Home / EkBis / Pemprov Kepri Sepakat Mengapus Kebijakan Yang Menghambat Investasi
Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak

Pemprov Kepri Sepakat Mengapus Kebijakan Yang Menghambat Investasi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjung Pinang – Pemerintah dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau sepakat untuk menghapus kebijakan dan regulasi yang dianggap dapat menghambat investasi. Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan Pemerintah Kepri juga berupaya meningkatkan pelayanan perizinan yang diajukan perusahaan yang ingin berinvestasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Di Kepri, Pemprov dan DPRD sepakat menghapus perda-perda penghambat investasi. Tujuannya, mengembangkan ekonomi lokal lewat investasi, yang dapat mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya yang diusung PDIP.

Jumaga mengemukakan, Presiden Joko Widodo berupaya mempermudah izin berusaha dan berinvestasi di dalam negeri. Untuk mendukung kebijakan strategis ini, Jokowi memanggil Gubernur dan Ketua DPRD se-Indonesia ke Istana beberapa waktu lalu.

“Kepada para Gubernur dan Ketua DPRD, Jokowi meminta daerah mendukung upaya percepatan investasi dimulai dari memangkas birokrasi. Presiden minta pemerintah daerah jangan membuat perda yang justru mempersulit investasi. Kalau ada, segera dicabut atau direvisi,” kata Jumaga seusai rapat di Istana.

Menurut dia, Jokowi ingin investasi di daerah dan pusat terus berkembang. Pertumbuan investasi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah juga akan mencabut undang-undang, keputusan presiden atau peraturan menteri yang berbelit-belit, yang menghambat investasi,” katanya.

Jumaga mengatakan pihaknya mendorong Gubernur Nurdin Basirun menggerakkan sektor produktif dengan membangun infrastruktur dan mendorong investasi. Ia menambahkan ekonomi lokal yang terus tumbuh juga akan menciptakan nilai tambah dan pendapatan, terutama bagi masyarakat miskin. Dengan begitu, kesenjangan pendapatan dapat dipersempit.

“Kami optimistis ekonomi di Kepri bangkit. Peningkatan perekonomian di Kepri akan mempengaruhi pusat,” ucapnya.

Investasi merupakan isu strategis yang dibahas di tingkat pusat dan daerah. Bahkan persoalan regulasi dan pelayanan disampaikan Presiden Jokowi berulang kali di hadapan kepala daerah. Presiden juga mengatakan, Indonesia sudah tertinggal jauh dari segi kemudahan berinvestasi.

“Sekarang, tinggal Kamboja saja yang masih berada di belakang Indonesia,” katanya. (**)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Data Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menggembirakan di Triwulan Pertama

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Batam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *