Home / Pendidikan / Pemantapan Agenda Dewan Pendidikan Kota Batam 2018
Suasana rapat kerja dewan pendidikan kota Batam senin (8/1/18) lalu tentang pemantapan program kerja dewan pendidikan kota Batam.

Pemantapan Agenda Dewan Pendidikan Kota Batam 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Menindaklanjuti rapat pembahasan agenda dewan pendidikan kota Batam tentang pendidikan bermutu beberapa waktu lalu, digelar kembali rapat pemantapan agenda dewan pendidikan kota Batam 2018, berlangsung di kantor Dewan Pendidikan Kota Batam, senin (8/1/18).

Hadir ketua Dewan pendidikan kota Batam Sudirman Dianto, S. HI, wakil sekretaris dewan pendidikan kota Batam Haryanto, S. Pd, MH, seluruh anggota dewan pendidikan kota Batam, Forum Komunikasi RT-RW sekota Batam (FKTW), perwakilan kepsek SD SMP kota Batam, perwakilan komite SD SMP sekota Batam, terkait perumusan program kerja dewan pendidikan kota Batam periode 2016-2021 yakni program sekolah molek, mendorong masyarakat peduli pendidikan, komite sekolah diperkuat eksistensinya, orang tua siswa peduli dengan keberdayaan sekolah, baik itu sarana prasarana, guru honor, satuan pendidikan, kurikulum, ekskul, dan 8 standar sekolah lainnya.

Dikonfirmasi kepada wakil sekretaris dewan pendidikan kota Batam, Haryanto, selasa (9/1/18) menjelaskan adapun rapat kerja yang telah dilaksanakan memuat beberapa kegiatan penting dari dewan pendidikan kota Batam antara lain kesekretariatan, menggelar upacara secara masif di sekolah-sekolah, mengembangkan dan memperkuat pendidikan karakter, menyelenggarakan kuliah agama, pengecatan sekolah, gelaran lomba di sekolah, baik lomba seni, olahraga, maupun cerdas cermat, lalu lanjut Haryanto, selain siswa, untuk merangkul para komite sekolah dengan orang tua siswa, dewan pendidikan kota batam juga menggelar pertandingan olahraga antar komite sekolah, kemudian program Siap Membantu Sekolah (SMS) yakni berupa pengumpulan koin maupun stiker untuk membantu sekolah, dengan menggandeng pihak instansi kejaksaan dan pemerintah, agar pungutan tersebut kata Haryanto, tidak menyalahi aturan yang berlaku.

Dikatakan juga oleh Haryanto bahwa eksistensi dewan pendidikan kota Batam telah disahkan oleh pemerintah pusat sehingga menjadikan dewan pendidikan adalah satuan kinerja dari pemerintah kota. Oleh karenanya keberadaan dewan pendidikan difungsikan membantu pemerintah kota dan dinas pendidikan mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan dengan program kerjanya.

Ia menyinggung masalah-masalah dalam dunia pendidikan yang telah terjadi di tahun sebelumnya mengenai masalah LKS, penambahan guru dan rombel, dan dana BOS, sehingga dikatakan Haryanto, masyarakat mestinya lebih peduli dengan pendidikan dan keberdayaan sekolah, bila dikatakan dengan bahasa politis bahwa sekolah itu gratis, bukan berarti semuanya bisa diberikan secara cuma-cuma, terutama buku, yang hal itu merupakan pedoman penting untuk pembelajaran siswa. Dari pemerintah, dana BOS itu diperuntukkan untuk membayar segala keperluan operasional sekolah, yang bila dihitung secara individu hanya Rp. 85 ribu per anak untuk tingkat SD.

“Yang itu dibagi, 20% untuk ketenagaan, 20% untuk buku, 20% untuk operasional sekolah, 20% untuk ekskul, 20% untuk ATK sekolah, sedangkan idealnya biaya untuk sekolah per anak itu Rp. 650.000 dalam sebulan, jadi mana cukup duit 85 ribu untuk meningkatkan upaya kita memperbaiki sistem pendidikan,” ujar Haryanto.

Untuk itu subsidi dari pemerintah yakni Program Indonesia Pintar (PIP) yang diberikan kepada siswa tidak mampu hendaknya itulah yang bisa dipergunakan untuk membeli buku bagi keperluan belajar siswa.

“Dana yang masuk ke rekening siswa ataupun yang diwakilkan yakni ke rekening orang tua siswa jangan buat biaya salon mamaknya,” tegas Haryanto.

Dan juga dewan pendidikan hendak mengajukan program-program kepada instansi pemerintah maupun pengusaha melalui dana CSR, yang bisa untuk dimanfaatkan menambah rombel bahasa di sekolah.

“Siswa masih mengambil les bahasa asing maupun les mapel itu di luar sekolah, keluar duit lagi orang tuanya, sedangkan kalau di sekolah bisa diadakan lebih efisien, namun untuk memungut dana secara masif kepada orang tua siswa itupun harus ada payung hukumnya mengingat itu tadi, bahwa pendidikan SD dan SMP dikatakan pendidikan diberikan secara gratis,” jelas Haryanto.

Haryanto mengatakan sekolah merupakan tempat pengembangan kualitas dan pengembangan diri siswa sehingga dewan pendidikan berharap masyarakat lebih peduli lagi dengan pendidikan dan sekolah, sehingga terangkum rekomendasi perumusan program kerja dewan pendidikan yaitu penguatan tenaga honor, penguatan sarana prasarana, penguatan sistem online offline PPDB, penyampaian kepada pemerintah bahwa sekolah swasta itu sistem pengajarannya sama dengan negeri sehingga nantinya bisa disampaikan bagi orang tua yang mampu dalam perekonomiannya bersedia menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta, ataupun bila si anak bersekolah di sekolah negeri, orang tua bersedia memberikan bantuan untuk keberdayaan sekolah.

Rumusan program kerja tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah kota Batam diharapkan bisa meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas siswa yang ada di kota Batam kedepannya.

“Dengan adanya program kerja yang dimiliki dewan pendidikan kota Batam ini, kita berharap 3 elemen ini juga bersatu padu untuk mewujudkan tercapainya program guna peningkatan mutu pendidikan di kita Batam, 3 elemen itu pastinya adalah ketenagaan sekolah, pemerintah dan masyarakat,” tutup Haryanto. (dian)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

UN 2018 Diikuti 15.380 Siswa SMP Batam

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pekan depan siswa kelas IX SMP akan menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan data Dinas Pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *