Home / Pendidikan / Peduli Disabilitas, Yayasan Keluarga Batam Sponsori International Conference of Special Education (ICSE) 2017
Foto bersama peserta konferensi ICSE SMA Kartini dan YKB.

Peduli Disabilitas, Yayasan Keluarga Batam Sponsori International Conference of Special Education (ICSE) 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Untuk lebih menggali pengetahuan tentang pendidikan inklusi bagi para disabilitas, Yayasan Keluarga Batam dan SMA Kartini Batam memenuhi undangan untuk hadir di kegiatan International Conference of Special Education (ICSE) 2017 di Kuching, Serawak Malaysia, 30 juli-2 agustus lalu bertempat di Borneo Convention Centre Kuching Serawak, Malaysia.

Bukan hanya memenuhi undangan namun YKB juga turut mensponsori kegiatan tersebut. Dari YKB yang hadir, antara lain ketua sekaligus pembina YKB Srie Soedarsono, kabid kurikulum Hery Supriyadi, kalitbang Drg. Srie Hoetami, M.Psi, bendahara YKB Elmiyati, kepsek dan guru dari YKB, dan dari SMA Kartini ialah Ani Muslimah dan Jonda Haraman Purba. Peserta yang hadir total 800 an dari Asia Tenggara dan Timur, dari Indonesia sebanyak 41 orang, 25 diantaranya dari YKB, sisanya adalah yang tergabung dalam ICEVI.

Ketua YKB Srie Soedarsono menerima penghargaan bersama tokoh-tokoh pendidikan inklusif di Asia Tenggara.

Adapun materi secara umum adalah tentang kepedulian dunia terhadap anak-anak disabilitas agar mendapat pendidikan yang layak dan setara dengan pendidikan pada umumnya.

Bahasan pertama adalah special education Malaysia, pembicara Silatul Rahim Dahman (Malaysia), Dr. Kamal Lamichhane (Japan), Jose Monteiro (Timor Leste), Lina Mak Yun Fong (Brunei Darussalam).

Bahasan kedua adalah TVET for Children with special needs, pembicara Mithun Kamath (Dubai).

Bahasan ketiga adalah Access engagement for people with blind and visual impairment, pembicara Dr. Frances Gentle (Australia).

Materi pleno Access and engagement for persons with disabilities pembicara Dr. Andy Shih (New York), Ass Prof. Pham Minh Muc (Vietnam), Dr. Naira Avetisyan (Thailand), Limia Dewan (Bangladesh), Kan Puthy (Kamboja). Materi gabungan, kemahiran pedagogi bagi guru pendidikan islam (pendidikan khas) dalam pengajaran Al Quran braille. Materi ke empat, community empowering people with disabilities, pembicara Dr. Gerry Duwin A. Dela Zerna (Filipina), Mohammad Sazali Shaari (Malaysia), Dr. Toh teck hock (Malaysia), Yasmin Abdeen (Malaysia), Liesbeth Roolvink (UK). Materi kelima Phsycological Services for children pembicara Dr. Sharifah Mariam Al-Junied (Singapura).

Masih banyak materi bahasan lanjutan. Tak ketinggalan salah seorang guru SD Kartini 1 Batam, Carol turut memberikan materi Autism Students in formal school di kesempatan konferensi tersebut. Hasil konferensi, dari kepentingan sekolah, seperti yang sudah dicanangkan YKB tentang pendidikan inklusi, Ani mengatakan mereka harus tahu persis tentang itu, dan ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman dan masukan sharing dari peserta dan pembicara bagaimana penanganan anak disabilitas, dalam rangka menyukseskan pendidikan inclusi khususnya SMA Kartini dan YKB umumnya.

Ketua YKB, Srie Soedarsono menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah education for all, secara umum agar semua pihak sekolah bertambah pengetahuan dan pengalamannya dalam mendidik anak inclusi.

“Agar pendidikan inclusi bisa terlaksana dengan baik di semua negara, semua pihak ikut berpartisipasi tentang pendidikan inclusi secara luas, untuk YKB harapannya pendidikan inclusi bisa meningkat dan berhasil,” kata Srie.

Ditanya tentang program pasca konferensi, Ani megungkapkan bahwa ia akan mengaplikasikan apa yang didapat.

“Diterapkan disini apa yang bisa diterapkan, menyusun regulasi pendidikan inclusi di SMA Kartini, mulai dari penerimaan siswa, proses pendidikan, hingga output siswa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, YKB melakukan MOU dengan SEAMEO SEN (organisasi di Asia Tenggara yg menangani masalah pendidikan inclusi). Serta pada saat konferensi, YKB membuka stand hasil kerajinan siswa inclusi, kreasi guru, informasi sekolah, dan kerajinan semua siswa SMA Kartini Batam.

Terakhir, Wety selaku ketua panitia keikutsertaan YKB dalam kegiatan ICSE mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya telah diberi kesempatan untuk menimba ilmu tentang pendidikan inklusi sehingga kedepannya pendidikan inklusi di Indonesia khususnya bisa maju seperti mancanegara. (dian) 

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *