Home / Daerah / Batam / Pelatihan BMG TPQ Se-Kota Batam 2017, Guru TPQ Bisa Profesional Mengajar Santri
Nini apriani, Psikolog dari Jakarta saat memberikan Bimbingan Psikologi tentang bahaya pornografi dan game online kepada para guru TPQ dalam pelatihan dan pembinaan BMG TPQ sekota Batam 2017, rabu (20/12/17) lalu.

Pelatihan BMG TPQ Se-Kota Batam 2017, Guru TPQ Bisa Profesional Mengajar Santri

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sudah menjadi agenda rutin tahunan pemerintah kota Batam memberikan Pelatihan dan Pembinaan kepada Badan Majelis Guru Taman Pendidikan Qur’an (BMG TPQ) Se-Kota Batam yang untuk tahun 2017 ini juga digelar di Aula Pemko Batam lantai 4, pada hari selasa dan rabu, 19-20 Desember 2017.

Adapun pelatihan tersebut mengambil pembicara, 2 orang dari batam, dan 1 orang dari jakarta, Nini Apriani, S.Psi, M.Pd. Pelatihan tersebut diberikan kepada 100 guru TPQ, perwakilan dari 3.998 guru TPQ sekota Batam yang sudah mendapat verifikasi penerima dana insentif dari Pemko Batam dari bulan Januari hingga Desember 2017.

Adapun ketentuan dari guru TPQ yang diberikan insentif dari pemerintah kota adalah TPQ yang menaungi guru tersebut jelas keberadannya, guru sudah mengajar di TPQ tersebut minimal satu tahun dan merupakan warga asli Batam yang memiliki KTP Batam.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kakankemenag kota Batam Erizal, yang bertindak selaku narasumber yang menyampaikan kebijakan kementerian agama tentang lembaga dan guru TPQ agar acuan pengajaran kepada para santri nantinya tidak lari dari peraturan kementerian agama.

“Kita hanya memberikan pelatihan pada 100 orang guru sebagai perwakilan, dan setelah pelatihan ini nantinya, mereka diharapkan akan menyampaikan materi pelatihan kepada rekan guru TPQ lainnya sebagai acuan pengajaran kepada santrinya secara profesional. Pelatihan ini sudah diberikan selama 2 hari dengan 2 narasumber dari batam selasa (19/12/17) kemarin, yang pertama dari kakankemenag yang menyampaikan kebijakan kementerian agama tentang lembaga dan guru TPQ agar acuan pengajaran guru TPQ itu tidak lari dari peraturan menteri agama, karena disitu ada peraturan jumlah murid dalam satu ruang pengajaran maksimal 15 santri diajar 1 guru, tidak boleh lebih dari 15 santri. Narasumber kedua yaitu pak nurhadi yang memberikan metode pengajaran 2 jam bisa membaca Al Qur’an, minimal guru-guru TPQ bisa membandingkan dan mengkombinasi metode yang diberikan dengan ilmu yang mereka punyai untuk diajarkan kepada santri, dan untuk pelatihan hari ini (rabu, 20/12/17-red) kita menghadirkan psikolog yaitu bu Nini Apriani dari jakarta, yang intinya memberikan pengertian kepada para guru TPQ agar bekerja ikhlas tanpa melihat jumlah insentif yang diberikan oleh pemerintah, karena kalau melihat jumlahnya memang tidak seberapa, namun begitu kami berharap insentif tersebut dapat bermanfaat, toh dari pihak yayasan mereka, mereka juga sudah mendapatkan gaji, ditambah dari pemerintah mudah-mudahan menambah motivasi mereka untuk mengajar, dan juga psikolog ini memberikan bimbingan bagaimana memberikan pengajaran, bersikap dan memperlakukan anak-anak santrinya, kalau sudah baik bisa ditingkatkan, selain itu diberikan juga materi tentang bahaya pornografi dan game online diharapkan guru bisa memberikan pemahaman kepada santri agar kecanggihan teknologi saat ini tidak merusak moralnya,” ulas Riama Manurung, Kasubbag Kesra Kota Batam panjang lebar ketika ditemui tim Hangtuah News, hari rabu (20/12/17).

Riama juga berharap dari seluruh bimbingan selama pelatihan itu sendiri dari pihak guru itu sendiri turut membentengi keimanan dari individu guru terlebih dulu agar tidak terjadi kekerasan seksual yang dilakukan guru kepada santrinya.(dianHP)

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Mahasiswa KKN-PPM UGM Mengangkat Potensi Penyengat

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 25 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *