Home / Wisata / Penataan Pulau Putri dari Abrasi Pantai
Pulau Putri, Nongsa, Batam.

Penataan Pulau Putri dari Abrasi Pantai

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pulau Putri Batam menjadi destinasi wisata yang tidak kalah indahnya jika dibandingkan dengan pulau indah lain di nusantara. Pulau yang dikenal sebagai salah satu pulau terluar di tanah air ini mempunyai ukuran hanya seluas 300 meter persegi.

Pulau ini juga dikenal mempunyai tiga bagian. Pada saat air pasang, tiga bagian dari pulau ini terlihat pisah satu sama lain. Namun lain halnya pada saat terjadi air surut. Fenomena unik yang jadi pengalaman menarik untuk para pengunjung Pulau Putri Batam. Pantai di Pulau Putri ini juga dikenal mempunyai deburan ombak yang cukup kencang. Jadi, harus waspada kalau bermain air di sini. Kalaupun enggan berenang, bisa pula memilih untuk bermain pasir di pinggir pantai. Pasir di tempat ini mempunyai warna putih serta tekstur yang lembut.

Saat ini, Pemerintah Kota Batam berencana untuk meneruskan penataan Pulau Putri. Saat ini pulau perbatasan yang ada di Kecamatan Nongsa tersebut sedang ditata oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS). Pekerjaan yang dilakukan yaitu pemagaran laut dan penimbunan bagian dalam pulau yang sudah mulai terkikis.

“Saya sudah ketemu dengan BWS. Proyek tahun lalu pemagaran laut, sekarang mau dilanjutkan penimbunan. Mereka minta pengamanan, minta izin pembangunan, dan minta diteruskan,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi di ruang kerjanya, hari Jumat (3/11).

Pemko Batam diminta untuk menyempurnakan daerah pantainya. Pulau Puteri yang hampir hilang dipagari dan ditimbun kembali supaya tidak hilang. Artinya tidak perlu ada perizinan pusat karena bukan reklamasi.

“Pemko diminta terusin untuk menyempurnakan daerah pantainya. Kita mau tahu PU sejauh mana berhentinya, maka kita cek tadi pagi,” ujarnya.

Baca Juga  Wisata Kampung Tua dan Pantai Serta Pulau Putri Nongsa Batam

Pengecekan ke pulau sekaligus untuk membuktikan laporan adanya pencurian pasir di Pulau Putri. Namun setelah dicek ternyata bukan pencurian, kondisi sekarang memang karena prosea alam. Sedangkan alat berat terapung yang ada di sekitar pulau digunakan untuk memasang beton pemagar, bukan mengeruk pasir.

“Tapi saya tetap minta Satpol PP patroli ke sana,” tegasnya.

Selain Pulau Puteri, Pemko juga akan menata pantai Nongsa yang ada di daratan utama. Bibir pantai akan dikembalikan ke kondisi semula sebelum terjadi abrasi. Setelah semua pekerjaan selesai, baik oleh BWS maupun Pemko Batam, kawasan ini akan jadi salah satu tujuan wisata andalan. Dengan target wisatawan baik lokal maupun internasional.

“Minggu depan saya rapatkan. Kalau boleh dengan pantai Nongsa juga agak tambah berapa meter pasir dari pantai supaya pasir agak landai ke laut. Di Pulau Putrinya timbun penuh semua. Desain sudah ada. Batu penahannya tambah pasir. Hari ini mau dihitung berapa besar biayanya,” pungkas Rudi. (MCB/editor:yd)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Tahun 2018, 70 Persen Even Wisata Batam Berskala Internasional

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Event merupakan salah satu pilar yang tak kalah penting dalam pengembangan pariwisata. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *