Home / Serba-Serbi / Napi di Belanda Boleh Pegang Kunci Sel Sendiri, Sipir Ajukan Protes
Beginilah suasana di dalam salah satu sel di sebuah penjara di Scheveningen, Belanda.

Napi di Belanda Boleh Pegang Kunci Sel Sendiri, Sipir Ajukan Protes

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Amsterdam – Para narapidana di Belanda akan memegang sendiri kunci sel mereka sebagai bagian dari sebuah skema rehabilitasi. Dengan memegang kunci selnya sendiri, para narapidana ini bebas keluar masuk sebelum pukul 21.30 setiap harinya. Skema ini diterapkan untuk para narapidana di lembaga pemasyarakatan kota Dordrecth, Heerhugowaard, Zaandam, dan Arnhem.

Selain itu, pengelola lapas menyediakan sebuah layar digital yang bisa digunakan para narapidana untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan janji pertemuan dengan sesama narapidana atau staf lapas.

Namun, kebijakan ini membuat para sipir penjara di Belanda berang karena dianggap membuat pengawasan terhadap narapidana semakin minim dan tidak adil bagi para korban kejahatan. Para sipir ini khawatir kebebasan yang terlalu besar akan disalahgunakan para narapidana untuk merencanakan kejahatan lain saat tak berada di dalam sel. Alhasil, para sipir ini kemudian mengajukan protes kepada Departemen Kehakiman Belanda.

“Terlalu sedikit pengawasan. Para narapidana ini bisa melakukan apapun tanpa pengawasan,” kata Rob Minkes, ketua dewan kerja departemen pemasyarakatan kepada harian Algemen Dagblad.

“Risikonya mereka akan melanjutkan usaha kejahatannya karena mereka bisa berbincang dengan sesamanya dalam waktu yang cukup lama dan tanpa pengawasan. Jual beli narkoba juga akan semakin mudah,” tambah Minkes.

Minkes juga mengklaim skema ini diterapkan tanpa asesmen memadai terkait dampak dan di tengah isu rencana pengurangan staf lembaga pemasyarakatan.

“Eksperimen ini dilakukan di seluruh Belanda tetapi tak ada investigasi memadai terkait dampak positifnya terhadap narapidana,” lanjut Minkes.

“Kami juga berutang kepada para korban kejahatan untuk memastikan bahwa skema ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Minkes.

Namun, Departemen Kehakiman Belanda mempertahankan skema ini dan mengklaim hal tersebut dilakukan untuk mendorong para narapidana lebih bertanggung jawab.

Belanda saat ini mengalami penurunan angka kejahatan yang berujung pada menurunnya jumlah narapidana yang saat ini berjumlah 11.600 orang.

Terus menurunnya angka kejahatan membuat penghuni penjara juga berkurang yang mengakibatkan banyak lembaga pemasyarakatan harus ditutup.

Demi menambah populasi penghuni penjara, Belanda akhirnya “mengimpor” sebanyak 240 orang narapidana dari Norwegia. (kmp)

About admin

Lihat Juga

Pemkab Bintan Menargetkan Seluruh Desa Memiliki BU di 2018

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menargetkan seluruh desa memiliki Badan Usaha Milik Desa pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *