Home / Serba-Serbi / Pemko Batam Menyusun Rencana Aksi Pencegahan Korupsi
H Muhamad Rudi SE Wali Kota Batam

Pemko Batam Menyusun Rencana Aksi Pencegahan Korupsi

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau menyusun rencana aksi pencegahan korupsi yang dilaksanakan sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami sudah memiliki rencana aksi,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi pada pelaksanaan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Terintegrasi Provinsi Kepri bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Batam, Rabu.

Rencana aksi pertama yaitu merancang sistem perencanaan kegiatan yang terintegrasi dengan penganggaran melalui aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Ke depan, SIPKD akan memuat fitur standar harga barang dan harga satuan pokok kegiatan (HSPK). BPKAD juga tengah mempersiapkan aplikasi Hibah Bansos yang akan terintegrasi dengan e-Budgeting. Kepala BPKAD Kota Batam, Abdul Malik menyatakan akan ada 12 tahapan dalam proses Hibah Dana Bansos.

“BPKAD juga tengah mempersiapkan aplikasi aset, SIPKD akan terintegrasi dengan Modul Aset yang diperkirakan akan rampung pada Maret,” kata dia.

Kemudian, rencana aksi oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam terkait penggunaan mesin pajak dalam jaringan dari 100 unit menjadi 150 unit.

Sistem itu sebagai upaya memaksimalkan pendapatan serta mengurangi kebocoran dari sektor pajak. Lalu rencana aksi penyederhanaan dan transparansi perizinan di Mall Pelayanan Publik (MPP) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pemkot juga merancang rencana aksi dengan menugaskan ASN indipenden dalam Pengadaan Barang dan Jasa, sesuai arahan KPK. Petugas di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dipastikan sudah tidak terikat pada intansi induk dan telah di SK-kan oleh Wali Kota.

Anggota Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK, Junaedi Juned mengatakan rencana aksi yang dilakukan bisa memperkecil celah kesalahan, sehingga penyelenggaraan keuangan bisa berjalan baik.  Menurut dia, celah korupsi dimulai saat perencanaan dan penganggaran, sumber pengadaan barang dan jasa, perizinan dan penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Wali Kota Muhammad Rudi menginstruksikan seluruh OPD mengikuti aturan, agar tidak takut mengggunakan anggaran.

“Saya minta seluruh OPD mengikuti apa yang sudah menjadi aturan, sehingga tidak takut menggunakan anggaran. Rencana aksi ini bisa diterapkan ke depannya,” kata dia. (Ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final MTQ VII Kepri 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Seluruh kaligrafi dari kafilah Kota Batam yang berjumlah tujuh kaligrafi, lolos menuju final …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *