri sebagai ciri khas tersendiri di Batam,” tutup Sudirman. (dian)

Ketum LAM Batam dt. Drs. H. Nyat Kadir, wakil walikota Batam Amsakar Achmad, S. Sos, MSi, saat memberikan sambutan dan narasumber dt. DR. H. Abdul Malik, MPd, FKIP universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, LAM provinsi Kepri saat memberikan pembekalan sejarah imperium budaya melayu.

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *