Home / Pendidikan / Meningkatkan Profesionalitas Kepala Sekolah/Madrasah Melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran Abad 21

Meningkatkan Profesionalitas Kepala Sekolah/Madrasah Melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran Abad 21

Oleh Hj. Wiwit Widji Rahayu, S.Pd, M.M

Hj. Wiwit Widji Rahayu, S.Pd, M.M.

Sejalan dengan tantangan kehidupan global, pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan salah satu penentu mutu Sumber Daya Manusia. Dimana dewasa ini keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam, melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik, memenuhi syarat, dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan, komponen-komponen tersebut adalah masukan, proses, keluaran, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana serta biaya.

Tenaga kependidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang professional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, adapun salah satu cara dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting dalam hal ini adalah kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin penddidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah.

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan kerjasama dengan guru-guru dalam melaksanakan tugas-tugas di sekolah.

Banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatan tidak transparan, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat, wawasan kepala sekolah yang masih sempit, ini mengimplikasikan rendahnya produktifitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input, proses, dan output).

Standar Kompetensi kepala sekolah dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai kepala sekolah/madrasah, pasal 11 ayat (1) dinyatakan bahwa ‘Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan kepemimpinan Pembelajaran Abad 21 meliputi pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, Kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah terdiri atas Kualifikasi Umum, dan Kualifikasi Khusus. Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran Abaad adalah proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap professional kepala sekolah/madrasah yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah. Terencana (Intensional) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 kepala sekolah hendaknya merupakan aktivitas yang diniatkan, bukan terjadi secara kebetulan. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 yang bersifat intensional ditandai dengan (1) terdapat rumusan tujuan yang jelas, (2) tujuan bermanfaat bagi individu, sekolah, dan system pendidikan pada umumnya, dan (3) adanya langkah-langkah yang jelas untuk mencapai tujuan, (4) proses berkelanjutan (On-going Process) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 kepala sekolah /madrasah harus berupa kegiatan yang berjalan secara terus-menerus sepanjang karir kepala sekolah.

Baca Juga  Kemitraan Orang Tua dan Guru dalam Membangun Karakter Siswa SD

Monitoring dan evaluasi semua aktivitas manajemen. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 kepala sekolah hendaknya dijadikan sebagai proses yang berlangsung alamiah dan terjadi secara rutin. Dapat dilaksanakan melalui berbagai cara: a. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21individual kepala sekolah /madrasah, b.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 melalui kegiatan KKKS/MKKS Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional.

Dari masing-masing unsur tersebut: pengembangan diri berbagai aktivitas yang paling umum dilaksanakan dalam rangka pengembangan diri antara lain sebagai berikut: a. Pendidikan dan Pelatihan, yaitu aktivitas Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 yang dilaksanakan melalui pembelajaran dengan melibatkan narasumber untuk berbagai gagasan dan keahlian melalui kegiatan-kegiatan yang berbasis kelompok baik dalam skala besar atau kecil.

Isi publikasi harus relevan dan terkait dengan kompetensi dan tugas serta fungsi kepala sekolah/madrasah. Bentuk-bentuk kegiatan publikasi ilmiah yang dilaksanakan antara lain, A. menulis karya ilmiah yang diterbitkan pada seperti jurnal, majalah ilmiah, atau penerbitan ilmiah periodic lainnya. B. menulis karya popular yang dimuat pada surat kabar , majalah. C. menjadi pemakalah/nara sumber pada seminar, symposium, diskusi panel, kolokium, atau forum atau diskusi ilmiah lainnya.

Siklus Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran abad 21 kepala sekolah/madrasah merupakan sebuah siklus yang diawali dari penilaian kinerja kepala sekolah. Secara umum siklus PKB abad 21 kepala sekolah/madrasah terdiri dari tahapan-tahapan: penyusunan rencana, pelaksanaan, evaluasi hasil, (4) implementasi hasil, dan (5) evaluasi dampak Pengembangan PKB abad 21 yang menjadi bagian dari penilaian kinerja kepala sekolah.madrasah secara keseluruhan.

Seperti yang dikatakan Payong (2011:9) agar kepala sekolah dapat selalu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan itu, maka salah satu tuntutan profesionalisme kepsek adalah adanya pengembangan profesionalisme berkelanjutan (continuing professional developments). Sedangkan Danim (2011) mengatakan masih tetap dan terus diperlukan upaya meningkatkan dan mengembangkan kemampuan professional guru, baik melalui prakarsa lembaga maupun atas inisiatif individual guru itu sendiri .

Pengembangan Keprofesian Perumusan tujuan PKB abad 21 merupakan hasil yang diharapkan akan dicapai setelah melaksanakan kegiatan PKB abad 21 yang berupa peningkatan kompetensi kepala sekolah sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan. juga dapat diberi kewenangan untuk melaksanakan program PKB tingkat Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional atau program PKB tingkat Provinsi yang ditetapkan oleh Dinas Pendididkan Provinsi. Dalam melaksanakan program PKB Dinas Pendidikan kabupaten/kota berkoordinasi dengan LPMP, P4TK, LPPKS, serta KKKS maupun MKKS, Pengelolaan PKB secara rinci akan di atur dalam paduan PKB kepala sekolah/madrasah (sumber: Pedoman Pelaksanaan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah).

About Dian Ratnawati

Lihat Juga

Kominfo Mengajak Pelajar-Mahasiswa Batam Promosikan Pembangunan Melalui Vlog

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Pelajar dan mahasiswa di Kota Batam diajak promosikan hasil pembangunan pemerintah melalui video …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *