Home / Daerah / Batam / Pemko dan Pemprov Bersama Membangun Batam
Salah satu proyek pelebaran jalan di daerah Pelita

Pemko dan Pemprov Bersama Membangun Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pemko Batam terus membenahi pembangunan infrastruktur jalan. Bekerja sama dengan Pemprov Kepri, pemerintah akan membangun jalan sepanjang 8,2 kilometer, mulai dari kawasan Nagoya-Jodoh hingga Batam Centre.

Pembangunan infrastruktur ini adalah lanjutan dari proyek tahun sebelumnya. Tahun ini, proyek difokuskan pada tujuh titik ruas jalan, baik pelebaran maupun pengaspalan jalan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, tujuh titik jalan yang dilebarkan dua di antaranya merupakan proyek Pemprov Kepri, yakni dari underpass (terowongan) Pelita menuju simpang BNI dan dilanjutkan simpang BNI menuju simpang Frengki. “Panjang jalan ini kurang lebih 3 kilometer,” ujarnya di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Sementara untuk lima proyek yang menggunakan APBD Batam 2017 seperti pelebaran jalan dari simpang Planet Holiday Hotel menuju simpang Graha Sulaiman. Panjang jalan ini 800 meter dan akan dibangun dua jalur dan masing-masing jalur ada dua lajur.

Pembangunan juga dilakukan di simpang Telkom Pelita menuju pertigaan Jalan Raden Fatah dan simpang Telkom menuju terowongan Pelita. Kedua jalan ini memiliki panjang 1,4 kilometer. Kedua jalan ini akan dibuka dua jalur dan khusus dari simpang Telkom menuju pertigaan Jalan Raden Fatah kembali dibuka dua akses jalan, dimana saat ini masih satu arah. Wali Kota berharap masyarakat mendukung agar proyek pelebaran jalan ini bisa berjalan. “Di sana ada pohon besar dan juga bangunan, kami bersihkan dulu,” katanya.

Selain itu, juga jalan pembangunan yang dilebarkan dari Apartemen Harmoni hingga Baloi Centre yang memiliki panjang 1,5 kilometer. Jalan ini memiliki dua lajur masing-masing jalur dan akan ditambah hingga masing-masing tiga lajur termasuk pembangunan drainase. “Kita masih menunggu angka pasti dari BP Batam berapa panjang ROW jalan ini,” ujarnya.

Sedangkan lainnya adalah pembangunan jalan simpang Jam hingga simpang BNI yang akan dilebarkan tahun ini. Jalan yang memiliki panjang 1,5 kilometer itu juga masih belum jelas batas ROW-nya. Untuk itu, Pemko Batam menyurati BP Batam. “Kalau ini saya rasa ROW-nya rata dengan Gedung BNI Batam Centre,” kata Rudi.

Sepanjang jalan ini berdiri kokoh bangunan gedung. Wali Kota berharap semua pihak mendukung mengingat pelebaran jalan juga untuk memajukan ekonomi Batam dan pariwisatanya. “Kalau bangunan masuk ROW kami geser,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Yumasnur mengatakan, tak hanya pelebaran jalan tahun ini, beberapa proyek lanjutan seperti pengaspalan juga segera dimulai.

Baca Juga  Kalau Untuk Pertumbuhan Ekonomi, Harus Cepat Dieksekusi

Proyek pengaspalan itu dari Simpang Lippo menuju Simpang Pelita dan dari Simpang BNI menuju Bundaran Madani Batam Centre. Selain proyek pengaspalan juga dibangun jalan-jalan di kecamatan seperti di Bengkong, Batam Kota dan kecamatan lainnya. “Pembangunan tak hanya jalan protokol saja,” kata Yumasnur.

Disinggung anggaran pengerjaan semua proyek infrastruktur jalan, Yumasnur belum bisa merinci. Kepala Bagian Humas dan Setdako Batam Ardiwinata mengatakan, secara umum Pemko Batam akan menggunakan 30 persen dari APBD Batam Rp 2,5 triliun untuk membangun infrastruktur. “Itu juga termasuk pelantar, tapi kalau khusus untuk jalan belum tahu, besok data detilnya,” kata Ardi.

Harus Ada Ikon

Proyek pembangunan dan pelebaran jalan di kawasan Nagoya-Jodoh banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Namun Pemko Batam diminta membuat suatu ikon yang menandakan Batam masih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Akademisi Universitas Batam (Uniba), Lagat Siadari mengatakan, upaya Pemko Batam dalam pembangunan infrastruktur kawasan Nagoya-Jodoh sangat positif. Menurut dia, kedua tempat itu merupakan sentral perekonomian warga Batam, termasuk wisatawan lokal maupun asing. “Kita berbatasan dengan Singapura. Banyak turis Eropa yang berlibur ke Singapura dan nyebrang ke Batam. Mereka pikir Batam masih wilayah Singapura,” kata Lagat.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah untuk membangun suatu landmark yang menandakan Batam masih dalam NKRI di kawasan Nagoya-Jodoh. Misalnya buat miniatur gambar yang melukiskan negara Indonesia, hal ini disamping memperkenalkan Indonesia ke wisatawan asing juga bisa lebih mempercantik kota. “Batam harus ada perbedaan dari negara tetangga,” ujarnya.

Sebab sebelum Pemko melakukan pelebaran jalan, kedua kawasan itu masih tampak kumuh. Meski pengerjaannya belum rampung 100 persen, tapi sudah terlihat lebih rapi dan ini yang sudah dinamakan masuk kedalam kategori estetika kota. “Sudah leluasalah kalau kita ke sana. Suasananya baru dan lebih indah,” katanya.

Tidak hanya itu saja, pemerintah juga harus memikirkan aspek lainnya seperti bebas banjir, bebas sampah, bebas tunawisma dan lain sebagainya. Sebab jika masih ada seperti itu, maka percuma saja kawasan Nagoya-Jodoh dipercantik. “Paling penting adalah aspek keamanannya, sehingga warga atau wisatawan belanja ke sana merasa nyaman,” kata Lagat. (sindo)

About admin

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *