Home / Budaya / Makam Syekh Syarif ‘Ainun Na’im Yang Terlupakan

Makam Syekh Syarif ‘Ainun Na’im Yang Terlupakan

HANGTUAHNEWS.CO.ID – Jauh sebelum makam keramat Waliyullah ini ditemukan, Sultan Abdurrahman Muazamsyah II bersama keluarga telah pun menziarahinya dalam perjalanannya menuju Singapura setelah dimakzulkan Belanda. 

Telah lama dikenal masyarakat sekitar pulau belakang Padang bahwa di pulau anak Thulub kecamatan Belakang Padang – Batam, ada makam keramat, akan tetapi masyarakat tidak mengetahui makam siapa yang berada di puncak bukit batu pulau Anak Thulub tersebut.

KH. Nur Hamim Adlan yang sedang mengunjungi murid murid beliau dalam rangka ijazahan kitab Dalail Khoirot di Batam, secara kebetulan di jumpai sosok manusia berjubah putih yang menunjukkan keadaan tempat keberadaan makam, yakni dibalik batu yang besar, di sebuah pulau kecil ditengah laut, maka berangkatlah beliau didampingi beberapa murid beliau menuju pulau belakang padang.

Dari sanalah, beroleh informasi dari pak RW setempat, tentang keberadaan sebuah makam keramat di pulau Anak Thulub, maka berangkatlah rombongan dengan pompong menelusuri laut menuju pulau anak Thulub. Kekeramatan Waliyulloh ini telah lama dikenal masyarakat sekitar walaupun pulau Tulub ini belum ada penduduknya. Diantara kekeramatan tersebut, segala azimat, benda beryoni (beraura), tetapi jika melewati sekitar pulau ini hilang khasiatnya. Seingat orang yang melihat secara turun temurun di dekat makam ini ada tumbuhan berdaun lebar dan hanya bisa tumbuh disekitar makam keramat ini.

Waliyulloh Syekh Syarif ‘Ainun Na’im, Insya Allah beliau adalah putra Maulana Ishaq yang pernah hidup cukup lama di Samudera Pasai, Aceh. Beliau Syekh Syarif ‘Ainun Na’im lahir di Samudera Pasai pada tahun 842H, beliau insyaAlloh adik dari Syekh Ainun Yaqin (Sunan Giri) berbapak Maulana Ishaq dari lain ibu.

Maulana Ishaq adalah paman Raden Rahmat (Sunan Ampel Surabaya). Beliau Maulana Ishaq pada usia lanjut, dibawa oleh putranya Sunan Giri ke Gresik, dan setelah wafat di makamkan berdekatan dengan makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik Jawa Timur.

Pulau Anak Thulub ini dapat ditempuh dengan pompong (perahu motor) dari pelabuhan pompong sekupang (Batam) menuju pulau belakang padang, sekitar 15 menit, dan selanjutnya jarak waktu yang sama dari belakang padang menuju pulau anak thulub, sekitar 15 menit juga.

Didekat pulau anak Thulub ini ada pulau Induk Thulub, yang saat ini dijadikan pangkalan Angkatan Laut RI. Pada tahun 1980 pulau anak Thulub ini dikelilingi oleh pasir putih yang sangat indah, akan tetapi disebabkan ulah keserakahan manusia, diambilah pasir putih tersebut dengan kapal penyedot pasir hingga pasir putih tersebut habis, tinggalah sekarang bekas pasir putih tersebut di sekitar bebatuan, air laut yang menjadi dangkal, sehingga perahu pompong tidak bisa merapat ketepian pulau.

Para Pemilik Pompong disini sangat berharap kepada pemerintah agar pulau Tulub bisa dijadikan sebagai tempat wisata Religi dan laut yang dangkal disekeliling pulau bisa diperdalam sehingga pompong bisa merapat ketepian pulau Thulub.

Ketika mengantarkan rombongan KH Nur Hamim Adlan ke pulau anak Thulub, pemilik jasa pompong yang kebetulan adalah bapak RW Belakang Padang, bapak Indra memohon maaf karena tidak bisa merapatkan pompong sampai kedaratan pulau Tulub, sehingga rombongan harus turun di laut dangkal pinggiran pulau Tulub. Ketika turun dari pompong, beliau KH Nur Hamim Adlan sempat sempoyongan dan langsung digandeng oleh bapak Indra berjalan dari laut dangkal sampai ke daratan pulau anak Tulub.

Beliau KH. Nur Hamim Adlan sangat antusias bahwasannya makam di pulau anak Tulub ini akan ramai di datangi kaum muslimin dan muslimat yang berziaroh dari segala penjuru, karena kekeramatan Syekh Syarif ‘Ainun Na’im insya Allah sepadan dengan kekeramatan Sunun Giri, di Gresik Jawa timur, terlihat dari pancaran sinar yang menjulang tinggi yang muncul dari makam Sunan Thulub sampai tinggi kelangit. Itu berarti bahwa Waliyulloh Sunan Thulub sangat dasyat kebarokahannya yang semoga menjadi hidayah Allah bagi para Peziarah, khususnya Pulau Batam dan sekitarnya serta bangsa Indonesia pada umumnya. (zr)

About Zahriful Syahrizan

Lihat Juga

Apresiasi Anugerah Batam Madani 2017

HANGTUAHNEWS.CO.ID, Batam – Sebagai wujud apresiasi pemerintah kota Batam kepada 10 tokoh yang membawa pengaruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *