Home / Daerah / Batam / Menjaga Kelestarian Sejarah Batam melalui Wisata Ziarah

Menjaga Kelestarian Sejarah Batam melalui Wisata Ziarah

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam  Wisata ziarah menjadi salah satu andalan wisata di Indonesia, tidak terkecuali di Batam. Pemerintah Kota Batam melalui Dinas pariwisata dan kebudayaan saat ini mulai serius menggarap potensi wisata Sejarah di batam untuk tetap melestarikan sejarah yang ada pada generasi saat ini. 

Nong Isa

makam-nong-isa-1Makam Nong Isa terletak di kawasan Nongsa dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota Batam sebagai obyek wisata sejarah dan ziarah. Nong Isa atau Raja Isa ibni Raja Ali adalah tokoh yang pernah diberikan kuasa sebagai pemegang komando garis pantai sekitar Nongsa [termasuk wilayah Batam] yang dikeluarkan oleh Comisaries Umum dan Resident Riouw atas nama Shah Sultan Abdulrahman Lingga-Riau (1812 – 1832) dan Tuan Muda Riau VI Raja Jakfar (1808 – 1832) yang ditemukan dalam koleksi Arsip di Arsip Nasional Riouw Jakarta. Nong Isa adalah penanda awal pemerintahan asli di pulau Batam, setelah reorganisasi kerajaan Lingga-Riau mengikuti Traktat London 1824 – yang kemudian diteruskan turun temurun ke anak-anak dan cucu-cucunya.

Siapa Raja Isa? Ayahnya adalah Raja Ali Muda Riau Tuhan V Ibni Kamboja Daeng Tuan Riau Muda III Ibni Sultan Daeng Perani – Bayan Island. Sumber lisan dan Silsilah keluarga di pulau Penyengat menyebutkan Isa sebagai tokoh yang membuka sebuah desa baru di pulau Batam yang sekarang dikenal sebagai Nongsa. Bahkan sumber-sumber lisan yang berkembang terutama di pulau Penyengat disebutkan nama Nongsa berasal dari julukan Raja Isa sebagai anak tertua dari Raja Ali Raja Bayan Island: Nong Isa. Mungkin karena diucapkan oleh lidah yang tidak tunggal-asal, kemudian perlahan-lahan tempat tinggal desa baru dari Raja Isa di pulau Batam Dikenal sebagai Nongsa.

Tumenggung Abdul Jamal

Makam Temenggung Abdul Jamal terletak di Pulau Bulang Lintang. Tumenggung Abdul Jamal merupakan salah satu Temenggung pada jaman kerajaan Riau-Lingga. Terdapat musium mini yang menggambarkan profile beliau semasa hidup serta benda-benda peninggalan beliau, serta terdapat makam-makam dari keluarga beliau seperti istrinya Raja Maimunah. Keberadaan pulau dan makam yang menjadi warisan sejarah kebesaran Melayu tersebut juga terangkum dalam khazanah literature asing baik yang berada di pulau Penyengat maupun Singapura dan Johor.

Baca Juga  Wisata Bukit Senyum Batam

areal-makam-tumenggung-1024x576Dalam areal makam yang luasnya sekitar 15 x 20 meter persegi terdapat satu bangunan makam yang mencolok, selain bangunan makamnya lebih tinggi dari puluhan makam lainnya juga diberi atap yang ditopang empat pilar dan berlantai sebagai tempat duduk peziarah. Sama halnya dengan makam yang lain tiap nisan dikompleks makam tersebut dibalut kain kuning, warna kebesaran Kerajaan Melayu Johor-Riau. Bangunan makam utama itu adalah makam Tumenggung Abdul Jamal dan disamping makamnya terdapat makam istrinya Raja Maimunah.

Selain makam maka barang-barang peninggalan berupa empat batang keris, pedang, tombak, tongkat induk rotan (rotan yang tidak berbuku), talam tembaga, piring anti basi, dan mangkuk dari kulit paujanggi atau kelapa laut, merupakan harta pusaka yang masih dapat dilihat hingga kini.

Pulau Bulang, pulau kecil yang luasnya sekitar 150 hektare ramai disinggahi peziarah menjelang Ramadan. Pulau Bulang Lintang merupakan satu gugusan pulau di perairan Kota Batam yang berjarak sekitar setengah jam dengan mengarungi selat-selat sempit diantara gugusan pulau disebelah barat Pulau Batam. Untuk menjangkau pulau berpenduduk sekitar 200 kepala keluarga yang umumnya nelayan ini, dapat menumpang “speedboat” dari Pelabuhan Sagulung Batam.

Bagi warga Batam, nama Temenggung Abdul Jamal tidaklah asing karena nama tersebut diabadikan unuk nama stadion olahraga. Namun siapa orangnya banyak yang tidak tahu, begitu pun masyarakat Pulau Bulang tempat lokasi makam bersangkutan.

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

BPJS Ketenagakerjaan Job Fair Diikuti 30 Perusahaan Peserta

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Job Fair atau Bursa Kerja di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *