Home / Budaya / Mengangkat Warisan Kebesaran Bunda Tanah Melayu
Bupati Lingga - Alias Wello

Mengangkat Warisan Kebesaran Bunda Tanah Melayu

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Lingga – Pada bulan November 2017 mendatang, Pemerintah Kabupaten Lingga berencana menggelar sebuah perhelatan Akbar yang bertajuk “Festival Dunia Melayu”.

Festival itu nantinya digelar sempena dengan perayaan HUT Lingga yang ke – 14 dengan menampilkan berbagai macam kegiatan mulai dari warisan seni budaya melayu, kearifan lokal masyarakat melayu, pariwisata sejarah, pariwisata alam, kuliner dan sebagainya.

Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan, kegiatan Akbar tersebut direncanakan atas dasar pemikirannya yang simpati melihat daerah berjuluk Bunda Tanah Melayu sebagai pemilik warisan sejarah kebesaran imperium kesultanan Riau-Lingga abad ke 18 perlahan tergerus dimakan arus zaman.

Seperti pepatah bijak mengatakan “Mengangkat Batang Terendam”, dengan harapan untuk mengangkat kembali kebesaran Bunda Tanah Melayu kepermukaan. Ingin melayu Lingga lebih membumi, melayu yang dalam pola tindak, pola pikir, pola laku melekat dalam kehidupan sehari. Selama ini kita hanya mendengar tutur lisan, dari orang tua-tua kita, dari literatur-literatur yang ada, yang sangat terbatas.

“Untuk itu dengan kesepahaman ini saya punya pikiran membuat suatu perhelatan dalam satu kemasan yang di beri nama Festival Dunia Melayu,” kata Alias Wello.

Dia mengatakan, kegiatan itu juga sesuai dengan visi-misi besar nya dalam memimpin Lingga kedepan agar terbilang 2020 yakni tentang Kebudayaan dan Pariwisata. Ditambah lagi dengan alasan yang kuat, jelas Alias Wello sejauh ini orang-orang hanya memandang melayu sebatas pantun-memantun, bertari zapin, serta tari persembahan saja. Padahal jika berbicara soal budaya melayu, itu sangatlah luas. Bahkan dapat menjadi diskusi menarik yang sangat luas.

“Kita harus mensyukuri terlahir dan besar di bumi tanah melayu yang mempunyai tradisi lisan dan tulisan, dalam kejayaan imperium melayu yang sudah di mulai oleh leluhur-leluhur kita. Yang alhamdulillah setiap tahunnya kita masih rajin melaksanakan ziarah ke makam-makam pembesar negeri melayu ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Tuhfat al-Nafis, Rujukan Penulisan Sejarah Melayu

Keunggulan yang dimiliki Lingga semacam itu, kata Alias, sangat sedikit dimiliki oleh daerah lain. Namun sayangnya, kelebihan itu belum memberikan suatu nilai lebih yang dapat memakmurkan masyarakatnya.

“Sejarah panjang ini harus kita jaga dan gali, sehingga menjadi dasar yang kuat untuk peradaban melayu di masa depan,” ungkapnya.

Ia pun menyadari, untuk melaksanakan kerja besar tersebut bukan perkara yang mudah. Kedepan ia menginginkan ketika orang berbicara Lingga bukan hanya tentang slogan semata, tapi yang di ingat adalah karya-karya dan sejarah yang panjang yang akan muncul dalam ingatan setiap orang.

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah melalui dinas kebudayaan dan segala unsur yang berkepentingan didalamnya, untuk saling berbagi pandang soal kegiatan yang akan menjadi awal mula bangkitnya kebesaran sejarah melayu itu di Bunda Tanah Melayu.

“Waktu yang tersisa tinggal 10 bulan lagi, mari kita sama-sama bekerja lebih keras lagi untuk mengangkat batang terendam ini. Karena kegiatan ini bukan hanye kegiatan skup Lingga, namun kite ajak semue rumpun melayu baik Melayu Nusantara dari sabang sampai marauke maupun melibatkan melayu skup international. Jika ini terlaksane maka kite akan upayekan menjadi kalender nasional melalui kementerian Pariwisata dan Kebudayaan,” pungkasnya.

About admin

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *