Home / Serba-Serbi / Pemko Batam dan BNN Mensosialisikan Rehabilitasi Narkoba
Pemko Batam dan BNN Sosialisari Narkoba (foto : mcb)

Pemko Batam dan BNN Mensosialisikan Rehabilitasi Narkoba

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam | Bagi Pemerintah Kota Batam, penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu permasalahan yang harus mendapatkan perhatian khusus. Baru-baru ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melakukan kegiatan tes urine di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Batam sebagai upaya untuk dapat mendeteksi secara dini adanya penyalahgunaan obat terlarang di lingkungan ASN Pemko Batam. Selain melakukan tes urine, Dinkes Kota Batam bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga dilakukan sosialisasi rehabilitasi dan pasca rehabilitasi dengan sasaran ASN dan masyarakat umum. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Harmoni One Hotel, pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2017 kemarin.

“Komitmen Pemerintah Kota Batam dalam menahan laju kembang penyalahgunaan narkoba khususnya di lingkungan Pemko Batam dengan cara memberikan sanksi kepada ASN yang kedapatan menyalahgunakan narkoba. Sanksinya berupa pemecatan dan pembebasan tugas jabatan,” kata Arfandi, Kabid Ketahanan Agama Sosial Ekonomi dan Budaya Badan Kesbangpol Kota Batam.

Arfandi mengatakan hal tersebut merupakan bentuk komitmen dari pihak Pemko Batam dalam upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Selain itu Pemko Batam juga berperan dalam melakukan sosialisasi serta upaya mengintensifkan wajib lapor bagi pecandu Narkoba sesuai dengan Permendagri nomor 25 tahun 2011. Pemko Batam juga melakukan upaya rehabilitasi medis serta sosial berdasarkan kerawanan daerah dan melakukan pembinaan lanjutan kepada pecandu Narkoba baik ASN atau masyarakat umum yang ada di Kota Batam.

Kepala BNN Kota Batam AKBP Darsono mengatakan, acara sosialisasi ini merupakan kelanjutan setelah rapat koordinasi yang dilakukan antar BNN dengan Pemko Batam pada tanggal 27 September 2017 yang lalu. Pada rapat tersebut kedua instansi pemerintah ini berkomitmen untuk mengoptimalkan peran pemerintah terhadap P4GN.

Baca Juga  BP Batam Akan Mempercepat Penyerahan Aset - Aset ke Pemko Batam

“Berdasarkan hasil penelitian tahun 2016, Provinsi Kepulauan Riau berada di peringkat 10 dalam penyalahgunaan narkotika. Kepri berada di bawah Yogyakarta, DKI, dan Sumbar. Dan 80 persen pemasok narkoba ini melalui jalur laut. Sebagai daerah kepulauan, Kepri sangat rawan. Oleh karena itu butuh kerjasama semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Menurut Darsono lagi, pada saat ini telah ditemukan 36 jenis narkoba baru di Indonesia. Di antaranya tembakau gorila, flakka AKB 48, dan PCC. Semakin beragam jenis narkoba yang ada saat ini, maka semakin berat juga tugas untuk pengawasan dan meminimalisir penyalahgunaan narkoba.

Sementara untuk merehabilitasi mereka yang sudah menjadi pecandu, BNN memiliki layanan gratis. Selain itu juga tersedia fasilitas rawat jalan bagi mereka yang ingin sembuh dari kecanduannya. Rawat jalan dapat dilakukan di klinik Pratama BNN Kota Batam yang berlokasi di Komplek Imperium Superblok Baloi, Klinik Ozone-Komplek Lumbung Rezeki Blok D, No. 41 Nagoya, dan Klinik Tiban Sehat, Sekupang.

“Tujuan rehabilitasi ini adalah mengubah perilaku ke arah positif dan hidup sehat. Supaya lupa dengan kecanduannya,” kata dia. (sumber:mcb/editor:yd)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Pemkab Bintan Menargetkan Seluruh Desa Memiliki BU di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menargetkan seluruh desa memiliki Badan Usaha Milik Desa pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *