Home / Peristiwa / Menguak Tuntas Aplikasi Undang-Undang SNI Yang Mandul Dilapangan !!!

Menguak Tuntas Aplikasi Undang-Undang SNI Yang Mandul Dilapangan !!!

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Undang–undang Republik Indonesa No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, dalam Pasal 120 ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi, mengimpor, dan atau mengedarkan barang dan jasa industri yang tidak memenuhi SNI dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun. Selain itu, produsen dapat dikenai denda paling banyak Rp 3 miliar. Dalam Pasal 120 ayat 2 dinyatakan, jika kegiatan produksi, impor, atau perdagangan barang tak sesuai dengan standar dilakukan karena kelalaian, pidana maksimalnya adalah 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Menindak lanjuti pemberitaan minggu kemarin, yang berjudul “Aplikasi Undang-Undang SNI yang mandul di Lapangan”. Konfirmasi lanjutan yang diperoleh dari  BP Batam kamis (8/09/16) didapatkan keterangan dari humas BP Batam, bpk. Topan, mengatakan “bahwasannya kebanyakan daftar barang impor yang masuk ke Batam adalah kategori barang setengah jadi dan setelah di kelola menjadi barang jadi kemudian dieksport kembali keluar negri, untuk aplikasi ijin SNI, itu dilakukan oleh Disperindag pusat”, yang menjadi pertanyaan awak media hangtuah pos kepada bpk. Topan, apakah dalam proses perijinan lalu lintas barang impor di BP Batam tidak melampirkan form SNI?, dikarenakan konfirmasi dari Disperindag kota Batam bahwasannya seluruh barang yang masuk ke Batam harus melewati BP Batam dan bpk. Topan tidak dapat menjawab hal ini dikarenakan permasalahan ini sangat teknis.

Beliau mengatakan akan menindak lanjuti permasalah tersebut  dengan Kabid perijinan lalu lintas import BP Batam, bpk. Tri Novianto, karena untuk urusan teknis perijinan, beliau kurang memahami secara jelas, namun sampai berita ini dinaikan, redaksi hangtuah pos belum menerima konfirmasi tertulis yang dijanjikan oleh humas BP Batam via email, dalam urusan teknis lalu lintas barang impor tersebut, dan rekan-rekan media hangtuah pos juga melakukan cros cek dengan mengunjungi Bea Cukai Batam dan bertemu dengan Kabid humas bpk. Suprayitno yang mengatakan bahwa prosedur masuk barang di Bea Cukai Batam ada 3 jalur, dilakukan oleh bagian P2, pertama disebut sebagai jalur merah, kedua  jalur kuning, dan ketiga jalur hijau.

Baca Juga  Aplikasi Undang-Undang SNI Yang Mandul Dilapangan !!!

Yang disebut dengan jalur merah yaitu dilakukan pemeriksaan dokumen yang super ketat, jalur kuning yaitu dilakukan pemeriksan yang ketat dan jalur hijau yaitu dilakukan pemeriksaan yang longgar. Namun untuk definisi super ketat, ketat dan longgar dan untuk permasalahan teknisnya bpk. Suprayitno menyarankan untuk menemui Kabid P2 yaitu bpk. Andreas Tulus Cahyono. Dikarenakan awak media hangtuah pos belum berhasil menemui bagian P2 Bea Cukai Batam bpk. Andreas Tulus Cahyono, hingga berita ini dilaporkan awak media hangtuah pos masih kebingungan untuk menelaah definisi superketat, ketat, dan longgar karena berdasarkan konfirmasi  pemilik grosir mainan di Sungai Panas, bahwasannya barang-barang mainan yang tidak ber-SNI kebanyakan masuk lewat jalur hijau Bea Cukai Batam, hal ini yang masih menjadi pertanyaan besar oleh awak media hangtuah pos.

Mengapa barang-barang impor (jadi) mainan anak-anak yang tidak berlabel SNI masuk jalur hijau Bea Cukai Batam?, dan mengapa BP Batam  meloloskan perijinan barang-barang impor (jadi) mainan anak-anak yang tidak berlabel SNI? (tim)

About admin

Lihat Juga

Muslim Batam Jemput Ramadhan dengan Mengaji Massal

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Forum Silaturahmi Dewan Kemakmuran Masjid (Forsil DKM) mengadakan Batam Mengaji, Menjemput Ramadhan. Kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *