Home / Daerah / Batam / Pembangunan Data Center Tahap Dua BP Batam

Pembangunan Data Center Tahap Dua BP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam akan membangun data centre tahap dua untuk menarik pelaku industri agar menyimpan data mereka di gedung Pusat Data Sistem Informasi (PDSI). Kepala PDSI BP Batam Kolonel Yuda Gunadi, di Batam, Selasa, mengatakan selama ini para pelaku industri lebih banyak menyimpan data mereka di Singapura.

“Dalam peningkatan keamanan kita melakukan pembenahan di hardware, software, dan brandwarenya,” katanya.

Yuda mengatakan dari segi hardware data centre BP Batam sudah menggunakan teknologi tinggi dan dari sisi aplikasi yang diterapkan juga diterapkan sistem pengamanan ganda, sehingga sulit diretas.

“Brandware di sini adalah manusianya, jadi SDMnya kita tingkatkan kemampuannya baik dari segi teknik maupun formalnya,” kata Yuda.
Yuda mengatakan ada 18 instansi pemerintah yang mempercayakan data mereka disimpan di PDSI, diantaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Sekretaris Kabinet, Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Badan Pertanahan Nasional.

Dalam waktu dekat katanya akan ada lima pemerintah provinsi yang juga akan menyimpan data mereka di PDSI BP Batam. “Yang saya ingat dari Pemprov Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Cimahi. Kalau Sumatera Selatan sudah masuk ke kita,” kata Yuda.

Yuda menjelaskan tuntutan utama dari tenant adalah keamanan terutama industri. Karena itu pula pihaknya akan membangun data centre tahap dua yang nantinya berstandar internasional.

“Kita akan bangun (data centre) khusus industri, target pembangunan kita 2018 karena DED (detail engineering disign) juga sudah selesai,” katanya. Pembangunan data centre tersebut diperkirakan selesai selama dua tahun dan dilakukan bersama pihak ketiga. “Kita akan cari investor untuk pembangunan data centre kedua ini,” katanya.

Data Center Indonesia Dinilai Kurang Aman

Keamanan pusat data center di Indonesia dinilai masih berada di strata tiga atau masuk dalam kategori kurang aman. Hal ini diutarakan anggota Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (Timlak Wantiknas), Garuda Sugardo. Garuda, di Batam, Selasa, mengatakan meski Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun depan, namun untuk penyimpanan data seluruh peserta justru akan dikontrol empat data center dari negara luar, diantaranya Amerika dan Cina.

“Keamanan data centrer kita belum terjamin, jadi yang dipakai data center dari Amerika yaitu google, amazone, microsoft dan satu lagi Alibaba dari Cina,” katanya.

Garuda mengatakan Indonesia memiliki tiga data center, yaitu milik Badan pengusahaan (BP) Kawasan Batam, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong dan Telkom Sigma.

Sementara data center milik kementerian atau lembaga lainnya berada satu gedung dengan aktivitas pelayanan. Padahal katanya bangunan data center tidak boleh bergabung dengan kegiatan lainnya. Ia mengatakan untuk membangun gedung data center dibutuhkan biaya yang sangat besar.

“Data center milik BP Batam ini satu meter perseginya saja biayanya sekitar Rp10 sampai dengan Rp13 miliar,” kata Garuda.

Selain itu lanjutnya tembok data centre juga harus lebih kuat dari gedung lainnya. Garuda mengatakan empat tugas dari Wantiknas sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2014. Pertama merumuskan kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional dan melakukan pengkajian, evaluasi, memberikan masukan dalam penetapan langkah-langkah penyelesaian permasalahan strategis. Selain itu pihaknya juga diberikan tugas untuk melakukan koordinasi nasional instansi pemerintah pusat dan daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, lembaga profesional dan masyarakat. Serta memberikan persetujuan atas pelaksanaan program pengembangan teknologi dan informasi.(Evy/Ant)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Walikota Batam Melirik Ruli untuk Memperluas Lahan Pasar Induk

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Diperkirakan, saat ini luas lahan yang menjadi lokasi pasar Induk Jodoh tidak akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *