Home / Budaya / Pantun Akan Jadi Warisan Budaya Dunia

Pantun Akan Jadi Warisan Budaya Dunia

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Salah satu budaya Indonesia kategori tak benda, yaitu “Pantun” akan menjadi salah satu warisan budaya dunia, yang ditetapkan dalam sidang UNESCO, di Korea Selatan.

Informasi yang membanggakan ini, terungkap saat Sidang Verifikasi Penominasian Pantun Dalam Daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO Multinational Indonesia Malaysia, yang diselenggarakan, di Balairoom Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, di Dompak Tanjungpinang, Jumat, (10/03/2017).

Direktur Warisan Diplomasi Budaya, DR Najamudin Ramly, yang datang dari Jakarta mengatakan, Pengusulan pantun untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tahun 2018, tidak lain karena kita menjaga karya budaya anak bangsa, yang sangat luhur di tanah melayu, di Kepulauan Riau maupun Provinsi Riau.

“Disamping itu, bukan hanya Indonesia saja yang mengusulkan, tetapi Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Kemudian dari segi pengaruhnya, pantun sudah menyebar sampai ke Asia Tenggara,” ujarnya, kepada awak media usai acara, di halaman Kantor Dinas Kebudayaan Kepri.

Najamudin juga menegaskan, sesungguhnya pantun adalah budaya lisan yang kata-katanya berisikan bernas-bernas, intisari-intisari dari pengajaran dan pembinaan akhlak.

“Dengan demikian, pengusulan pantun ini, adalah untuk kembali menegaskan, bahwa kita mempunyai warisan budaya yang sangat luhur untuk bisa membangun karakter akhlak bangsa, serta mewujudkan kesantunan budi dan menghaluskan pekerti,” tegasnya.

Generasi sekarang, lanjutnya, harus menjadikan pantun sebagai pembelajaran dan rujukan, karena sangat besar manfaatnya dalam rangka pembangunan karakter bangsa. Apalagi dengan nawacita Presiden RI Joko Widodo, tentunya pembangunan karakter menjadi terdepan.

“Apalah artinya pintar, cerdas, tapi akhlaknya buruk dan bobrok, karena melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap jabatan publik yang diamanahkan,” imbuhnya.

Selain itu, bebernya pantun sudah tercatat sebagai salah satu dari 444 buah warisan budaya nusantara katagori “Tak Benda” dari totalitas 6.471 buah yang diusulkan.

Baca Juga  Puisi - Guruku

“Syarat untuk diusulkan menjadi warisan budaya dunia adalah tercatat sebagai warisan budaya nusantara, dan pantun termasuk didalamnya,” ujarnya.

Masih melanjutkan penjelasannya, Najamudin juga membeberkan, masih banyak lagi warisan yang perlu dikembangkan, seperti sejarah di kawasan pulau Penyengat, di kerajaan Lingga Kepulauan Riau, yang pengurusan dokumennya dalam proses, termasuk Umbilin, tambang batu bara di Sawah Lunto, zaman belanda Badara Naira.

“Saya kira bukti-bukti sejarah itu perlu kita tularkan kepada generasi kita. Betapa Bahasa Indonesia yang dulunya bahasa Melayu, yang tuahnya dan manfaatnya luar biasa menjadi Bahasa Indonesia, yang mempersatukan bangsa. Kalau ini tidak diwariskan, anak muda sekarang ini tak tahu lagi sejarah budaya bangsanya, tak tahu lagi bagaimana tali bertemali silsilah dari pada keturunannya,” tambahnya.

Sekarang ini, jelasnya lagi, ada beberapa warisan budaya benda yang kita usulkan, yaitu Kota Tua di Jakarta, bersama beberapa pulau yang ada di situ, yaitu Pulau Onrus, Kelor, Kecipur dan Pulau Bidadari. Kemudian ada lagi Pinisi, (konstruksi arsitektur kapal) milik orang Bugis, yang digunakan untuk berhijrah /merantau kemana-mana.

“Jadi budaya itu ada dua jenis, Benda dan tak benda. Sementara budaya benda Indonesia yang sudah menjadi warisan budaya dunia ada empat, antara lain Borobudur, Prambanan, Sangeran Manusia Purba, Sistem irigasi subang di Bali, tutupnya. (sk)

About admin

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *