Home / Nasional / Menyapa Kota Bandung dari Gunung Batu Lembang

Menyapa Kota Bandung dari Gunung Batu Lembang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Bandung – Lembang terkenal sebagai tujuan wisata bagi para pengunjung Kota Bandung. Meski jaraknya cukup jauh dari kota Bandung, tetapi lokasi ini memiliki banyak tempat wisata dengan pemandangan yang indah, seperti Gunung Tangkuban Perahu. Namun, tidak hanya itu, salah satu tempat yang memesona di kawasan Lembang lainnya yaitu Gunung Batu Lembang. Di lokasi ini para pengunjung bisa melihat keindahan Lembang dan Kota Bandung dari ketinggian 1.228 mdpl.

Sesuai dengan namanya, Gunung Batu merupakan bukit berupa dinding alam yang terdiri dari batu-batu raksasa. Lokasinya berada di Desa Pasirwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Bagian puncak dari gunung ini memiliki pemandangan alam yang indah. Cocok bagi penyuka ketinggian. Sementara, akses jalan bagi pengunjung tidak terlalu sulit sehingga cukup mudah didaki.

Di lokasi ini pun pengunjung bisa menyaksikan seluruh kota Bandung yang dikelilingi pegunungan, seperti Gunung Burangrang, Tangkuban Parahu, Putri, Bukittunggul, Palasari hingga Manglayang. Rasa bahagia menikmati pemandangan alam yang indah itu tampak dari raut wajah para pegiat sejarah kota yang menamakan dirinya Lembang Heritage dan Heritage Lover. Komunitas ini sedang menggelar jelajah Gunung Batu Lembang.

Sekitar 30 peserta jelajah tampak serius menyimak paparan Wakil Ketua Lembang Heritage, Malia Nur Alifa. Dia mengisahkan sejarah terbentuknya Gunung Batu. Tidak ingin kehilangan kesempatan, para peserta jelajah pun mengabadikan keindahan alam di Gunung Batu dengan berfoto-foto usai mendengarkan penjelasan tersebut. Gunung Batu merupakan bagian dari proses sejarah bumi Bandung yang dapat dijadikan tempat pembelajaran. Hal itu mengingat kawasan Gunung Batu termasuk sesar Lembang.

Sesar atau patahan tersebut erat kaitannya dengan asal-usul terbentuknya cekungan Bandung yang kini sudah padat penduduk. Pemandu Malia Nur Alifa menuturkan, Gunung Batu diperkirakan terbentuk dari aliran larva akibat letusan Gunung Sunda Purba sekitar 500 ribu tahun yang lalu.

Sesar Lembang merupakan salah satu patahan yang lokasinya berada di darat, bahkan memotong daerah permukiman yang padat penduduk. Sesar ini membentang dari timur ke barat sepanjang 30 kilometer dan lebarnya 300 meter, dengan sisi utara relatif turun, semakin tinggi ke arah timur dan menurun ke arah barat. Malia menjelaskan, berdasarkan tiga peneliti patahan ini yaitu Irwan Meilano, Dwi Sulistyoningrum, dan Edi Hidayat, sesar Lembang termasuk aktif. Adapun patahan sebelah barat lebih aktif dari pada yang sebelah timur. Di ujung barat patahan yaitu di daerah Tugu Muda dan Muril Cisarua terjadi beberapa kali gempa.

“Tercatat bulan Juli, Agustus, 4 September dan 3 Oktober 2011, gempa-gempa kecil terjadi dengan kekuatan 3,3 SR tetapi sudah membuat dinding rumah retak, melepaskan sambungan antar dinding dan merontokan genting. Penyebannya karena adanya jalur gempa, gawir bukit, dan bangunan-bangunan di sana tidak berprinsip tahan gempa,” jelas dia.

Dia menyerukan agar pemerintah setempat meneliti dengan seksama jalur gempa di kawasan Lembang tersebut. Selain itu, perlu dilakukan kegiatan sosialisasi di daerah rawan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana.

“Paling tidak memberikan penyuluhan kepada warga yang sudah bermukim di sekitar kawasan sesar Lembang terkait informasi gempa atau syarat membangun bangunan tahan gempa,” kata dia. (lvi)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Kemenhub Siapkan Mudik Gratis via Laut untuk 33.000 Orang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyediakan fasilitas mudik gratis lewat laut untuk arus mudik dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *