Home / Daerah / Bintan / Pemko Batam Meminta Impor Beras dari Pemerintah Pusat

Pemko Batam Meminta Impor Beras dari Pemerintah Pusat

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Impor beras yang diminta Pemkot Batam kepada pemerintah pusat dinilai dapat menjamin ketersediaan stok di kota tersebut, terlebih Batam berdekatan langsung dengan Thailand, kata Bulog sub Divre Batam, Agung Rohman.

“Menurut saya itu wajar karena dapat menjamin persediaan stok dan Pemda pasti tidak ingin masyarakatnya susah,” kata dia di Batam, Jumat.

Kata Agung seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) harus memikirkan masyarakatnya agar mendapatkan bahan baku nasi tersebut dengan harga tidak melebih Harga Eceran Tertinggi (HET). Tetapi sampai sekarang Bulog Sub Divre Batam kata Agung belum mendapatkan arahan pemerintah pusat untuk mengimpor beras langsung dari Kota Batam. Menurut Agung impor beras terpusat dan setelah datang akan disebar ke masing-masing daerah.

“Misalnya untuk wilayah Sumatera beras impor disebarkan ke Medan, Padang dan Riau,” ujar Agung.

Menurut Agung kota-kota yang kehabisan stok beras dan berdekatan bisa meminta pasokan beras dari ketiga kota tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan impor beras langsung hanya dilakukan pihaknya saat stok menipis.

“Kita berharap ada kebijakan khusus atau istilahnya impor terbatas, pada prinsipnya kita tidak akan mengimpor beras selama stok masih aman,” kata Zarefriadi.

Batam lanjut Zarefriadi berdekatan dengan negara-negara tetangga salah satunya Thailand. Sehingga pihaknya berharap kelangkaan beras bisa disiasati dengan impor terbatas.

“Kita sudah pernah menyampaikannya ke pusat, tapi sampai saat ini kebijakan tersebut belum ada keluar,” ujar Zarefriadi.

Zarefriadi mengatakan Pemkot Batam tidak mengharapkan menjadi pemasok beras impor. Kegiatan itu lanjut Zarefriadi bisa dilakukan oleh Bulog Sub Divre Batam atau diberikan kepada para importir di Kota Batam.

“Terserah siapa yang patut diberikan pekerjaan itu (mengimpor beras), yang penting masyarakat Batam tidak susah, itu saja,” ujar Zarefriadi.

Menurut Zarefriadi mekanisme impor ada di Badan Pengusahaan (BP) Batam yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat. Pada diskusi publik antara Bank Indonesia dengan Pemerintah beberapa waktu lalu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta Bulog menyalurkan beras ke daerah-daerah yang tak memiliki stok beras medium. Hal Itu dilakukan agar harga beras medium tidak lebih tinggi dari HET.

“Kalau tak punya stok beritahu kami, Bulog akan menyuplai,” kata Enggartiasto.

Dengan peran serta Bulog, Enggartiasto yakin ketersediaan beras medium di daerah akan terpenuhi dan tidak akan memicu kenaikan harga. (hm-ant)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *