Home / Nasional / Mekanisasi Teknologi Menjawab Kekurangan Jumlah Petani di Indonesia
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dalam sebuah kegiatan pertanian

Mekanisasi Teknologi Menjawab Kekurangan Jumlah Petani di Indonesia

“Telah terjadi pergeseran tenaga kerja pertanian ke non pertanian lebih dari lima persen dan pada 2015. Anggaran Pengadaan Alsintan Naik 2017 Menjadi 2,9 Triliun”

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah mengupayakan peningkatan mekanisasi pertanian dalam negeri. Sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo untuk mempercepat waktu budidaya tanaman dan menghemat tenaga kerja. Mekanisasi yang berbasis teknologi ini dinilai sangat penting dan mampu mensubtitusi tenaga kerja manusia dibidang pertanian yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini terus berkurang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

“Telah terjadi pergeseran tenaga kerja pertanian ke non pertanian lebih dari lima persen dan pada 2015, petani Indonesia tinggal 27 juta jiwa. Karenanya, perlu didukung oleh mekanisasi pertanian yang membantu proses produksi,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Jakarta pada Jumat 6 Januari 2017.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaimanpun menyebutkan, mekanisasi pertanian telah terbukti dapat mempercepat waktu budidaya tanaman dan menghemat tenaga kerja lebih dari 60 persen, sehingga indeks pertanaman (IP) dan produktivitas lahan pertanian meningkat sedangkan biaya tenaga kerja dapat dihemat lebih dari 50 persen. Ia juga mengakui, pihak Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menyusun grand design pengembangan mekanisasi Indonesia hingga tahun 2045, agar seluruh kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) lokal dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri.

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam memperkuat kemampuan perekayasa teknologi alsintan itu di antaranya adalah Badan Litbang Kementerian Pertanian, lembaga riset, perguruan tinggi, serta industri alsintan yang ada di Indonesia. Ke depan, ia mengharapkan, akan ada sinergitas dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pertanian, untuk dapat meningkatkan daya saing pertanian.

“Jumlah penggunaan alsintan di Indonesia masih lebih kecil dibanding negara tetangga kita. Jumlah alsintan untuk budidaya dan usai panen padi di Indonesia, saat ini baru 231.870 unit,” sebutnya.

Sebagai gambaran, untuk menggarap lahan pesawahan yang luasnya 8,11 juta hektare, diperlukan setidaknya 1.275.320 unit alsintan dari berbagai jenis, mulai dari traktor tangan hingga mesin pengering.

Anggaran Pengadaan Alsintan Naik 2017 Menjadi 2,9 Triliun

Tahun ini, Kementerian Pertanian menganggarkan Rp 2,9 triliun untuk pengadaan 79 ribu unit alat dan mesin pertanian (Alsintan). Anggaran tersebut lebih tinggi dibanding 2016 yang dipatok sebesar Rp 2,7 triliun.

“Karena kita kena penghematan makanya anggaran tahun lalu tinggal Rp2,7 triliun,” kata Direktur Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Kementerian Pertanian, Suprapti di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Jumat, 6 Januari 2017.

Suprapti menjelaskan, anggaran itu diperuntukkan untuk pengadaan traktor roda dua sebanyak 25 ribu unit, traktor roda empat tanaman pangan tiga ribu unit, pompa air 21 ribu unit, rice transplanter tiga ribu unit, excavator 150 unit, cultivator dua ribu unit dan hand sprayer 25 ribu unit. Ia mengatakan, dari sekian jenis alsintan yang diadakan untuk petani, sebagian besar merupakan hasil industri swasta dalam negeri. Hanya traktor roda empat dan excavator yang hingga kini masih impor.

“Excavator banyakan dari Jepang. Traktor ada dari Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Impor (2017) excavator 150 unit, tapi belum kita adakan semua. Baru 100 unit. Traktor roda empat sebanyak 1600 unit,” ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Muhammad Syakir mengatakan, importasi dilakukan untuk dua jenis alsintan ini lantaran industri dalam negeri belum memiliki kapasitas untuk memproduksi dua jenis alat ini. (viva/sw)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Rahasia di Balik Cikal Bakal Pramusaji Restoran Padang

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Padang – Restoran Padang, selain dikenal karena rendangnya, juga karena keahlian pramusajinya. Pramusaji di restoran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *