Home / Internasional / Masyarakat Eropa Mulai Demo Anti Israel
Demo di depan kantor Uni Eropa saat kedatangan PM Israel (JOHN THYS / AFP)

Masyarakat Eropa Mulai Demo Anti Israel

HANGTUAHNEWS.CO.ID, – Pejabat Palestina meminta Eropa untuk mengambil peran lebih besar dalam proses perdamaian yang sekarat setelah langkah Trump memicu protes di berbagai kawasan di Timur Tengah. Abbas melakukan perjalanan ke Istanbul dan Kairo untuk bertemu dengan Presiden Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, dan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, untuk menggalang dukungan menjelang pertemuan puncak darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Turki minggu ini. Warga Palestina menyerukan kepada anggota 57 negara OKI untuk membuat pengakuan sendiri atas Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.

Mengikuti pertemuannya dengan Sisi pada hari Senin, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa setiap langkah yang mencegah kemungkinan kesepakatan antara Israel dan Palestina adalah kontraproduktif dan tidak stabil. Negara-negara Arab mengutuk keputusan Trump atas Yerusalem pekan lalu dan berjanji untuk mendesak badan-badan internasional untuk mengambil tindakan terhadapnya, meskipun tanpa mengumumkan tindakan konkret.

Telah terjadi kecaman yang meluas di Jerman tentang demonstrasi anti-Israel akhir pekan lalu yang mencakup nyanyian “Kematian bagi Israel” dan insiden di mana pemrotes membakar bendera Israel. Protes berlangsung di Berlin pada Jumat dan Minggu, demonstran pro dan anti-Israel bentrok di sela-sela demonstrasi di Munich dan beberapa ratus orang juga melancarkan protes di depan konsulat AS di Düsseldorf.

Angela Merkel, Kanselir Jerman, mengatakan pada hari Senin, “Kami mengutuk semua jenis antisemitisme dan xenofobia dan tidak ada perselisihan, bahkan atas status Yerusalem, membenarkan tindakan semacam itu.” (**)

Ramalan Bencana dan Konflik 2018 Menurut Ahli Nujum Inggris

Beberapa waktu lalu, seorang ahli nujum, dengan tepat meramalkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia pun turut memprediksi sejumlah peristiwa yang mungkin terjadi pada tahun-tahun mendatang.

Dilansir dari laman Dailystar.co.uk, Selasa (12/12/2017), di penghujung tahun 2017, pria itu mulai menyatakan ramalannya seputar hal-hal mengerikan yang akan terjadi di tahun 2018. Hamilton-Parker, namanya, meramalkan serangan Amerika Serikat ke Korea Utara lewat perang yang melibatkan senjata kimia.

Peramal kelahiran Southampton, Inggris tersebut tak berhenti di situ saja. Sebuah pernyataan mengejutkan keluar dari mulutnya. Ia mengatakan, Kim Jong-un akan digulingkan oleh rakyatnya sendiri di tahun 2018.

Peristiwa lain seperti tenggelamnya sebuah kapal perang milik Amerika Serikat, letusan gunung berapi di Naples (Napoli), juga terjadi dan wabah flu burung, juga jadi penerawangannya. Hamilton-Parker turut menyoroti sosok Theresa May yang ia nilai akan tetap menjadi PM Inggris. Namun, Negeri Ratu Elizabeth itu juga diprediksi kembali akan menjadi sasaran para pelaku teror.

Sebuah serangan teror di jalan raya Inggris disebut akan kembali terjadi. Tak ketinggalan, ada pula prediksi ketahanan ekonomi global yang menurun.

Menulis di blognya, Craig mengatakan, “2018 akan menjadi tahun kekacauan politik dan krisis lingkungan yang disebabkan oleh perubahan cuaca ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Sementara itu, Hamilton-Parker memprediksi bahwa Uni Eropa akan menghadapi hari-hari paling gelap. Sedangkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadapi upaya pemakzulan tahun 2018 nanti. (**)

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

Jokowi Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

HANGTUAHNEWS.CO.ID, – Presiden Joko Widodo mengundang Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, untuk berkunjung ke Indonesia. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *