Home / EkBis / Menunggu Rapat BI, Rupiah Melemah Ke 13.180 per Dolar AS

Menunggu Rapat BI, Rupiah Melemah Ke 13.180 per Dolar AS

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Kamis pekan ini. Pelaku pasar fokus kepada pengumuman BI Rate pada siang ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis (21/4/2016) rupiah dibuka di level 13.180 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan pada perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.144 per dolar AS.

Dalam perdagangan dari pagi hingga siang hari ini, rupiah sempat menyentuhlevel terkuat di 13.168 per dolar AS danterlemah di 13.194 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah menguat 4,44 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) rupiah dipatok di angka 13.182 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang di angka 13.133 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini terjadi karena dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia. Penguatan dolar AS ini terjadi karena pelaku pasar sedang menghindari euro.

Ada aksi spekulasi di pasar keuangan menjelang pengumuman kebijakan oleh Bank Sentral Eropa. “Ada pandangan bahwa Bank Sentral Eropa tidak akan berbuat apa-apa sehingga menekan euro,” jelas Kepala Divisi Pasar Uang Bank of Nova Scotia, Toronto, AS, Shaun Osborne.

Pelaku pasar sebenarnya berharap Bank Sentral Eropa kembali memberikan stimulus ekonomi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Sedangkan Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, pada hari ini Bank Indonesia (BI) menggelar rapat Dewan Gubernur. konsensus memperkirakan BI Rate tetap 6,75 persen sehingga ruang penguatan rupiah tersedia.

“Rupiah berhasil kembali menguat hingga Rabu sore sejalan dengan sentimen pelemahan dollar di Asia,” jelasnya. Kembalinya harga minyak yang menguat juga membantu sentimen penguatan rupiah. Namun saat ini fokus pelaku pasar lebih tertuju kepada pengumuman BI rate di sore hari yang diperkirakan dipertahankan di 6,75 persen.

Baca Juga  Ada Potensi Pencucian Uang dari Dana WNI ke Standard Chartered

About admin

Lihat Juga

Data Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menggembirakan di Triwulan Pertama

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Batam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *