Home / EkBis / Masih Banyak Masyarakat Tanjungpinang Belum Mendaftar JKN dan KIS

Masih Banyak Masyarakat Tanjungpinang Belum Mendaftar JKN dan KIS

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Tanjungpinang – Meski pemerintah gencar mensosialisasikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun masih banyak masyarakat Tanjungpinang yang belum mendaftar. Bahkan, beberapa masyarakat dari keluarga tak mampu, saat sakit terpaksa harus berurusan dengan birokrasi dan biaya administrasi perobatan di rumah sakit.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam menuturkan, pada prinsipnya tak ada masyarakat kesulitan atau tak bisa mengakses kesehatan. Meskipun harus diakui, masih ada sebagian masyarakat dari keluarga tak mampu sulit menerima pelayanan kesehatan, karena tak memiliki biaya maupun jaminan kesehatan itu sendiri. Bagi pasien tak mampu yang sedang di rawat di rumah sakit, sebenarnya ada jalur pengurusan karyu JKN KIS yang siap dalam sehari.

Meski demikian, harus dipastikan bahwa pasien tidak lebih dari tiga hari dirawat di rumah sakit. Jika lebih dari tiga hari, maka jalur itupun tak bisa diambil. Mekanisme mendapatkannya, calon peserta harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Sosial Tanjungpinang. Sebelum mengurus rekomendasi itu, warga yang bersangkutan harus mendapatkan surat pengantar dari kelurahan, membuktikan masyarakat tak mampu.

Setelah itu, berkas pengajuan pendaftaran di bawa ke Kantor BPJS Kesehatan Tanjungpinang dilengkapi dengan bukti pasien berada di rumah sakit. Ia menuturkan, selain itu, masih ada jalur lainnya bagi masyarakat tak mampu yang ingin mendaftar BPJS Kesehatan. Iurannya di bayarkan pemerintah daerah. Tahun ini, Pemko Tanjungpinang menyediakan anggaran untuk 1.000 peserta baru. Sedangkan, sampai 2017 lalu, Pemko Tanjungpinang telah membayar iuran untuk 18 ribu warga tak mampu.

Prosedurnya hampir sama yaitu meminta surat keterangan tak mampu dari tingkat RT, Kelurahan, Kecamatan dan Dinas Sosial. Setelah itu, surat pengajuan di bawa ke Dinkes untuk diproses. Ia menuturkan, kartu peserta tidak bisa selesai dalam hari itu. Sebab, proses pendaftarannya berkala.

Bukti bahwa seluruh masyarakat tak mampu bisa menerima pelayanan kesehatan, Pemko juga menyediakan anggaran pemeliharaan kesehatan dengan nilai Rp 400 juta di APBD murni 2018. Bahkan, apabila ditemukan pasien yang harus berobat dengan biaya besar, maka untuk menanggulanginya, Dinkes Tanjungpinang akan minta bantuan Dinkes Pemprov Kepri.

”Dinkes Kepri juga punya dana alokasi seperti pemeliharaan kesehatan, jadi kadang kita minta bantuan juga,” paparnya.

Menurtunya, masih ditemukannya kasus masyarakat tak memiliki biaya berobat wajar, sebab sekitar 80 ribu penduduk Tanjungpinang belum terdaftar ke BPJS Kesehatan. Sekitar 31 persen dari total 260 ribu penduduk Tanjungpinang, berdasarkan data Disdukcapil Tanjungpinang. Ia mengungkapkan, baru sekitar 180 ribu jiwa yang memiliki JKN KIS. Sekitar 40 ribu penduduk terdaftar melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pusat. Serta di 2017, Pemko mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar untuk membiayai 18 ribu masyarakat pemilik JKN dari keluarga tak mampu.

Sedangkan jumlah peserta lainnya terdaftar melalui mandiri. Mulai dari penerima upah kalangan swasta, PNS, TNI-Polri serta pelaku usaha. Ia menghimbau kepada pelaku usaha, mulai dari skala kecil maupun sedang untuk segera mendaftarkan karyawan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Begitu juga, bagi warga yang mampu, yang belum terdaftar untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya untuk memiliki JKN KIS. Menurutnya, jangan menunggu sakit. (dlp)

 

About Sri Wahyudi

Freelancer, Jurnalis, Editor dan Grafis Designer di Hang Tuah News dan Hang Tuah Pos.

Lihat Juga

TPID Menjamin Harga Bazar Sembako Lebih Murah dari Pasar

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Panitia bazar sembako Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen agar harga produk pangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *